Cinta Yuma

Cinta Yuma
Eps 30


__ADS_3

" Yuma ". Teriak Xian melambaikan tangan nya. Xian berdiri sempurna di samping mobil yang sebelum nya tubuh nya menyandar di sana.


" Pulang juga dengan Kak Xian ? sepertinya ada yang salah ini !". Seru Jingyi melirik Yuma. Levon yang berada di samping pun menaikkan satu alis nya.


" Di jemput juga ? ". Timpal Levon.


Yuma tersenyum lebar sampai kedua sudut matanya hampir menyipit dan kemudian memperlihatkan deretan gigi rapih nya.


" Aku duluan bye bye ". Yuma menjauh berlari kecil dan melambaikan tangan ke arah mereka. Dengan refleks mereka pun membalas lambaian tangan Yuma.


" Le, dia seperti bukan Yuma! ". Jingyi menyikut lengan Levon.


" Hufffhhh entahlah ". Respon nya.


Di dalam perjalanan pulang, Yuma mengobrol dengan Xian, dia mulai terbiasa dekat dengan kaka sepupu nya.


" Di mana kak Gery, kenapa sedari kemarin aku tidak melihat nya ?". Tanya Yuma.


" Dia ada pekerjaan di Singapura ! Kemungkinan tiga bulan dia tidak akan pulang ". Ucap Xian.


" Lama sekali ". Sahut Yuma.


" Kenapa ? ". Tanya Xian. " Jika kau merindukan nya kau bisa Video Call kaka keras kepala mu itu ". Ucap Xian.


" Kau juga sama keras kepala nya dengan Kak Gary ". Ledek Yuma.


" Aku ? bukan aku tapi kita. Kau juga sama keras keras kepala nya dengan kami ". Xian membenarkan sembari mengacak lembut rambut Yuma.


Mereka sampai di rumah dan Wusan telah berdiri di ambang pintu seolah tahu jika kaka nya pulang.


" Kaka ". Senang Wusan berlari ke arah Yuma.


" Jangan berlari seperti itu ". teriak sang mama karena Wusan dengan cepat melepas genggaman nya dari Liwei.


" Jagoan kaka ". Xian ikut gemas dengan tingkah Wusan.


" Ka, aku ingin bermain ". Rengek Wusan pada Yuma. Zhao Wei dan juga Liwei hendak menegur Wusan tapi Yuma lebih dulu mengiyakan keinginan Wusan.


" Baiklah ayo ! eum, kaka siap-siap dulu ok ". Ucap Yuma berdiri dan membiarkan Wusan duduk bersama kedua orang tuanya dan juga Xian.


" Wusan apa kau tidak kasihan kepada kakak mu hmm ? dia baru saja pulang bekerja, pasti kakak mu lelah sayang ". Ucap Liwei lembut.


" Tidak, kaka tidak lelah ! aku benar bukan ?". Bantah Wusan begitu polos sembari melihat pada Xian. Xian yang di tatap hanya mengulas senyum.


" Ayo ". Ajak Yuma yang telah mengganti kostum nya.


" Yeay, ayo ka ". Senang Wusan.


" Mereka sama saja ". Gumam Zhao Wei perlahan menggelengkan kepalanya.


" Yuma kau tidak lelah ? lagi pula ini sudah sore, kalian hendak bermain kemana ?! ". Seru sang mama masih tidak mengizinkan mereka pergi.


" Tidak ma ! Lagi pula kak Xian akan mengantar kami jadi tidak perlu khawatir ok. Aku tidak bohong, aku tidak lelah !". Seru Yuma.


" Kalian ini ". Respon nya hanya sebatas itu. " Ya udah, jangan terlalu malam bermain nya. Kalian akan makan malam di luar atau di rumah ? ". Ucap mama Liwei.


" Kami makan di luar saja ma sekalian ". Ucap Yuma dengan tangan terus di tarik-tarik oleh Wusan.


" Ma, Pa, kami pergi ya ". Seru Yuma.


" Paman, bibi, aku juga pergi ". Xian pun pamit.


" Wusan tidak sedarah dengan ku, tapi kenapa watak nya sama ?Benar-benar aneh ". Gumam Papa Wei.


