
" Hikss,, hikss, tolong lepaskan aku Daniel ". Tangis Yuma pecah, tubuh nya begitu bergetar dan juga ketakutan.
" Jangan menangis, bukankah ini yang kau inginkan ? kau meninggalkan aku salah satu nya karena ini bukan hah ?! ". Daniel kembali membentak Yuma dan menatap nya nyalang, Yuma memalingkan Tatapnya saat Daniel hendak menjamah wajah nya.
" Sialan ". Marah Daniel menangkup wajah Yuma begitu kasar dan mencium bibir nya paksa. Yuma berusaha terlepas dari kungkungan Daniel namun tidak berhasil.
" Hiks,, hiks, Lepas ". Teriak Yuma saat kedua bibir itu terlepas. Daniel kembali mencium bibir Yuma dan semakin memperdalam.
" Aahhh ". Yuma kembali menjerit saat Daniel mengigit bibir bawah nya. " Lepaskan aku brengsek ". Teriak Yuma.
plaakk. ...
plaakk. ...
Yuma menampar pipi Daniel sesaat setelah tangan kanan Yuma terlepas dari cengkraman tangan Daniel.
"Sadarlah, aku bukan kekasih mu, aku bukan Xena ! ". Teriak Yuma dengan penampilan telah acak-acakan.
" Hikss,, hikss, aakkhhhhh, lihatlah aku dengan jelas Daniel ". Suara Yuma menggelegar. Dia kembali menampar Daniel untuk yang kesekian kali nya, saat ini Daniel hanya terdiam, terduduk menyamping sembari menatap Yuma lekat.
" Yuma ". Bibir Daniel terdengar prau dan juga serak.
" Menjijikan ". Seru Yuma membalik kan badan nya dengan air mata yang terus dia seka. Yuma hendak pergi ke kamar mandi untuk menghapus semua bekas ciuman dan juga cengkraman dari Daniel.
" Yuma, Yuma ". Dengan cepat Daniel berlari dan memeluk Yuma dari belakang. " Maaf, maafkan aku, Yuma maafkan aku, maaf, maaf ". Ucap Daniel, sorotan mata Daniel begitu kaget dan juga ketakutan saat dirinya melihat Yuma di depan nya.
" Yuma maafkan aku, maaf ". Daniel semakin mengeratkan pelukan nya. Tidak ada sahutan dari mulut Yuma, Daniel hanya merasakan jika tubuh Yuma bergetar dan itu semakin membuatnya bersalah.
Tangan Daniel yang melingkar terasa basah dan itu karena air mata Yuma yang terus berjatuhan.
" Pergilah, keluargamu sedang mencari mu, mereka pasti sedang resah dan menunggu mu pulang". Ucap Yuma dengan kasar melepas pelukan Daniel.
" Tidak Yuma, maafkan aku, maaf, maaf ". Daniel kembali menarik Yuma saat dia hendak pergi dan memeluk nya sesal.
Nafas Yuma memburu, tangis nya semakin mengeras. Tidak sadar Daniel pun ikut menitihkan air mata karena telah melakukan hal seharusnya tidak dia lakukan.
" Maaf maaf maaf ". Daniel terus meminta maaf. Tubuh Yuma melorot saat Daniel masih memeluk nya. Daniel kaget dan segera menopang tubuh Yuma.
__ADS_1
" Yuma ? ". Seru Daniel. Yuma tiba-tiba pingsan. " Yuma kau kenapa ? Yuma maafkan aku ". Daniel begitu panik, dia segera membaringkan Yuma.
Daniel mencari-cari handphone nya tapi tidak dia temukan, lalu Daniel mencari handphone milik Yuma dan dia temukan di dalam tas kerja nya.
Daniel segera mengetik nomer seseorang untuk dia hubungi, namun bukan nomer Shen karena dia tidak hafal nomer nya, untuk itu dia menghubungi nomer rumah.
" Halo selamat malam ". Suara lembut seseorang menyapa Daniel.
" Mama ". Ucap Daniel.
" Daniel ". Teriak Mama Ella histeris. " Kamu di mana nak ? kenapa tidak pulang ke rumah ?! ". Mama Ella bertanya dengan cepat. Papa Chen dan juga Shen yang masih terjaga pun berlari mendekati Mama Ella.
" Kak kau di mana ? kau baik-baik saja bukan ?! ". Shen mengambil alih telpon rumah itu dari tangan mama Ella.
