Cinta Yuma

Cinta Yuma
Eps 120


__ADS_3

Ingat waktu dulu, waktu Daniel pertama kali bermain ke tempat bermain dan waktu itu dia di kerumuni oleh kaum hawa, kaum Adam pun tak elat meminta photo sampai di mana Yuma dan juga Wusan-adik Yuma, membantu nya.


Dulu, Wusan berpura-pura sebagai putra dari Daniel dan juga Yuma sebagai istri nya, tapi sekarang yang berteriak memanggil papa adalah putra nya sendiri, darah daging nya.


Entah kenapa juga Daniel langsung percaya begitu saja, karena bagaimana pun Daniel Chen bukan orang sembarangan apalagi percaya pada wanita yang hampir lima tahun lebih menghilang.


"Yang benar saja ?"


"Nona apa benar anda istri dari tuan Daniel ? Lalu kemana anda selama ini, kenapa tidak terekspos media dan juga tetangga ? Dan sekarang anda tiba-tiba muncul dengan sangat menarik perhatian semua orang ! Bukan kah hal ini mencurigakan ?"


Pertanyaan pun silih terlontar bergantian dan Daniel juga Yuma menjawab dengan pas seakan mengatakan dia tidak perlu ke luar.


"Untuk apa ? Lagi pula lebih nyaman hidup normal, jauh dari berita dan media. Saya pun harus fokus mengurus Xiao Lin dan tentu saja di samping itu saya harus menjaga kehidupan keluarga"


"Dan satu lagi. Saya dan putra saya tidak tinggal di China !,"


Semua orang terkaget dan semakin penasaran.


"Kami tinggal di Singapore dan tentu suami saya sangat menyetujui nya. Bukan begitu sayang ?!."


Ujar Yuma menatap Daniel yang tengah menatap kaget pada Yuma.


Yuma melirik Yuwen dengan perangai licik nya. Ekpresi pun seolah tengah mengejek.


"Jadi nona, kau sudah salah memfitnah suami saya dengan segala rencana mu itu ! Saya tahu siapa anda tapi saya tidak cukup tahu jika ternyata anda wanita licik"


"Yaakk" Teriak Yuwen sudah kalah telak dan hendak kembali mencaci.


"Sssttt!!!"


"No nona, jangan jadikan celah karena saya memberitahu jika saya dan putra saya tinggal di atap langit yang berbeda dengan suami saya"


"Tatapan nya jangan begitu atau saya akan merasa bersalah ! Oh iya, Daniel dua hari sekali pulang ke Singapore dan akan tinggal lama jika pekerjaan di China tidak ada hambatan"


"Iya kan, sayang ?"


Ujar Yuma kembali terus berbicara tanpa ada yang menukas nya. Perangai Yuwen pun sudah kalah telak.


Asisten Yuwen segera datang, dia terlihat berlari mendekati artis nya.

__ADS_1


"Ayo kita pergi, ayo cepat" Panik nya membalut kan mantel pada pundak Yuwen lalu kemudian membawa nya pergi.


"Awas kau ya" Tunjuk Yuwen pada wajah Yuma dengan amarah nya, kobaran balas dendam pun muncul membara di netra.


Shen tidak basa-basi langsung berdiri di podium, dia menutup jumpa pers hari ini dengan banyak sekali pertanyaan dan juga rasa kaget yang menyerang, juga membiarkan Daniel serta Yuma keluar dari ruangan.


Para wartawan pun masih belum kenyang tapi Shen adalah Shen si otak licik dan si mulut tajam sampai di mana media yang ada di dalam pun bubar.


...**...


Tepat nya, jumpa pers di adakan di aula hotel yang sudah di sewa.


Daniel masih menggendong Xiao Lin dan menggenggam tangan Yuma hendak menuju lantai lima tempat nya istirahat.


"Lepas"


Tepis Yuma dengan kasar saat sudah berada di dalam lift.


"Sayang, turun !."


Tegur Yuma pada putra nya yang masih betah di dalam pangkuan sang papa.