Yuma mengajak Wusan ke mall besar di kota itu dan bermain di sana. Xian pun ikut serta dalam permainan meramaikan suasana.

__ADS_1


Setelah puas bermain, Xian membeli minuman untuk mereka. " Aku mau yang ini ". Raih Wusan pada minuman rasa jeruk.


" Boleh ". Seru Xian. " Ini untuk mu ". Xian memberikan minuman rasa coklat kepada Yuma.


" Kak, coba hubungi kak Gary, sedang apa dia di sana ". Ucap Yuma. Xian merogoh handphone nya di saku dan segera menghubungi Gary.


Koneksi tersambung dan memperlihatkan wajah Gary. " Ada apa ? ". Tanya Gary, karena baru kali ini Xian melakukan Video Call kepada nya.


" Kau sedang apa ? apa aku mengganggu ? ". Tanya Xian. Gary di sana seperti tengah sibuk.


" Aku masih ada rapat. Cepat katakan ada apa ? ". Kesal Gary terlihat dari wajah nya.


" Ka ". Panggil Yuma. Gary kaget dengan suara wanita di samping Xian. " Ka ". Yuma tersenyum kepada Gary saat kamera handphone milik Xian mengarah penuh pada Yuma.


" Yuma kau ? kau baik-baik saja bukan ? apa masih pusing ? kau sudah makan ?! ". Gary mendadak menjadi pria bawel. Rekan kerja dan beberapa penanggung jawab perusahaan yang masih berada di sekitar Gary terkejut dengan perubahan atasan nya itu.


" Aku sudah sembuh kak. Tebak aku sedang di mana ! ". Seru Yuma.


" Di mana ? ". Bingung Gary.


" Kakak ". Teriak Wusan saat Yuma mengalihkan mode kamera nya menjadi mode belakang.


" Kalian sedang bermain ? wah kalian jahat kepada ku ". Kesal Gary. " Xian kau benar-benar licik ". Ketua Gary


" Kaka berapa lama bekerja di sana ? nanti jika kaka pulang ayo kita jalan-jalan bersama ". Ucap Yuma seperti adik kecil yang begitu manja.


" Masih lama, tapi kaka akan mencoba mempercepat nya ". Ucap Gary.


" Tidak perlu seperti itu juga, kau fokus lah pada proyek mu. Kami tidak akan kemana-mana, sehingga kau tidak perlu mempercepat pekerjaan mu ". Tutur Yuma.


" Baiklah aku menurut saja ". Sahut Gary.


" Jika begitu aku tutup telpon nya ya. Semangat !! ". Seru Yuma memberi semangat.


" Terimakasih, sepertinya kaka tidak lagi pusing hahaha ". Gary pun tertawa dan itu semakin membuat orang-orang di sekitarnya menganga.


" Sudah hampir malam, ayo kita cari makan dulu sebelum pulang ". Ucap Xian.


" Ayo ". Yuma menuntun Wusan di sisi yang lain.


...**...


" Yuma ". Ucap Mama Ella yang kebetulan berada di restoran yang sama bersama dengan Shen.


Yuma menoleh dan menjelaskan pandangan nya. " Siapa ? ". Gumam Yuma. Xian melirik Yuma sembari menggendong Wusan. Saat pandangan Yuma jelas, dia terlihat resah.


" Kakak dan Wusan masuk lebih dulu untuk memesan, nanti kau menyusul !." Ucap Xian.


" Tapi kak, sebentar !". Cegah Yuma menahan baju Xian.


" Berbicaralah, kau harus mencoba terbiasa dengan semuanya. Yuma kau harus melawan trauma mu, kaka percaya kepada mu ! ". Ucap Xian lembut.


Mama Ella dan juga Shen mendekat kepada Yuma. " Yuma ". Sapa Shen.


" Hai Shen ". Sapa Yuma.


" Bibi ". Ucap Yuma sopan.


" Yuma bagaimana keadaan mu sekarang hmm ? maaf bibi belum bisa menemui mu ". Tutur Mama Ella.


" Aku baik-baik saja bi, tidak perlu khawatir ". Ucap Yuma.


" Bibi sudah makan ? ayo kita makan bersama di dalam dengan kakak dan juga adik ku ". Ajak Yuma.


