
Tidak ada beban saat ini dalam diri Yuma. Kebahagian itu begitu lepas dan juga ringan terlihat. Daniel terus memandang wajah Yuma sesekali sudut bibir nya terangkat.
Jingyi dan juga Shen sibuk sendiri, mereka bermain wahana khusus orang dewasa. Sedangkan Yuma, Wusan dan juga Daniel, mereka bermain wahana khusus anak kecil.
" Kakak aku ingin bermain yang di sana ". Tunjuk Wusan pada komedi putran yang terus memutar.
" Lets go ". Yuma dan juga Wusan saling berpegangan tangan dan berjalan riang menuju komedi putar. Daniel melangkah panjang dengan tangan menenteng tas kecil milik Yuma.
" Kau tidak ikut naik ?! ". Seru Yuma.
" Tidak ! kalian saja, aku akan menunggu di sini ". Sahut Daniel memilih mengoperasikan handphone nya. Dia duduk pada kursi panjang yang terbuat dari besi, namun tidak lama dari itu beberapa gadis menghampiri Daniel, kira-kira usia mereka 19-20 thn.
" Kakak kakak, boleh kita photo bersama ?! ". Seru salah satu gadis di antara mereka.
" Iya kak, bolehkah ?! ". Antusias mereka. Daniel hanya menautkan kedua alis nya dengan ekspresi yang begitu menyebalkan.
" Maaf saya tidak bisa ". Tolak Daniel.
" Sekali saja ". Paksa mereka bersamaan sembari mengacungkan jari telunjuk mereka.
" Baiklah, satu kali saja tidak lebih ". Daniel jengah, gadis seusia mereka tidak tahu penolakan, untuk itu Daniel menuruti permintaan mereka.
" Kakak tampan terimakasih ". Senang mereka. Kesenangan itu membuat Daniel hanya menggelengkan kepala.
Situasi yang di hadapi oleh Daniel telah menjadi pusat perhatian semua orang termasuk Yuma yang sedari tadi tidak melepaskan penglihatan nya dari Daniel.
" Kak, kami juga ingin berphoto, satu kali saja, boleh yah ?!".
Daniel seperti artis dikerumuni banyak Fans. Kenyataan nya memang iya, jika di lihat-lihat Daniel begitu tampan, postur tubuh pun sangat menjanjikan. Jadi mungkin wanita mana yang tidak tertarik kepada nya.
" Maaf tidak bisa ". Tolak Daniel yang mulai jengah dan juga tidak suka jika terus seperti ini.
" Papa ".
Teriakan itu pun menjadi pusat perhatian sekitar termasuk Daniel. " Papa ". Teriak Wusan semakin keras. Dia terlihat telah selesai bermain.
Daniel menyunggingkan salah satu bibir nya dan segera meraih tubuh Wusan dan dia bawa ke dalam dekapan nya. Yuma berjalan begitu cantik dengan mimik wajah dia buat seperti wanita yang tengah cemburu.
" Sayang ada apa ?! ". Tanya Yuma. Daniel tak menjawab.
Yuma berbalik menatap orang-orang yang hendak meminta berphoto, di sana pun tidak hanya wanita, laki-laki pun ada di antara mereka.
" Saya minta maaf sebelum nya, tapi suami saya sedang lelah hari ini. Jika begitu kami permisi ! ". Seru Yuma menggandeng Daniel berlalu pergi dari sana.
__ADS_1
Mereka kecewa karena tak dapat berphoto dengan Daniel namun mereka pun mengerti, terutama para gadis. Daniel tidak akan berpaling, karena wanita di samping nya begitu cantik dan begitu cocok bersanding dengan nya.
" Sayang ? ". Ucap Daniel menatap Yuma lekat.
" Uuh ? maaf saya lancang tadi ". Tutur Yuma. " Wusan ayo turun, kenapa kau begitu betah di gendong oleh nya hmm ?! ". Ucap Yuma.
" Terimakasih ". Ucap Daniel saat tangan Yuma hendak mengambil alih Wusan.
" Tidak masalah, aku tahu tadi anda tidak nyaman ". Daniel hanya memberi seulas senyum saat ini.
" Masih ingin bermain ?! ". Tanya Yuma.
" Masih, tapi perut ku lapar ". Ucap Wusan menekan perut nya.
" Ayo makan dulu, teman mu sudah menunggu di tempat makan ". Timpal Daniel.
" Baiklah ayo ". Ajak Yuma.
Di sebuah kedai yang di mana di sana masih berada di dalam taman hiburan, Shen melambaikan tangan nya ke arah Daniel.
