Cinta Yuna

Cinta Yuna
A/


__ADS_3

Tawa riang dipagi hari terdengar sangat hangat,sehangat mentari pagi yang menembus jendela rumah .wajah yang riang ,senyum yang manis seolah menjadi menu utama dimeja makan....


dan...semua menjadi putih,tiba tiba kedua jasad yang terbujur kaku itu melayang dan tergeletak tak berdaya


Gadis itu memekik,menggelengkan kepalanya...dan berteriak


"Ayaaaah.....Ibuuuuu"


"Yuna sepulang sekolah mampir kerumah nenek ya? ayah dan ibu ada perlu sebentar bila sudah selesai yuna pasti kami jemput..." kata kata itu seolah menggema di telinga nya


namun dia hanya menemukan kedua nya terbujur kaku diselimuti sebuah bendera bertuliskan sebuah penolakan... "Ayaaaaah"


"Shhhhaaaaaahhhhhks"


dia terbangun,tubuh nya terduduk bermandikan keringat yang seolah berlomba dengan air mata nya


dia mengusap rambut nya ,lalu beranjak dari tempat tidur nya


dia menyalakan lampu,lalu menghampiri kulkas dan mengambil air putih


"Glek....glek....glek..."


wajah nya masih diliputi ketegangan


dia hanya memandangi foto keluarga kecil nya


tak terasa 3 tahun sudah kedua orang tua nya meninggalkan nya di dunia ini,hanya dengan seorang nenek tua renta yang dia titipkan di panti jompo,


orang tuanya meninggal dalam tragedi sebuah demo buruh di suatu perusahaan karena mengalami PHK secara sepihak


dan kini dia harus bekerja dan merawat nenek nya,belakangan ini sang nenek sering pikun ...mungkin karena faktor usia,jadi dia memutuskan untuk menitipkannya di panti jompo


dia membuka ponsel nya


"HBD...Yunaaa,tahun ini semoga kamu tambah dewasa,tambah cantik dan tambah banyak rezeki...ambil kado dariku ya di fastfood kamu..aku titip ke lawan shift kamu...daaaah"


itu dari Rara sahabat nya dan mungkin satu satu nya orang yang peduli pada nya setelah kekasih nya Rendi yang menghilang tanpa kabar


Yuna tertunduk,airmata nya kembali mengalir,

__ADS_1


ini hari ulang tahun nya...dan bahkan dihari spesial ini dia masih harus merasakan kesendirian


Bagi sebagian orang kekasih bisa dijadikan tumpuan hidup setelah kedua orang tua


tapi itu tidak berlaku bagi Yuna


pada awalnya Rendi seperti kekasih lain nya dia perhatian ,bahkan hampir setiap hari dia menemui Yuna


namun karena kesibukan masing masing...mereka jadi jarang bertemu


bahkan untuk sekedar menyapa lewat ponsel


Rara sering mengingatkan untuk tidak lagi berharap pada Rendi


namun,jauh dihati kecil Yuna pada moment moment seperti ini Yuna butuh sosok Rendi


Yuna menghabiskan sisa air minum digelasnya,dia hanya termenung duduk ...sambil memandangi foto keluarga kecil nya


"Kenapa hidupku harus seperti ini...ayah ibu...aku sudah tak tahan lagi...


Pagi yang hangat itu menyinari kamar Yuna ,mata nya perlahan terbuka..dia terduduk kembali merenung...


Yuna menghela nafas panjang


"Asstagaaah....."


"Bagai mana ini,apa yang harus aku lakukan jika begini...kemana lagi aku harus cari kerja...Haaaa,semoga keberuntungan memihaku kali ini..." Gumam nya sendiri


Yuna beranjak mandi dan sarapan roti tawar dengan selai coklatnya sambil menonton siaran berita ditelevisi pagi itu


Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di padatnya lalu lintas dipusat kota Mobil mewah itu mengalami Rem blong dan menabrak pembatas jalan,dengan korban seorang supir,pegawai...dan majikan nya yang langsung dilarikan keRumah Sakit Centra Medika...rumah sakit terdekat dari kecelakaan itu...


Yuna menghela nafas.."Kok bisa mobil mewah tidak ada rem nya...mending pake mikrolet aja...biar ngebut tapi rem nya ok..." Gumam nya sambil tertawa kecil


setelah melahap roti tawar nya dan meminum air putih nya ,Yuna beranjak pergi menuju panti jompo untuk menengok nenek nya..


dia pikir sudah jarang juga dia menjenguk sang nenek karena jadwal kerja yang sangat melelahkan


Perawat disitu menyambut Yuna dengan senyuman,Yuna pun membalasnya lalu bergegas menemui nenek nya

__ADS_1


"Nenek sedang berjemur..." ucap sang perawat kesebuah taman kecil di panti itu


sang nenek menoleh.."Yunaaa..." mereka saling berpelukan melepas rindu


"perawat bilang nenek susah minum obat dan vitamin ya??"


nenek nya hanya mendelik "Gosip...itu mah Yuna"


Yuna menghela nafas..ini nih tantangan menghadapi nenek nenek yang sudah pikun


"Yunaaa..."


"Mmmm...."


"Kapan kita pulang kerumah...nenek rindu rumah Yuna"


"Hmmmm...kalo nenek rajin minum obat minum vitamin...nenek pasti boleh pulang..." bujuk Yuna


"Apa benar?? Yuna tidak bohong kan??"


Yuna menggeleng sambil mengacungkan dua jari nya untuk meyakinkan sang nenek


"Ok..nenek mau minum obatnya"


sang perawat yang dari tadi disitu pun bergegas memberikan obat dan vitamin nya


Yuna dengar dari sang perawat sudah dua hari ini nenek susah untuk meminum obat nya


jadi Yuna pikir untuk turun tangan sendiri membujuk nenek


"Yuna halaman belakang rumah kita sangat indah ya?? kamu pintar bikin tanaman nya ..."


Yuna menepak jidat nya


"Inituh taman di panti nek..."


"Kapan kita kepanti???Haaaa......harus nya Yuna kasi tau nenek kalo kita mau pergi ke panti..."


"Astagaaah....

__ADS_1


__ADS_2