
...***...
Hari bahagia pun datang, tepatnya kediaman Chen kedua keluarga sudah berkumpul dan ada beberapa tamu yang turut di undang dan itu masih kerabat dekat dari kedua belah pihak, termasuk kedua orang tua Yuma pun ada di sana.
Nuansa putih dan riasan sederhana, tidak terlalu mencolok sesuai yang di rancang oleh Erina dan juga Gary. Podium pendek masih bisa di gapai oleh kaki terhias dengan sempurna di sertai satu mimbar di sana.
Kursi yang tertata rapih pun bisa di hitung dengan jari. Orang-orang yang berada sangat senang dengan tawa terdengar satu sama lain. Tentu saja, siapa yang tidak senang menjadi besan dari Tuan Chen, pemilik perusahaan Chen Group yang sangat besar di daratan China, ibarat pak tua yang tengah memancing dan akhirnya mendapat tangkapan besar setelah sekian lama duduk sembari menghisap rokok.
Begitupun orang tua Gary, bahkan bisa di katakan hal seperti ini di luar nalar nya.
Suasana di sudut lain beda, seperti hal nya di dalam kamar Daniel sekarang. Pria itu masih sibuk bercermin, membenarkan baju dan beberapa hal yang tak sesuai pada kain yang membalut tubuh nya.
"Cermin mu tidak akan kabur, sampai harus kau pandang seperti itu !"
Daniel mengulas senyum dari sudut bibir nya saat mendapati Yuma dalam cermin. Sungguh cantik, istri nya sangat cantik hari ini. Balutan gaun mencetak setiap lekuk tubuh wanita itu dengan perpaduan warna kain dan kulit begitu serupa. Rambut gelung dan menyisakan beberapa helai rambut tipis agar memenuhi kening nya.
"Cantik" Puji Daniel langsung membalikkan badan nya dan memeluk Yuma intens.
Yuma merespon dengan melempar senyum saja, tidak memberikan sepatah kata pun untuk di ucapkan. Benar-benar tidak banyak bicara dari awal kembali.
Tatapan Daniel semakin dalam dan semakin ke mana-mana, akhirnya dia pun mengecup lembut bibir Yuma dan tentu saja tidak ada penolakan.
Ciuman semakin dalam, Yuma tidak bisa menahan nya sampai akhir nya ambruk ke atas kasur. Serangan Daniel benar-benar hebat walau tak sekasar malam itu, beda nya sekarang tidak ada hati untuk Daniel walau sedalam apapun ciuman nya, dia hanya bisa menerima.
"Stop!"
Daniel kalang kabut saat Yuma mendorong nya begitu keras sampai tersungkur. Hasrat nya belum usai, dia kewalahan menderita sendiri.
__ADS_1
"Stop!." Nada suara Yuma memperingati.
Deru nafas Daniel masih tak terarah dan tak normal, dia mengusap wajah nya kasar.
"Maaf Yuma, maafkan Aku!." Sigap, Daniel memeluk Yuma saat wanita itu beranjak berdiri. "Maaf maaf!." Ucapnya kembali membelai wajah Yuma, dia hampir saja melakukan kesalahan lagi.
"Its oke !" Ucap Yuma dengan tenang bahkan senyum tipis terlukis di sudut bibirnya. Yuma merapihkan kembali pakaian dan juga riasan nya setelah itu merapihkan baju Daniel juga riasan rambut nya.
Ruang pernikahan yang terletak di lantai dasar pun masih terdengar ramai walau tidak banyak orang datang. Yuma, dia tidak langsung ke bawah melainkan ke kamar pengantin.
Krieeett...
Pintu terbuka, Yuma dan juga Daniel masuk dan di depan terlihat Erina yang sudah di baluti dengan gaun putih nan cantik, model gaun terbuka bagian dada namun masih tersentuh sopan, bentuk tubuh terekspos sempurna. Rambut di gelung dan di beri mahkota kecil di atas nya.
Erina tersenyum dari balik kaca. Begitupun dengan Yuma dan juga Daniel yang nampak sangat terharu.
Ucap perias itu membantu Erina berdiri dan Daniel segera mendekat untuk membantu. Di sela itu, Papa Chen muncul bersama dengan asisten nya di belakang Yuma tepat nya di ambang pintu untuk menjemput putri nya, karena acara akan segera di mulai.
"Kau cantik" Bisik Daniel.
"Thanks" Jawab Erina dengan malu-malu seraya menggandeng tangan Daniel.
Yuma balas tersenyum kala Erina melempar senyum setelah pada nya saat ini.
"Sayang, ayo !."
Kedatangan Papa Chen menjadi perhatian, Erina nampak kembali tegang saat ini.
__ADS_1
"Pa" Ucap Erina. Papa Chen memberi senyum melengkung tanda haru dan bahagia.
"Putri Papa!" Seru nya memeluk Erina kilas saat pegangan dari Daniel terlepas.
...**...
Di hadapan pendeta, kedua sepasang dua makhluk yang saling bertukar kasih tengah mengucapkan janji suci pernikahan. Mama Ella nampak menangis, dia menyeka air mata nya berkali-kali, bukan nya apa tapi momen ini bahkan tidak terbayangkan oleh nya. Putri nya yang tak pernah diam di rumah dan memilih pergi mencari ilmu di negeri orang kini pulang namun untuk beberapa detik dan setelah itu akan kembali pergi.
Kebahagiaan menyelimuti, tukar cincin pun sudah selesai. Kedua mempelai saling memeluk orang tua masing-masing. Tangis bahagia tidak hanya menetes dari mata sang wanita yang ada di sana tapi beberapa pria pun menangis karena haru, contohnya Shen, dia malah terisak sehingga Daniel harus menepuk-nepuk pundak nya berulang.
"Selamat ya ! Doa terbaik untuk mu, Kak!." Ucap Yuma
"Terimakasih, ini pun berkat adik kakak yang cantik ini ! Terimakasih atas semua nya. Yuma, kau harus bahagia ya, Kakak ingin melihat senyum manis mu saat ini !!." Ucap Gary mengelus pipi Yuma di hadapan Daniel langsung.
"Eum"
"Aku bahagia, aku sudah bahagia, 'Kak."
Angguk nya dengan senyum sekilas melirik Daniel, hidung perlahan merah begitupun dengan kelopak mata. Yuma, wanita itu menahan tangis nya saat ini.
Daniel, dia hanya mendengarkan dan memperhatikan saja sampai rangkulan nya mendarat pada pinggang Yuma. "Ayo kita makan, kau belum makan apapun dari tadi !." Ajak Daniel berhasil menarik Yuma dari hadapan Gary.
Acara pernikahan yang sederhana itu hanya berlangsung selama lima jam saja dan sekarang Gary dan Erina pun telah meninggalkan tempat itu menuju hotel berbintang tempat biasa dirinya menginap.
Keadaan rumah kembali sepi, tamu undangan sudah pergi begitupun dengan pihak keluarga pria.
...***...
__ADS_1