" Shen cepat kirim dokter ke apartemen Yuma, sekarang ! Aku mau sekarang, cepat ". Teriak Daniel begitu khawatir.
" Ada apa ini ?! ". Shen ikut Panik.
" Cepat ". Teriak Daniel.
" Baik-baik ". Shen menutup telpon nya dan segera menghubungi dokter.
Wajah Daniel pucat, suhu tubuh nya pun belum juga turun tapi Daniel berusaha untuk tidak ambruk. Setelah selesai membersihkan diri, Daniel kembali mendekati Yuma dan membenarkan selimut yang masih terlihat acak-acakan.
" Yuma ". Ucap Daniel lembut dengan menggenggam tangan nya sesekali mengecup tangan Yuma.
...**...
Ketukan pintu terdengar, Daniel segera membuka pintu.
" Ada apa Daniel ?! ". Tanya Dokter itu yang kebetulan adalah paman nya.
" Paman cepat masuk, dia sedari tadi tidak sadarkan diri ". Tarik Daniel kepada paman nya.
" Tenanglah ". Ucap sang paman.
Yuma di periksa, sesekali Daniel mendapat lirikan tajam dari sang paman. " dia kelelahan dan shock, jantungnya masih berdetak dengan tidak normal menandakan ketakutan ". Dokter itu kembali membenarkan selimut Yuma dan kembali merapihkan alat periksa nya.
__ADS_1
" Sebenarnya apa yang kau lakukan padanya ? ada bekas cengkraman di tangan dan leher nya juga, Daniel ! ". Tajam sang paman.
" Aku benar-benar tidak sengaja paman ". Sesal Daniel kembali mendekati Yuma. " Kapan dia akan bangun ? kenapa belum juga sadar ?! ". Tanya Daniel.
" Astaga Daniel, kau mabuk dan datang ke apartemen seorang gadis dan kau melakukan hal yang menjijikan kepada nya ?! ". Geram sang paman. Dia pun tahu bagaimana Daniel karena mereka sangat Dekat.
" Aku benar-benar sedang emosi, aku juga tidak sadar jika berada di apartemen Yuma !". Bela nya.
" Astaga, paman sudah katakan kepada mu jika kau ada masalah segera datang kepada paman. Lihatlah akibatnya, kau menyakiti gadis orang Daniel ! ". Kesal sang paman. Sang paman pun seusia dengan Daniel, tapi dia lebih sibuk di rumah sakit dari pada berkumpul dengan keluarga.
" Sudahlah kau hanya membuat rasa bersalah ku semakin besar ". Seru Daniel.
" Kau ini, tidak bisa jika di kasih tahu! ". Ucap Sang paman. Ketukan apartemen Yuma kembali terdengar.
" Ada tamu, kau buka pintu sana ". Ucap sang paman.
" Kau saja ". Ketus Daniel.
" Haisshh, kau benar benar menyebalkan ". Sang paman memukul udara karena kesal kepada Daniel. Dia segera membuka pintu.
" Arya, bagaimana ? ada apa ini ?! ". Tanya Mama Ella. Shen tanpa bertanya dia segera masuk ke dalam.
" Ada apa ini Daniel ?! ". Tanya Shen berdiri di ambang pintu kamar Yuma. " Ada apa dengan Yuma ? aku baru saja sampai ke rumah setelah mengantar Yuma dan dia baik-baik saja, ada apa ini, kenapa dengan dia ?! ". Cehcar Shen.
Mama Ella mendekat. " Daniel ". Ucap nya.
" Mama ". Daniel berdiri dan memeluk erat tubuh mamanya.
" Kemana saja kamu nak ? kamu tidak pulang membuat mama khawatir. Kenapa hmm ?! ". Mama Ella menangisi putra sulung nya yang begitu saja selalu menghilang.
" Maaf ". Hanya kata itu saja yang selalu ke luar dari mulut Daniel ketika hal seperti ini terjadi.
Arya dan juga Papa Chen berdiri di sisi ranjang lain nya dan memperhatikan wajah cantik dari Yuma.
" Kenapa kau bisa ada di sini Daniel ?". Tajam Papa Chen.
" Bisa kau jelaskan ? ". Ucap nya kembali.
__ADS_1
" Aku yang akan menjelaskan kepada kalian ". Ucap Arya tanpa berhenti memberitahu mereka dan memberitahu keadaan Yuma.