
...**...
Yuma berjalan di antara kursi yang tertata rapih, semua kamera tertuju pada nya sekarang.
"Papa"
Teriak anak kecil dari belakang Yuma, memamerkan senyum khas nya yang lembut tapi dingin. Xiao Lin pun akhirnya berjalan bersamaan di samping Yuma tanpa ragu, tangan mungil itu menggenggam erat jari jemari Yuma kala semua orang menatap.
Anak kecil yang sangat mirip dengan perangai Daniel, mata orang-orang akan mengatakan hal yang sama.
"Papa"
Teriak Xiao Lin kembali, lalu berlari ke arah Daniel dengan mimik begitu bahagia, sedangkan nama yang di panggil terpaku mematung. Shen pun ikut mematung di tempat. Saling tebak dan saling duga, siapa Papa yang di maksud anak kecil itu sebenarnya.
"Papa"
Xiao Lin berhenti tepat di depan Daniel, dagu nya menengadah, berusaha menggapai mata sang Papa.
"Apa ?." Semua orang terkejut, bagaimana bisa ini terjadi.
Dari mana asal anak kecil itu, mengapa tiba-tiba memanggil seorang Daniel Chen dengan sebutan Papa ?.
Media semakin penasaran.
Yuwen menyelidik tidak suka, dia pun mendekati Daniel dengan sikap arogan nya.
"Papa ?" Gagap Daniel, dia tidak mengerti sama sekali dengan babak yang satu ini.
Xiao Lin dengan polos nya mengangguk, gigi rapih namun sedikit seperti gigi kelinci.
"Papa, aku pulang!" Ucap Xiao Lin mengulurkan kedua tangan nya, bermaksud agar Daniel menggendong nya.
"Heh anak kecil, jaga sikap mu ya !" Marah Yuwen.
Shen, dia sama sekali tidak bersuara. Kedua manik bola mata nya seakan tak melihat apapun, blur serta temaram. Dia masih mencerna apa yang tengah terjadi ini.
Yuma, dia berjalan dengan sangat cantik walau pakaian sederhana tapi seakan mengalahkan kecantikan Yuwen selaku artis papan atas di sana.
"Anda yang seharus nya menjaga sikap, Nona!." Tegas Yuma menunjuk kilas wajah Yuwen.
"Eum" Angguk Xiao Lin tegas sambil melipat kedua tangan nya dan mundur sejajar dengan Yuma.
Daniel maupun Shen tidak berkutik, media yang berada di dalam tidak ada yang melontarkan pertanyaan, mereka semua sibuk memotret dan mem video.
__ADS_1
"Cih, berani sekali! "Kesal Yuwen, harga dirinya seakan terombang-ambing sekarang. Tidak, tidak bisa lagi dia menahan amarah nya.
"Kau siapa memang nya, heum ? Ini acara pers Daniel Chen dan juga saya. Kau tidak tahu siapa Daniel Chen ? Ini, sekarang saya beritahu kalau Daniel Chen adalah presdir perusahaan besar dan juga salah satu pemegang saham tertinggi di dunia modeling dan satu lagi yang harus kau tahu, Daniel Chen adalah calon suami saya"
"Lihatlah wajah mu ini, kau nampak seperti wanita murahan di luar sana ! Lihat wajah saya, tidak kah kau mengenal nya ?."
Yuwen dengan wajah tanpa dosa nya meningkatkan kadar arogansi dan mengklaim kepemilikan terhadap Daniel.
Dia dengan berani terus neyorocos karena Daniel maupun Shen tidak ada yang menghentikan nya jadi dia pikir Daniel menganggap jika perempuan di depan nya hanyalah pengganggu.
"Apa kata mu, bibi jelek ? Kau sedang ngatain mama saya kah ? Ishh mulut mu bau"
Sarkas Xiao Lin sambil mengibaskan tangan nya du depan hidung. Ada yang tertawa ada pula yang masih serius.
"Kau?!" Tunjuk Yuwen kasar.
"Oh ayolah nona, tidak baik bermain-main seperti itu dengan anak-anak,"
"Eum kalau tidak salah dengar, tadi bukan kah sudah di buktikan jika anak yang anda kandung bukan lah anak dari Daniel Chen ? Wah wah wah masih mau menyangkal ?,"
"Saya memuji mu keberanian mu, Nona ! Tingkat malu mu sudah sangat mendarah daging ya ternyata!"
