Cinta Yuma

Cinta Yuma
Eps 36


__ADS_3

Sore hari, ibu dan juga adik nya telah kembali, Yuma menyambut kedatangan kedua kesayangan nya.


" Kakak ". Wusan berlari menuju Yuma yang hendak menghampiri.


" San jangan lari-lari ". Tegur mama Shuwan sembari menenteng tas kecil serta tas milik Wusan, namun tak bisa di sembunyikan jika senyum nya terlihat tersemat seakan dia tengah bahagia.


" Bagaimana belajar nya ? ". Tanya Yuma telah menggendong Wusan dan memunggungi sang ibu menuju ruang keluarga. Shuwan memperhatikan punggung putri nya sesekali menyeka air mata yang menetes ke permukaan wajah.


" Dia memang pulang ". Batin Shuwan-sang ibu menatap nanar sang putri.


Yuma dengan lincah dan pandai membantu mengganti pakaian Wusan setelah memandikan nya, tawa senang meliputi kamar si kecil. Sang ibu telah lebih dahulu selesai membersihkan diri dan turun ke bawah untuk membuat makanan.


" Kue buatan kakak pasti enak, kue buatan kakak pasti enak, aku akan segera memakan nya, nyam, nyam, nyam ". Celoteh Wusan sepanjang tangga.


" Ada apa ini ? ramai sekali ". Tukas sang ibu.


" Mama aku sudah masak untuk kita dan aku membuat kue tar dan kue kering untuk yang manis nya ! Kemari lah kau boleh mencoba nya ". Ucap Yuma.


" Benar kah ? Wah mama sudah tidak sabar mencicipi buatan mu ". Ucap sang ibu, sedangkan Wusan sudah lebih dulu duduk di atas kursi dengan meja terbuat dari bata.


" Ini ". Yuma menghidangkan kue untuk di cicipi.


" Ini pasti enak ". Seru sang mama.


" Ini untuk adik tampan kakak ". Yuma memberikan kue tas rasa coklat yang begitu menggiurkan lidah.


" Enak ". Ujar mereka berdua.


" Siapa dulu dong ". Bangga Yuma. Kebahagiaan terus menyelimuti rumah Zhao hari ini, layak nya kabut hitam telah perlahan menghilang dan tergantikan oleh sinar bulan menerangi setiap apa yang berada di alam nya.


...**...


Zhao Wei pun pulang dari kerja nya diikuti oleh Xian-kakak sepupu dari Yuma, mereka masih mengenakan pakaian kantor namun dengan jas telah terbuka dan di gantung pada lengan mereka.


" Papa ! , Xian ". Sambut Shuwan-sang istri.


" Bibi ". Sapa Xian memberi salam kepada Shuwan.


" Di mana Yuma ? Dia benar pulang kah ? ". Tanya Xian penasaran.

__ADS_1


" Apa kau tidak percaya jika aku pulang lagi ke rumah, kakak bodoh ? ". Yuma berdiri lumayan jauh sembari memainkan kedua alis nya naik turun.


" Ya kan kali aja kau sedang sakit, jadi linglung ". Canda Xian.


" Menyebalkan ". Ketus Yuma.


" Sudah kemari lah , kakak mu ini butuh pelukan untuk menambah energi lelah nya bekerja ". Xian merentangkan tangan nya sehingga berharap Yuma memeluk nya.


" Papa juga, kemari lah peluk papa ". Ucap Zhao Wei ikut merentangkan kedua tangan nya.


" Tidak ya, kalian bau ! Sana mandi dulu dan kita makan setelah itu ". Ucap Yuma membalikkan badan nya meninggalkan ketiga insan yang masih lekat memandang punggung nya.


Setelah menunggu lama, mereka pun sudah siap untuk makan malam keluarga tanpa mengingat jika tuan Chen mengundang nya makan malam. Kebahagiaan yang menyelimuti membuat Zhao Wei lupa segala nya sampai tadi bekerja pun asisten nya terus mengingatkan.


" Papa, aku juga berencana berhenti kerja ". Ucap Yuma. Yang lain nya pun menghentikan sejenak mengunyah makanan itu dan memperhatikan Yuma, sedangkan Wusan masih lahap makan sendiri di samping Yuma.


" Itu lebih bagus ". Seru sang papa di sertai senyum lembut begitupun dengan sang ibu. Xian seperti memikirkan sesuatu.


