
Shen menunggu di depan rumah, tepatnya di teras rumah, begitupun papa Chen juga mama Ella menunggu kedatangan Yuma yang memesan untuk jangan dulu berangkat.
"Kakak ipar." Panggil Shen dengan teriakan nya.
"Ssttt jangan teriak-teriak." Tegur mama Ella memukul lengan Shen, sedangkan papa Chen dia sudah masuk ke dalam kabin mobil.
"Iya sebentar." Balas Yuma dengan teriakan nya, terdengar dia pun berlari ke arah mereka.
"Shen ini berikan pada kakak keras kepala mu itu !." Yuma pun memberikan bekal sarapan untuk Daniel.
"Siap bos ! Tenang saja, aku akan mengatakan jika sarapan ini harus habis kalau tidak kakak ipar akan menghukum nya." Cerocos Shen tanpa di kasih tahu, dia sudah mandiri dengan segala akal bulus nya.
"Sudah kalian segera lah berangkat !!." Ucap Mama Ella.
Pagi yang banyak drama pun mengalir dengan sendiri nya, Yuma kembali ke dalam begitupun dengan mama Ella.
"Ma, besok aku akan kembali ke toko dan Daniel sudah mengizinkan nya ! Mama tidak keberatan, 'kan ?!."
"Daniel mengizinkan ?!,"
__ADS_1
Angguk Yuma.
"Jika Daniel mengizinkan, lalu kenapa mama tidak ? Kamu juga harus punya kesibukan sendiri, yang penting tidak mengurangi tanggung jawab sebagai istri apalagi melupakan nya !,"
"Lagi pula mama juga akan segera berangkat dengan papa ke Singapura, sekalian menemani Erina di sana."
"Erina?." Tukas Yuma memotong pembicaraan.
"Iya, mama juga papa ada pekerjaan di sana dalam waktu lama !." Sedikit berbohong agar tidak membongkar rahasia besar keluarga itu.
"Kapan ? Ini terlalu cepat untuk ku, baru saja aku pindah tapi kalian sudah mau pergi dalam jangka panjang. Eumm bisa di undur tidak, Ma? Aku masih canggung berada di antara penghuni rumah ini dan mama juga tahu Daniel sedikit menyebalkan. 'Kan!?"
"Mmmfft kau ini kenapa ? Kau tinggal bersama suami mu di sini, bukan sama orang lain!!." Seru Mama Ella. Yuma merangkul lengan mama Ella dan mengajak nya duduk di sofa.
"Rencana nya kapan mama akan berangkat ? Jangan katakan besok ya !." Mulut Yuma terlalu manis sehingga bisa mengelabuhi lawan bicara nya saat ini.
"Lusa, lusa kami akan berangkat." Ucap mama Ella.
"Ssshh baiklah jika begitu ! Salam untuk Erina dan katakan jika aku menunggu kepulangan nya." Tutur Yuma dengan tulus.
__ADS_1
"Tentu !,"
...**...
Shen mengantar papa Chen ke kantor pusat dahulu dan setelah dari sana dirinya langsung melajukan mobil nya kembali ke kantor yang di mana di sana ada Daniel.
Jarak perusahaan induk dan cabang memang beda kota namun jarak nya tak terlalu jauh, untuk itu membuat Shen tidak terlalu repot jika harus bolak-balik setiap hari.
Shen sampai di kantor dan segera menuju ke lantai atas.
"Selamat pagi pak."
Ya, suara itu milik Jingyi dan sekarang telah berada di samping Shen dengan kedua tangan penuh dengan berbagai rasa minum dam juga hotdog di tangan yang lain.
"Selamat pagi Jingyi" Sahut Shen membalas sapaan dari Jingyi.
"Oh iya, apakah Yuma sudah pindah ke rumah utama Chen ? Tadi malam kami ke rumah Yuma namun ternyata Yuma juga Daniel tak berada di sana,"
"Biasanya jika setelah menikah akan tinggal di rumah wanita nya beberapa hari ke depan, seperti ini tidak berlaku untuk pasangan pengantin itu !!."
__ADS_1
Jingyi berpikir curiga dengan beberapa gerak-gerik Shen.