"Oh iya satu lagi, saya bukan wanita murahan seperti apa yang ke luar dari mulut busuk mu itu!"
Bibir merekah itu sepertinya hanya sebagai topeng saja, buktinya perkataan yang ke luar dari mulut Yuma sangat tajam dan runcing.
"Papa gendong aku" Pinta Xiao Lin. Daniel reflek menggendong nya tanpa basa-basi. Shen kembali mendekat, dia menatap Xiao Lin dengan seksama.
"Halo paman Shen" Ucap Xiao Lin menyapa dengan sopan di dalam pangkuan Daniel.
Daniel serta Shen membulatkan kelopak mata mereka.
"Kau mengenal sa—ya ?" Gagap Shen percaya tidak percaya saat ini.
"Aku tahu semua wajah keluarga papa. Mama selalu menceritakan kisah kalian dan juga melihatkan photo kalian" Ucap Xiao Lin.
Daniel juga Shen menoleh pada Yuma yang masih berdebat dengan Yuwen.
"Nak, siapa nama mu ?." Tanya Daniel sedikit membisik.
"Xiao Lin ! Panggil aku Lin-Lin saja Pa, seperti Mama!" Jawab Xiao Lin mengalungkan kedua tangan nya di leher Daniel dengan nyaman.
"Stop"
__ADS_1
Suara Yuma menggema, semua orang terdiam dengan sentakan itu sampai Yuwen yang mulai tersulut emosi pun terdiam seketika.
Yuma seketika tersadar, kenapa juga dirinya harus marah dan kesal saat ini, padahal tidak ada hubungan nya.
Rencana awal dia hanya ingin mengantar putra nya bertemu papa nya tapi kenapa jadi dia ikut terlibat, seperti seorang istri yang tengah marah akan wanita penggoda suami nya.
Daniel juga Shen pun terdiam, ekspresi Yuma yang matang begitu terekspos media, ingin berkedip pun sepertinya sulit.
"Pa, Paman, kalian harus tahu satu hal. Saat Mama marah hanya satu yang harus di lakukan"
Ucap polos anak berusia lima tahun itu dan Daniel juga Shen, kedua adik kakak yang dingin dan tak tersentuh itu malah menunggu jawaban anak kecil dengan penasaran.
"Makan yang banyak dan langsung tidur"
"Kenapa seperti itu ? Apa itu solusi yang tepat ? Sepertinya tidak masuk akal sekali" Ujar Shen garuk tengkuk bodoh nya.
"Percaya pada ku"
Daniel mengangguk begitupun dengan Shen yang nampak bodoh sekarang. Tapi hati mereka berkecamuk begitupun isi kepala di tambah anak kecil di pangkuan nya membuat Daniel menduga-duga, apakah benar jika dia adalah putra nya ? Kenapa langsung manggil papa di pertemuan pertama mereka.
Daniel menunggu dulu apa yang sebenarnya Yuma lakukan, walaupun hati juga jantung nya bergetar hebat dan tidak di pungkiri sebenarnya lutut pun sudah tidak mampu menopang berat badan, dia ingin sekali berlutut saat ini juga.
Antara bahagia dan takut. Entahlah, separuh nya dia rasa hal itu hanya mimpi semata.
"Sayang"
Daniel mendekat, dia melingkarkan tangan nya di pinggang Yuma dengan posesif.
Yuwen merasa citra nya di koyak-koyak oleh Yuma jadi tangung, dia sepertinya ingin sekali menghabisi wanita liar di depan nya.
"Apa yang terjadi?"
"Wah ini berita menarik"
Mulut wartawan begitu manis dan licik, mereka tahu bagaimana meningkatkan popularitas berita nya dan pers ini pasti akan menjadi trending topik untuk beberapa bulan ke depan.
"Perkenalkan, wanita ini adalah istri sah saya dan anak ini adalah putra saya"
Perkataan Daniel membuat langit China berteriak, belum lagi penghuni di bumi. Kehidupan Daniel Chen yang sangat Privasi membuat secuil berita pun tak bocor tentang nya.
"Bagaimana ? Apa masih harus memerlukan campur tangan ku, Tuan Daniel ?." Bisik nya seraya melirik tajam, salah satu bibir Yuma pun tersungging berani.
I
__ADS_1