" Boleh ayo ". Seru Mama Ella begitu tersenyum hangat.

__ADS_1


" Shen kau juga ayo, kita makan bersama saja ! ". Ucap Yuma.


" Ah aku ? oh iya ayo ayo ". Seru Shen sesaat setelah mendapat tatapan tajam dari mama Ella.


Mereka akhirnya makan malam bersama tanpa kesengajaan. Mama Ella terlihat bahagia begitupun dengan Shen.


" Yuma ". Ucap Mama Ella. " Bibi tidak tahu harus mengatakan apa kepada mu, bibi juga tidak tahu harus bagaimana, tapi bibi benar-benar minta maaf atas apa yang dilakukan putra bibi kepada mu ". Mama Ella mulai sendu, matanya mulai mengembun.


Xian dan juga Shen menatap kedua wanita beda usia itu, sedangkan Wusan dia asyik dengan makanan nya.


Yuma diam seribu bahasa, hanya matanya yang merespon seruan Mama Ella.


" Mungkin ini tidak pantas ! Bibi juga seorang perempuan untuk itu bibi mengerti apa yang kamu rasakan saat ini. Bibi mohon sekali lagi maafkan putra bibi ! ". Mama Ella terus meminta maaf kepada Yuma.


" Maaf bibi ". Yuma melepaskan genggaman tangan Mama Ella dan menyembunyikan tangis nya. Kaki nya sedikit bergetar untuk itu Yuma tidak langsung berdiri.


" Yuma ". Ucap Shen menatap harap kepada Yuma.


" Tidak Shen, jangan bicara apapun dulu kepadaku ". Ucap Yuma.


" Kau juga marah kepada ku ? ". Seru Shen.


" Aku tidak marah, apa aku terlihat sedang marah kepadamu ?! ". Sahut Yuma lebih cepat.


" Sepertinya tidak ". Ujar Shen.


" Bukan sepertinya, tapi memang benar aku tidak marah kepada kalian. Lagipula untuk apa aku marah apalagi membenci kalian ? ". Ucap Yuma kembali.


" Lalu Daniel ? apa kau marah kepada nya ? ". Celetuk Shen.


" Shen ". Tajam Yuma.


" Maaf maaf ". Sahut nya.


" Kaka aku mau pulang ". Rengek Wusan.


" Ayo ayo, kaka juga lelah ! ". Ucap Yuma kembali tersenyum.


" Kemari lah, kak Xian akan menggendong mu ". Xian beranjak berdiri dan membawa Wusan ke dalam pangkuan nya.


" Shen, bibi aku duluan ya !". Pamit Yuma dan akhirnya berlalu pergi.


Mama Ella masih menatap kepergian Yuma sampai dimana punggung Yuma pun tak terlihat lagi.


" Gadis baik ". Ucap Mama Ella.


" Memang iya ma. Yuma adalah gadis baik menurut kacamata penglihatan ku ". Timpal Shen.


" Kaka mu memang pengacau ". Kesal Mama Ella karena seolah telah tak ada harapan untuk dia menjadi menantu nya .


Handphone Shen berdering. " Halo ". Ucap Shen.


" Kalian di mana, ini sudah malam tapi belum pulang? ". Ucap Daniel do seberang sana.


" Kau pulang ke rumah ? ". Pertanyaan Shen mengundang telinga mama Ella.


" Iya, aku pindah perawatan ke rumah. Dimana mama ? dia bersama mu bukan ?! ". Ucap Daniel.


" Apa ? ". Kesal mama Ella merebut handphone dari tangan Daniel.


" Tidak ". Daniel ikut menjawab simpel.


" Tch ya sudah mama pulang ". Mama Ella segera menekan ikon merah di layar.


" Ya ampun ma, anak mama itu Daniel atau Yuma ? kenapa seharian mama begitu kesal kepada nya ?". Ujar Shen.

__ADS_1


" Menurut mu ? ". Ketus mama Ella. " Apa kau juga tidak kesal kepada nya ?! ". Lanjut mama Ella masih nyerocos.


" Sudah sudah, tarik nafas dan hembuskan ". Seru Shen menenangkan Mama nya. Begitulah mama Ella jika sudah kesal kepada anak-anak nya pasti saja tidak bisa diam.


__ADS_2