" Yuma kau bekerja saja di perusahan papa mu, bukankah itu baik ? ". Saran Xian.


" Seperti nya tidak kak, aku tidak ingin lagi bekerja di perusahaan ". Ucap Yuma.


" Kenapa ? ". Tanya mereka bersamaan.


" Toko kue ? Kau bisa membuat kue Sayang ? ". Tukas Sang papa dan Yuma pun mengangguk pelan.


" Kue buatan kakak ku sangat enak, iya kan ma ?! ". Wusan angkat bicara.


" Benarkah ? Wah papa harus mencoba nya sebelum menyetujui ". Ujar papa Chen.


" Seperti nya aku juga harus mencoba terlebih dahulu ". Timpal Xian.


" Masih ada, Yuma membuat banyak tadi agar papa dan kakak bisa mencicipi nya !". Ucap Yuma beranjak dari kursi meja makan hendak mengambil kue yang dia buat.


Tidak lama dia pun kembali dengan berbagai kue di atas nampan panjang. " Ini cicipi ". Ucap Yuma menyimpan nampan di atas meja kosong.


Xian serta papa Zhao Wei pun mencicipi sedikit kue sebelum nya namun tidak lagi saat kue itu sampai di tenggorokan.


" Oke papa setuju ! Di mana kau mendirikan kue toko nya ? Besok papa akan mensurvei nya ". Ucap Papa Zhao langsung setuju.

__ADS_1


" Aku juga, aku akan pergi ke toko kue mu untuk melihat-lihat ! Wah sepertinya Gery harus tahu soal ini ". Ucap Xian.


" Nanti di hari libur kerja saja kita ke sana, besok aku harus mengurus pengunduran diri ku ! Lagi pula papa dan juga kakak pun harus bekerja bukan ? ". Tutur Yuma.


" Baiklah, nanti hari minggu kita ke sana ". Ucap Zhao Wei-sang papa.


" Baiklah, aku ikut saja ". Ucap Xian.


Setelah lama di area ruang makan, keluarga itu pun berbincang di dalam ruang keluarga sesekali bercanda dan tertawa keras. Handphone milik Zhao Wei berbunyi, tanpa melihat nama yang tertera dia langsung menggeser ikon hijau.


" Halo tuan Wei, malam ini anda ada jadwal makan malam dengan tuan Chen ! Maaf saya lancang, saya hanya mengingatkan anda ". Ucap Asisten nya. Zhao Wei berdiri dengan ekspresi wajah merengut.


" Astaga ". Ucap Zhao Wei setelah memutuskan sambungan telpon nya.


" Ada apa pa ? ". Tanya sang istri.


" Ma, papa lupa jika malam ini ada undangan makan malam dari tuan Chen ! Bagaimana ini ? ". Zhao Wei benar-benar lupa, dia sesekali menatap jam di tangan nya.


" Jam berapa undangan nya pa ? ". Tanya Yuma.


" Jam delapan sayang dan ini hampir jam delapan ! ". Seru sang papa.


" Aku akan ke sana, papa istirahat saja di rumah !". Seru Yuma. Dia pikir ini tidak baik untuk nama baik papa nya dan akan merasa tidak enak tidak memenuhi undangan nya, Yuma takut mereka begitu tidak di hargai jika tidak datang.


" Papa coba hubungi tuan Chen, katakan pada nya aku dan kakak Xian yang akan datang ! ". Ucap Yuma. Xian berhenti mengunyah.


" Aku ? ". Tunjuk Xian pada dirinya sendiri.


" Sudah ayo ganti pakaian mu ". Ucap Yuma menarik Xian agar segera berdiri.


" Papa akan menghubungi tuan Chen ". Zhao Wei pun ke luar dahulu.


" Aku tidak bawa baju ganti sama sekali Yuma ". Keluh Xian.


" Tidak perlu formal dan memakai jas segala ! Kenakan pakaian santai saja, aku juga akan mengenakan pakaian santai ". Ucap Yuma.


" Tapi.. ". Kilah nya namun Shuwan lebih dulu memungkas.


" Pakaian mu ada di kamar bukan ? Pakai yang ada saja ". Ucap Shuwan.

__ADS_1


" Iya aku tahu ". Xian pun berlalu pergi.


Zhao Wei pun menghubungi tuan Chen dan meminta maaf terlebih dahulu atas keterlambatan nya, Zhao Wei pun memberitahu jika putri nya yang akan datang.


__ADS_2