Yuma memalingkan wajah nya. Xiao Lin minta turun dan akhir nya Daniel melepaskan.


"Ma" Ucap Xiao Lin menarik-narik kardigan Yuma. Yuma sejenak menyeka air mata nya dan kemudian menoleh pada Xiao Lin.


"Sini"


Yuma menarik Xiao Lin agar berdiri di depan nya. Daniel menatap nanar, kedua alis nya hampir menaut.


Daniel diam, di atara senang dan bingung, dia terdiam menatap Yuma yang sangat dingin dan acuh.


Sampai mereka di lantai lima dan menuju ke kamar yang biasa dia tempati.


"Ma kau kenapa ?" Tanya Xiao Lin merasa mama nya tidak bergairah hari ini, padahal tadi dia baik-baik saja sewaktu perjalanan.


"Mama hanya lelah sayang.


Bolehkah kita langsung pulang saja ?" Jawab Yuma dengan lembut, membelai wajah putra nya dan sesekali memeluk dari samping.

__ADS_1


Daniel duduk di sofa paling ujung, manik mata nya tak dapat berpaling dari sosok yang sangat dia rindukan


"Maaf kan Lin-Lin ya Ma! Mama pasti sangat lelah. Sekali ini saja, Lin-Lin mau bersama Papa ! Untuk ke depan nya Lin-Lin tidak akan minta itu lagi"


"Mama lelah dan Lin-Lin nakal terus meminta bertemu papa ! Maaf"


Xiao Lin beranjak naik ke atas sofa dan langsung memeluk Yuma sayang.


Daniel menangkap itu, mata nya berembun. Ada ketakutan sendiri di wajah nya, dia bingung apakah benar anak kecil itu adalah putra nya atau bukan.


Sudah lima tahun lama nya Yuma pergi dan ada kemungkinan anak itu bukan putra nya.


Daniel berdiri, memasukkan kedua tangan nya ke dalam saku dalam balutan jas hitam dan sapu tangan merah di saku dada nya.


"Anak siapa dia ?" Tanya Daniel tanpa basa-basi. Dia laki-laki yang butuh kepastian, dia tidak ingin kesalahan menyelimuti nya lagi.


Yuma melirik dan memijit kening nya karena isi kepala seakan beradu pedang di dalam nya.


Xiao Lin jongkok di atas sofa dengan balutan jaket denim dan juga cela kargo hitam nya, memperhatikan ayah dan ibu nya yang mulai saling melempar kata.


"Anak mu" Tegas Yuma pun tanpa berbasa-basi. Sorot mata nya meyakinkan itu.


"Anak ku ? Bukan kah kita tidak berhubungan selama lima tahun ini ? Aku menyentuh mu satu kali dan setelah itu tidak pernah lagi"


"Ini sudah lima tahun lama nya dan mungkin kau ada hubungan dengan pria lain ? Bukan kah itu juga harus di pertimbangkan ?"


"Melakukan sekali sangat mustahil jika langsung tumbuh. Benar bukan ?."


Menurut Daniel saat ini, perkataan nya biasa-biasa saja dan ringan di hati karena dia pun perlu kebenaran yang autentik jika benar Xiao Lin adalah putra nya.


Tapi tidak dengan Yuma, perkataan Daniel walau hanya beberapa kalimat, sangat menyakiti hati nya.


Baiklah, katakan perkataan itu tidak sengaja tapi Yuma tetap saja sangat tersinggung dengan ucapan Daniel. Dari sepenggal kata tadi, dia simpulkan jika Daniel menganggap dirinya adalah wanita murahan, tepat seperti apa yang di katakan oleh Yuwen di aula.


Bukan kah itu adalah penghinaan untuk nya ?


Yuma diam menatap lama kedua bola mata Daniel.


"Ternyata Kau masih belum mengenal aku, Daniel!"

__ADS_1


Jawaban singkat namun penuh makna. Yuma berbalik menghadap Xiao Lin dengan senyum palsu terulas.


__ADS_2