
...***...
Yuma bergegas menjemput Xiao Lin saat Liam menghubungi beberapa jam lalu.
ting nong....
ting nong...
Yuma berdiri sambil menekan bel pintu apartemen.
"Oh Yum, kau sudah sampai ? Ayo masuk masuk!." Ternyata Axel yang membuka pintu. Yuma pun masuk tanpa canggung seperti biasa nya.
"Kau juga sudah pulang jam segini, Xel ? Tumben !."
Yuma membuka sepatu nya dan meletakan di rak sepatu dekat pintu, Axel membantu membawa tas Yuma ke dalam.
"Mama"
Lin berteriak, dia berdiri dan berlari mendekati Yuma.
"Mama lihatlah ini, Jun membeli mainan ini untuk ku. Bagus kan ?!." Ucap nya memperlihatkan robot listrik berwarna kemerah-merahan.
Yuma membelai rambut Xiao Lin dengan lembut sesekali melirik Hua Jun.
"Halo bibi" Ucap nya imut dengan hanya memakai kaos dalam dan celana joger panjang.
"Yum, ini"
Kirei meletakan satu gelas jus jeruk di atas meja pendek di sekitar mereka.
"Ahh kebetulan haus sekali, di luar sangat panas" Yuma tanpa aba-aba langsung meraih gelas itu dan meneguk nya sampai abis.
"Astaga Yuma pelan-pelan" Tegur Axel.
"Hehehe habis" Cengir nya dan di dalam gelas memang tidak tersisa setetes pun.
Kirei dan Axel hanya geleng kepala saja dengan tingkah Yuma. Xiao Lin memperhatikan mama nya dengan prihatin, dia merasa mama nya selalu bekerja keras setiap hari.
"Mama" Ucap nya naik ke dalam pangkuan Yuma saat seorang ibu itu sudah duduk di atas sofa.
"Uuh ? Kenapa sayang? Kenapa wajah mu langsung di tekuk seperti itu ?" Tanya Yuma heran.
__ADS_1
Hua Jun pun reflek menoleh pada Xiao Lin dan menghentikan menyusun balok di depan nya.
Kirei ikut duduk di samping Axel.
"Mama pasti lelah ya ? Mama cari uang buat aku kan ?! Maaf ya, Lin-Lin ngga akan jajan banyak-banyak, Lin-Lin janji".
Mulut anak kecil itu sangat lugu sekali, dia mengusap pipi ibu nya dengan tatapan nanar.
"Mama jangan terlalu lelah,"
"Nanti mama sakit"
Yuma terpaku dengan ucapan putra nya. Ini yang sangat Yuma suka dari Xiao Lin, putra nya mengerti dan juga peka terhadap dirinya.
Wajah nya memang mirip dengan Daniel tapi sepertinya tidak dengan sikap dan mental nya, entahlah, mungkin belum terlihat.
"Tidak sayang, mama tidak lelah kok ! Memang nya mama terlihat sangat lelah, heum ? Kau tenang saja, mama akan baik-baik saja selama Lin-Lin berada bersama mama. Jadi jangan pernah tinggalkan mama kalau nanti kau bertemu dengan ayah mu. Ok!"
Yuma memeluk Xiao Lin dengan sayang nya, senyum dari kedua sudut bibir pun nampak melukis kan jika dia benar-benar bahagia bersama putra nya.
"Aaa so sweet" Seru Kirei mengatupkan kedua telapak tangan nya, sedangkan Axel menarik Hua jun ke samping nya dengan lembut.
"Ma, kenapa tidak papa saja yang bekerja dan mama tinggal di rumah ! Biar nanti papa dan aku yang cari uang untuk mama"
"Hahaha mana bisa anak kecil mencari uang ?! Ada-ada saja kau ini!" Pipi chuby Lin memang selalu menjadi sasaran cubitan dari Yuma.
"Aaaa sakit ! Aku bisa kok ma, nanti aku minta pekerjaan sama paman, kalau tidak sama paman ya sama papa. Kan papa pengusaha kaya, kenapa harus repot !"
Xiao Lin terus berceloteh sampai akhir nya dia tertidur pulas.
"Rencana, kau mau kapan pulang ke China ? Ini sudah lima tahun, kan ? Keluarga mu pasti tengah menunggu kepulangan mu. Walaupun mereka sudah tahu keberadaan mu tapi mereka tidak tahu jika kamu memiliki seorang putra dan lagi, bukan kah Lin-Lin kita sudah tahu siapa papa nya ?"
