
Di dalam keluarga Chen, mereka masih menunggu tamu yang di undang dan sedari tadi tidak kunjung datang. Mereka semua sudah berpakaian rapih layaknya undangan makan malam bisnis.
" Pa aku lapar, aku makan duluan ya ! Siapa juga yang papa undang ! ". Keluh Shen.
" Mereka sedang dalam perjalanan ke sini, sabarlah sebentar lagi ! ". Seru papa Chen.
" Entahlah mama tidak mau tahu, mama akan makam duluan ! Ayo sayang, kalian makanlah biarkan papa mu menunggu tamu nya ! ". Ketus mama Ella.
" Ya sudah makan duluan saja ". Tantang papa Chen. " Tapi kalian akan begitu tidak menghargai Yuma jika tidak makan nanti ". Ceplos papa Chen.
" Yuma ? ". Seru mereka bertiga.
" Yuma kakak ipar ku kah pa ? ". Shen memastikan.
" Siapa lagi ". Ujar Papa Chen.
" Benarkah pa ? Yuma putri tuan Zhao kah ? Kau sedang tidak berbohong kepada mama kan pa ? ". Tanya Mama Ella beruntun.
" Sejak kapan papa berani berbohong kepada mu, ma ? ". Senyum papa Chen. Daniel hanya diam tidak ikut penasaran akan nama Yuma yang di tunggu.
" Aku tidak jadi makan, nanti saja sama kakak ipar ku! ". Shen tidak jadi mengambil nasi dan kembali duduk manis di meja. Sedangkan Daniel, dia pergi ke ruang tv dan duduk di sana.
" Bilang dari tadi ". Ketus mama Ella.
...**...
Klakson mobil terdengar, seiring dengan itu pun terdengar mobil terparkir di depan teras rumah milik Chen.
Mama Ella dan juga papa Chen pun berjalan ke depan pintu masuk untuk menyambut kedatangan tamu.
Klek !!
Pintu pun terbuka dan menampilkan Yuma juga Xian berdiri di luar. " Yuma ". Sambut mama Ella dan setelah itu dia menyapa Xian.
" Ayo masuk ". Ajak papa Chen memandu mereka masuk.
" Tuan maaf kami terlambat, papa ku lupa jika malam ini ada undangan makan malam dari anda, untuk itu saya minta maaf sebesar-besar nya ! ". Tutur Yuma.
__ADS_1
" Tidak masalah, ayo duduk lah dulu ". Ucap papa Chen.
" Shen ". Senang Yuma sembari melambaikan tangan nya memberi sapaan.
" Kakak ipar ". Shen hendak mendekat, namun lebih dulu di cegah oleh Daniel.
Perbincangan mereka lumayan lama dan perkataan Shen membuat keluarga nya melotot. " Kakak ipar ayo kita makan bersama, perut ku lapar sedari tadi karena menunggu kedatangan mu !." Ceplos Shen.
Hening dan canggung tapi Shen malam nyengir polos tak berdosa, Yuma pun melebarkan senyum nya namun tidak dengan Xian yang menggelengkan kepala nya aneh.
" Astaga maaf Shen ". Seru Yuma.
" Ayo kita langsung makan saja ". Ajak mama Ella.
Shen lebih dulu berdiri di ruang makan dan menarik semangat untuk Yuma. " Silahkan tuan putri ". Ucap Shen. Xian membenarkan kursi yang di tarik oleh Shen agar Yuma duduk dengan nyaman sedangkan yang lain sudah duduk pada masing-masing kursinya.
" Yuma makan yang banyak, bibi masak ini untuk mu ! ". Ucap mama Ella. Cumi itu sangat menggiurkan mata, dari warna dan bau nya seperti nya sangat enak.
Yuma sejenak memandang masakan itu dan memberi senyum pada mama Ella. " Aku akan mencobanya ". Sumpit pun mendarat pada masakan menggiurkan itu.
Xian memperhatikan gelagat Yuma dari di tawarkan sampai mendaratkan alat makan nya dan melahap perlahan. " Dia ini ". Batin Xian.
" Ini enak bi ". Puji Yuma memberi acungan jempol untuk mama Ella dan mama Ella sangat senang.
