
Hari bahagia untuk Yuma pun sudah merambah dan akan terjadi beberapa jam yang akan datang. Balutan gaun pernikahan berwarna putih menghiasi tubuh Yuma dan itu sangat indah.
Yuma berkaca di depan cermin dengan senyum di kedua sudut bibir nya.
"Yuma," Jingyi pun masuk dengan mengenakan guan kondangan berwarna mocca dihiasi sedikit bling-bling di atas bahan gaun nya sehingga terlihat berkerlap-kerlip.
"Kau sangat cantik sekali, Yuma ! Wanita cantik dan pria tampan, wah kalian memang berjodoh." Jingyi begitu semangat hari ini, pernikahan Yuma sangat menjadikan nya gadis yang energik sekali.
Di luar kamar, tepatnya di ballroom yang sudah dihiasi sedemikian rupa sehingga terlihat mewah namun tetap sederhana. Tamu yang di undang pun tak banyak, Daniel dengan persetujuan Yuma pun akhirnya memutuskan untuk tidak mengundang banyak tamu ke pernikahan nya.
Pengantin pria sudah siap, Daniel begitu tampan hari ini, dia terlihat gugup dan tidak tenang.
"Tarik nafas lalu buang ! Kau harus melakukan itu sekarang, Daniel." Tepuk Shen pada pundak Daniel.
Danie menoleh. "Diam, suara mu itu membuat jantung ku semakin tidak tenang." Tajam Daniel.
"Dih, jangan marah-marah nanti bedak mu luntur." Ledek Shen dengan kikikan jengkel.
Daniel tak menanggapi lagi. "Bagaimana dengan Erina ? Kau sudah mengurus nya ?." Tanya Daniel.
"Beres ! Lagi pula pernikahan mu ini dadakan untuk itu Erina tidak akan bisa pulang, di tambah dia sedang sibuk mencari materi untuk tugas akhir nya.
" Baiklah." Angguk Daniel.
Mama Ella dan juga papa Chen menghampiri, dia memberitahu agar Daniel siap-siap karena pak pendeta sudah berada di depan.
Para tamu undangan sudah duduk di masing-masing kursinya, keluarga dari Yuma pun sudah siap menanti kedatangan pengantin wanita.
Gary, Xian, Levon, Laoda, Wufan serta Jingyi duduk berdampingan dan kemudian berdiri karena pintu sudah terbuka menandakan jika pengantin wanita sudah tiba.
Papa Zhao dan juga Wusan, mereka mendampingi Yuma sekarang. Yuma berjalan begitu anggun nya di antara para tamu undangan.
Daniel terdiam, dia pun tak bisa menyangkal kebenaran jika Yuma memang gadis yang cantik serta baik namun sedetik kemudian hal itu malah semakin membuat nya benci, memori mengenai menderita nya Erina saat itu terus berputar sehingga Daniel semakin membenci Yuma.
Pandangan Daniel sesekali melirik pada Gary, tatapan membunuh dan juga menusuk itu sangat tak luput dari pandangan Gary.
__ADS_1
"Papa serahkan putri papa kepada mu." Ucap Papa Zhao saat kedua mempelai itu tak berjarak lagi. Daniel mengulurkan tangan nya dan Yuma menyambut dengan sangat hati-hati.
Edward dan juga Ruby tentu saja ada di sana, mereka di undang langsung oleh papa Chen saat hendak pulang ke Irlandia.
"Mempelai wanita nya cantik." Bisik Ruby penuh tatapan menilai.
"Kau benar, baby ! Dia gadis baik dan juga tulus, dari senyum dan cara menatap pun sangat berbeda !,"
"Kau masih ingat yang aku ceritakan saat pertama kali bertemu dengan nya?."
Ruby tentu menganggu. " Tentu saja, honey ! Perkataan langka dari bibir mu pasti akan teringat di otak ku." Ruby melipat kedua tangan nya mengingat saat itu Edward menceritakan sosok calon menantu dari teman nya itu, namun sayang sikap Daniel yang dinilai oleh Edward adalah palsu, Ruby pun mengerti dengan apa yang dikatakan Edward walaupun singkat.
"Dia akan sangat menyesal jika sampai membuat dia menderita." Celetuk Edward.