" Yuma ". Teriakan Jingyi begitu memekik telinga. Shen kaget sehingga kelopak mata nya membulat penuh, ingin rasanya dia memukul kepala Jingyi.
" Aunty ". Panggil Wusan.
" Sayang, bagaimana bermain nya, seru ? ". Tarik Jingyi pada lengan Wusan.
" Yum, dia benar-benar bahagia, makanya jangan terlalu sibuk bekerja sampai lupa dengan adik kecil mu ini ". Seru Jingyi.
" Huffh ". Yuma hanya menghela nafas nya, Daniel melirik Yuma di sela minum nya.
" Kapan-kapan kita bermain lagi ke sini, bagaimana ?". Antusias Shen.
" Aku setuju ". Sahut Jingyi begitu tertarik kepada Shen.
Daniel dan juga Yuma menatap mereka berdua bergantian dengan tatapan penuh tanya.
" Sejak kapan kalian begitu sedekat ini ?! ". Selidik Yuma.
" Sejak tadi, iya kan Yi ". Senyum Shen menaikkan dagunya sekilas. " Kita memiliki hobi yang sama ternyata, untuk itu tidak akan canggung lagi untuk ke depan nya ". Ucap Shen.
" Betul sekali ". Sahut Jingyi.
" Tch,, tch,, tch,, sepertinya kalian memang jodoh ". Gumam Yuma dengan kepala menggeleng pelan.
__ADS_1
" Kenapa ? kenapa kau menggelengkan kepala seperti itu ? ayo beritahu aku ". Ketus Jingyi.
" Apa ? tidak ada, hanya perasaan mu saja Yi ". Kilah Yuma.
" Tapi jika dilihat-lihat kalian sangat cocok ". angguk Yuma.
" Benarkah ? aaaa terimakasih ". Jingyi langsung memeluk Yuma dari samping.
" Tunggu tunggu, apa maksud mu ? kenapa jadi aku ?! ". Tidak terima Shen.
" Sudahlah Shen iya kan saja, apa sulit nya ! ". Ujar Jingyi. Shen hanya menganga dan menaikkan kedua alis nya atas sikap kedua wanita yang baru saja dia kenal.
Daniel telah tak berada di tempat, dia bermain bersama dengan Wusan. Shen mengedarkan tatapan nya mencari keberadaan dua makhluk yang tidak ketahuan telah tak berada di tempat.
" Dimana mereka ?". Ucap Shen, sampai dimana matanya melihat Daniel tengah menggendong Wusan melangkah ke tempat nya.
" mama harus tahu ". Senyum Shen geli. Dia memotret Daniel dan kembali mengirim kepada mama nya.
...**...
Di rumah kediaman Chen. Mama Ella berlari mencari suami nya ke lantai bawah.
" Papa ". Teriak mama Ella.
" Astaga ma, apa yang kau lakukan ? jangan berlari di tangga, bahaya ". Seru papa Chen menegur mama Ella, namun mama Ella bukan nya kesal tapi dia tersenyum begitu senang nya.
" Ohoo ada apa ini ? apa yang membuat kedua sudut bibir mu terus melebar hmm ?! ". Papa Chen mendekati mama Ella.
" Pa lihat ini ". Mama Ella menunjukkan photo Daniel dan juga Yuma, ada beberapa photo yang di ambil oleh Daniel.
" Apa ini ? sejak kapan dia bisa mengenakan celana pendek ? lalu siapa wanita ini ? ini juga, siapa anak kecil ini ?! ". Pertanyaan papa Chen begitu beruntun, ada rasa bahagia dalam hatinya yang begitu tidak bisa di gambarkan.
" Pa, mama merasa pernah melihat anak kecil ini, tapi di mana ya ?! ". Mama Ella mengingat-ingat.
" Papa juga sama ma, tapi di mana ya ?! ". Papa Chen pun mencoba mengingat wajah yang tidak asing dalam mata.
Setelah beberapa detik, mama Ella kembali bersuara.
" Wanita di kediaman keluarga Zhao, dia ada di sana bersama anak kecil dan anak kecil yang ini sangat mirip dengan nya. Benarkan pa ?!". Ujar Mama Ella.
" Benar, benar ma itu dia ". Timpal papa Chen.
" Kita harus bertemu dengan nya pa, bagaimana ? apa kita undang saja dia untuk makan malam di sini ?! ". Mama Ella begitu semangat dan juga begitu antusias.
__ADS_1
" Bisa di atur ". Papa Chen pun seolah sangat mendukung.
...**...