" Ayo tambah lagi lauk nya ". Ucap Papa Chen. Shen maupun Daniel tidak berbicara apapun saat makan, mereka mungkin tengah kelaparan.
" Boleh aku juga mencobanya ? ". Ucap Xian namun belum juga di setujui dia mengambil mangkuk berisi cumi dan menuangkan hampir semuanya di atas piring yang dia pakai.
" Wah ini enak sekali bibi ". Xian buru-buru menghabiskan semua nya agar Yuma tidak kembali memakan cumi itu.
Yuma menatap khawatir pada kakak sepupunya itu karena yang dia tahu jika Xian tidak terlalu suka makanan laut, bukan karena alergi tapi memang tidak suka.
Papa Chen dan juga Mama Ella serta Daniel melihat aneh apa yang di lakukan oleh Xian. " Nanti bibi akan membuatkan untuk kalian lagi, sering-sering makan di sini ya ". Tutur mama Ella lembut.
Xian dan juga Yuma mengangguk menyetujui tawaran mama Ella, perut Yuma dan juga Xian sudah mulai tidak enak karena awal nya mereka pun sudah makan malam di rumah.
Lumayan lama mereka berkutat dengan alat makan, sekarang mereka sedang memakan buah sebagai cuci mulut. Daniel memperhatikan Yuma yang sesekali menggaruk lengan dan leher nya namun tidak ada bercak merah di sana.
__ADS_1
Xian pun lebih fokus pada Yuma dan mendekati nya untuk memastikan. Xian menempelkan telapak tangan nya pada punggung Yuma dan benar saja dia merasa punggung Yuma panas.
" Ada apa ? ". Tanya Daniel selidik. Shen dan juga kedua orang tuanya pun memperhatikan Yuma.
" Tidak ada ! Hanya saja sepertinya kami harus segera pulang, malam pun semakin pekat ". Ucap Yuma menatap mata Daniel.
" Habiskan dulu buah dan juga kue nya, setelah itu kau boleh pulang ! Aku akan mengantar kalian sampai rumah ". Ucap Daniel.
" Tidak perlu, saya masih bisa pulang dengan sadar ". Tolak Xian.
" Ada apa kak ? ". Bisik Shen.
" Paman, bibi, kami pamit pulang ! Terimakasih jamuan makan malam nya, maaf merepotkan kalian ! Lain kali aku akan menemani bibi masak untuk makan malam ". Tutur Yuma berdiri begitupun dengan Xian.
" Tidak ada yang di repotkan, bibi dan juga paman sangat senang kau datang dan makan malam di sini, maaf hanya sebatas ini jamuan makan malam nya ". Ucap Mama Ella.
" Terimakasih semuanya ". Ucap Xian.
" Shen, tuan Daniel saya pamit pulang ". Ucap Yuma.
Mereka pun mengantar Yuma juga Xian ke depan. Xian sedikit berlari untuk segera membuka pintu mobil.
" Selamat malam bi ". Yuma pun masuk dan memasang sabuk pengaman, dia pun akhirnya meninggalkan kediaman Chen.
" Ada apa dengan nya ? Apa ada yang salah ? ". Tanya mama Chen.
" Ma seperti nya untuk ke depan nya jangan memasak sea food terutama cumi untuk mereka ". Ucap Daniel. Semua mempertanyakan itu.
" Ada apa ? Tadi Yuma mengatakan itu sangat enak dan kau lihat juka kakak sepupunya begitu lahap memakan cumi ".
" Itu memang enak, mereka tidak berbohong ! Tapi ma sepertinya mereka alergi dengan makanan laut dan itu yang aku lihat ". Ucap Daniel.
" Benarkah ? Gawat jika begitu ". Kejut mama Ella dan yang lain nya.
" Niel, coba kau hubungi Yuma ". Ucap papa Chen
" Bagaimana ? ". Tanya Ella karena Daniel tidak kunjung berbicara, itu artinya Yuma tidak menerima panggilan dari nya.
__ADS_1
" Handphone nya tidak aktif ". Ucap Daniel. Shen pun tidak kalah, dia pun menghubungi Yuma namun tidak kunjung di tersambung.
" Aku pun sama ". Ucap Shen.