"Kalau seperti itu pulang lah, kasihan dia ! Biar dia tahu jika di China banyak keluarga yang menyayangi nya. Dia juga butuh papa nya di masa kecil, jangan biarkan dia asing dengan papa nya sendiri"
"Aku yakin kau sudah merencanakan sesuatu sampai kau tidak pernah menyembunyikan siapa papa dari anak mu, kan?!."
"Iya Yum, apa lagi yang di tunggu ?" Kirei pun menimpali ucapan suami nya.
"Dari lubuk hati mu pasti masih ada keinginan untuk kembali, kau juga pasti merindukan Daniel bukan ?! Yuma, ini sudah lima tahun dan apa kau masih kecewa pada nya ?"
"Selama lima tahun ini pun Daniel tidak menikah ataupun dekat dengan wanita lain, aku yakin dia menunggu mu kembali. Iya kan sayang ?"
__ADS_1
Tutur Axel dan melibatkan Kirei saat ini agar mendukung nya.
"Benar Yuma ! Apa yang di katakan Axel benar, aku setuju dengan nya. Kau bisa memaafkan kami, bahkan kesalahan kami lebih besar dari Daniel"
"Yuma pikirkan putra mu sekarang, kesampingkan dulu ego mu dan cobalah untuk melapangkan ! Aku yakin kau pun ingin seperti itu"
Yuma masih mendengarkan, dia menatap kosong gelas di depan nya.
"Kalian tidak akan mengerti, sama sekali tidak akan mengerti kecewa yang aku tanggung ! Tapi aku juga tidak menyalahkan perkataan kalian, aku ingin hidup normal dan nyaman saja, aku tidak ingin yang lain"
Tukas nya dengan penuh makna.
"Oke oke, jika tidak untuk Daniel maka pulang lah untuk keluarga mu ! Terakhir aku bertemu dengan bibi Zhao beberapa bulan lalu, dia menangis karena merindukan mu. Kau terlalu kejam terhadap ibu mu sendiri, Yum ! Pulang lah !,"
"Lagi pula sekolah Lin-Lin akan libur, Hua Jun juga libur jadi kita bisa pulang bersama ke China ! Iya kan sayang ?!" Ujar nya sambil melirik Axel yang masih hendak berbicara.
"Memang nya kalian ada rencana pulang ke China ? Bukan nya urusan di sini belum selesai ya ?."
"Lusa kami akan pulang, hanya dua hari saja dan akan ke London setelah itu, Hua Jun akan sekolah di sana dan tinggal di sana. Untuk bisnis di China dan di sini sudah ada kepercayaan kami yang pegang"
Jelas Axel, Yuma hanya mengangguk saja tanpa sanggahan.
Mereka terus berbincang sampai waktu tak terasa sudah sore hari.
Telpon Yuma berdering dan panggilan itu tercantum nama Liam di layar.
"Kita pamit pulang ya ! Liam sudah menjemput, soalnya tadi aku datang pakai taksi" Ujar Yuma sambil menggendong Xiao Lin seperti Koala.
"Yum, kenapa tidak menikah dengan Liam saja ? Dia juga lumayan, tipe setia juga !." Goda Kirei terus menjodoh-jodohkan Yuma dengan Liam tapi sampai sekarang mereka masih tetap seperti itu, masih seperti kakak yang menjaga adik nya, tidak lebih.
"Haisshh kau ini mulai deh, ah!" Cebik Yuma.
"Bye bye"
"Hahaha ya kan lumayan !" Goda nya kembali menahan pintu agar tidak dulu tertutup.
"Kau ini, Pepet terus sampai mereka jadian!." Timpal Axel dari belakang.
"Hahaha aku gemas deh ! Tch tch dia itu memang unik, bisa tidak jatuh hati pada pria sebaik Liam, kalau aku ada di posisi itu sudah lama di embat kali ah"
Ujar nya antusias melewati suami nya yang masih berdiri di ambang pintu.
__ADS_1
"Yak yak yak coba katakan sekali lagi" Teriak Ax dengan menunjuk ke arah Kirei. Kirei berjalan mundur menatap senang suami nya yang cemburu dan langsung lari ke arah Hua Jun yang sedang serius menata balok kayu kecil di depan nya.