"Bukan lagi, sepertinya bukan hanya menyesal tapi dia akan gila mengejar kata maaf untuk gadis itu." Seru Ruby.
Pak pendeta mulai merapal kan bacaan suci, di dalam ruangan itu sangat hening dan hidmat.
Yuma melemparkan senyum bahagia kepada keluarga dan juga teman tercinta nya saat pernikahannya dengan Daniel hampir sempurna.
Senyum bahagia terlihat dari bibir Yuma dan Daniel. Para undangan pun memberikan tepukan tangan yang mengisyaratkan sebagai tanda kebahagiaan pernikahan mereka. Keduanya pun mengucapkan janji setia untuk sehidup semati.
"Saya, Daniel, membawa Anda, Yuma, untuk menjadi istri saya. Saya berjanji untuk mencintai dan menghormati Anda sejak hari ini, untuk lebih baik, lebih buruk, untuk kaya, untuk miskin, sakit, dan kesehatan semua hari-hari kehidupan kita, sampai kematian memisahkan kita," Janji Daniel membumbung tinggi dan itu akan menjadi sebuah belati di masa depan jika Daniel mengingkari nya. Daniel terpaksa karena rencana nya harus sempurna tanpa ada celah sedikit pun dan janji itu dia pun harus mengatakan nya.
Giliran Yuma yang berucap.
" Saya, Yuma membawa Anda, Daniel, menjadi suami saya. Saya berjanji untuk mencintai dan menghormati Anda sejak hari ini, untuk lebih baik, lebih buruk, untuk kaya, untuk miskin, sakit, dan kesehatan semua hari-hari kehidupan kita, sampai kematian memisahkan kita, " jawab Yuma dengan penuh keyakinan.
Senyum Yuma terus mengembang, air mata nya pun tak bisa surut dari pelupuk mata nya.
Mama Shuwan memeluk Yuma saat mereka telah usai dengan acara sakral itu.
"Selamat ya sayang......" Ucap mama Shuwan dengan segala doa yang di panjatkan untuk putri semata wayang nya itu.
"Yuma, putri papa ! Kemari lah peluk papa." papa Wei pun memeluk Yuma dengan begitu erat.
__ADS_1
"Hiks... hiks.. hiks.. terimakasih pa."
"Ssstt jangan menangis, ini hari bahagia mu jangan menangis seperti anak kecil seperti ini, eum!." Papa Wei dengan lembut mengusap punggung Yuma.
Haru biru menyelimuti ballroom itu saat ini, keluarga Daniel pun tidak kalah terharu dan senang, akhirnya Daniel menikah dan itu dengan gadis yang selama ini diinginkan oleh Mama Ella dan papa Chen.
"Tuan" Edward dan juga Ruby menghampiri.
"Ed, Ruby !." Ucap papa Chen memberi pelukan hangat kilas untuk Edward.
"Tuan, nyonya apa kabar mu ?." Ruby mengulurkan tangan tentu saja, Papa Chen pun meraih.
"Kabar baik tentu saja."
"Daniel selamat ya, segala doa saya panjatkan untuk mu." Ucap Ruby ramah.
"Terimakasih nyonya." Sahut Daniel.
Edward dan juga Ruby pun menuju pengantin wanita dan memberi selamat pada nya.
Setelah para tamu undangan, giliran teman dan juga kedua kakak sepupunya yang belum mengucapkan.
"Pak Daniel selamat atas pernikahan mu ! Jaga Yuma dengan baik, jangan biarkan dia menderita ataupun saki hati." Perkataan Levon benar-benar kena hati, langsung menusuk sekilat belati.
Axel dan juga Kirei tidak datang, kedua orangtuanya Axel pun tidak terlihat datang ke pesta pernikahan Yuma hari ini.
...**...
Telpon Daniel terus berdering, di atas layar tercantum nama adik kesayangan. Daniel tengah membersihkan diri di kamar mandi setelah lelah ya tadi siang.
"Siap dia ?." Gumam Yuma meraih handphone itu.
Saat Yuma hendak menggeser ikon hendak menerima panggilan dari Erina, namun lebih di sambar oleh Daniel.
"Kau juga segera bersih-bersih, lah." Ucap Daniel. Yuma pum tanpa membantah pun langsung pergi.
__ADS_1