
"Tak penting, kenapa bisa ada padaku..kau hanya harus menjawab saja..cepat cepat" ucap Egy seolah mengalihkan perhatian
"itu...aku meniru nya dari seorang teman..."ucap Yuna
"Teman??"
"Teman masa kecilku ."
Egy terdiam...
"Apa dia ibu mu??"...
mereka tertawa kecil "Aku tau ...aku tau .."
"Apa kita akan selalu bertemu disini..."
Egy tersentak, dia menatap Yuna...
"Siapa mereka??"
"Apa??" Yuna menatap Egy
"Anak kecil itu ..mereka sangat riang ..."
"Anak kecil??"
Yuna celingukan..namun dia tak mene nomukan seorang pun bahkan memang sangat sepi..karena masih terlalu pagi
"Dan..siapa wanita itu??"
"Kau ini kenapa??" Tanya Yuna masih celingukan
masa iya si majikan ini, melihat hantu di pagi buta??, Yuna mengusap pundak nya
"Kenapa begitu sulit untuk mengingat semua..." ucap Egy seolah mengeluh
Yuna menatap Egy yang hampir putus asa
"Kau hanya perlu agak sedikit tenang kau..terburu buru..bahkan kau seolah tak perrnah menyukai kunjungan dari keluarga mu sendiri.."
Ucap Yuna karna beberapa kali Egy menolak untuk ditengok oleh ibu dan kedua adik nya
Egy hanya terdiam ,setiap kali mengingat ibu dan kedua adik nya dia tak pernah merasakan bahwa mereka ada keluarga
dan juga dengan Fania...kehadiran nya tak pernah berhasil menarik perhatian Egy
kenapa semua seolah terasa palsu...
namun, tak pernah ada yang mau menjelaskan termasuk Arga...si supir pribadi itu, kemari lalu dia dengan senang hati mau menjawab setiap pertanyaan yang Egy lontarkan
Namun, sekejap kemudian
__ADS_1
"Maaf..Pak Egy, aku harap kita tidak pernah bertemu lagi..."
begitu ponsel itu langsung terputus
ponsel Yuna berdering diatas meja makan, sekembali nya dari olah raga pagi Yuna langsung menyiapkan sarapan
Egy menatap layar ponsel itu selagi Yuna mengambil gelas
"Tanduk Rusa..." Gumam Egy, dia memang tak tau aturan..menelpon sepagi ini...,apa dia tak bisa menahan untuk sekedar mengobrol dengan Yuna?
itulah sebab nya Yuna tak pernah bekerja dengan baik dirumah ini!
Egy menghela nafas kesal
Yuna mengangkat ponsel nya
"Ya?"
"Hari ultah nenek mu semakin dekat..sebaik nya kau persiapkan dari sekarang.." ucap Rara dari seberang sana
"iya aku tau..."
"Oya..bagaimana dengan voucher makan kita ...Wings O Wings .kapan lagi kita makan gratis.."
Yuna menghela nafas "iya..aku pasti datang, kita makan bersama oke??..dah"
Egy tersentak
ini tidak bisa dibiarkan Tanduk rusa itu harus sadar kalo dia berkencan dengan seorang gadis yang sedang bekerja..bukan seorang anak perempuan yang tinggal dirumah berdiam diri...
"Oya...sore ini, boleh aku pergi??"ucap Yuna
Egy nampak datar " Tidak boleh...jika keseringan berkencan..kau akan terlarut larut dalam kencan mu dan mengabaikan pekerjaan mu"
"Apa??, kencan???"
"Ya..lagi pula jika kau sering keluar rumah aku rugi...karna aku telah membayarmu di muka"
Yuna agak sedikit tersinggung, kenapa Egy begitu marah...lagi pula jika dia benar pergi berkencan itu tidak akan lama...semua pekerjaan ada jam istirahat nya bukan?
"Baik...Tuan majikan yang baik hati, kalo begitu aku akan menunggu sampai batas waktu...dan berhenti dari sini.." Ucap Yuna tak mau kalah
Egy menatap Yuna dengan segenap amarah, bukan itu jawaban yang Egy inginkan dari mulut Yuna
"oke...ingat ingat saja dengan rencana bisnis kecil mu itu...,aku hanya mengingatkan..kau sendiri yang meminta nya padaku.."
Egy meneguk minuman nya dan berlalu
"Aku sudah selesai"
Yuna terduduk lemas, kenapa tadi itu?
__ADS_1
kenapa Egy berfikir Yuna untuk pergi berkencan..padahal Yuna belum bilang dia akan pergi kemana
"Memang aku gadis murahan yang gampang diajak berkencan bahkan berkali kali.."Gumam Yuna kesal
Yuna mencuci piring nya , terlihat Egy menuruni anak tangga dia sudah rapih dengan kemeja dan jas kerja nya
Egy bahkan tak mengucapkan sepatah kata pun dia berlalu begitu saja
Yuna yang menyadari itu hanya menggerutu kesal
Egy membuka garasi mobil nya, namun dia mendengar seseorang membunyikan bel di gerbang nya
Egy menghampiri nya, dia mendapati Rara yang berdiri didepan gerbang nya
"Ada apa??"
"Aku mau bertemu Yuna, aku sudah menelpon nya tadi.."
"Tadi??,"
"Ya ...saat dalam perjalanan.."
"Sepagi ini??"
"Nenek nya akan berulang tahun dalam waktu dekat ini, kami biasa merayakan nya setiap tahun..dan aku mengajaknya untuk makan sore ini karna aku dapat voucher gratis makan di Wings O Wings..."jelas Rara secara terperinci karena dia takut Yuna tak di ijinkan keluar oleh sang majikan
" Voucher makan??"Egy hanya tertegun dia baru menyadari bahwa si Tanduk Rusa..bukan lah pria yang berencana mengencani Yuna tempo hari...bukan lah Tedy...
Tapi malah Rara..sahabat nya sendiri
"kau..si tanduk rusa?" gumam Egy
"Apa??" Rara sedikit terkejut ia tak begitu jelas mendengarnya
"maksudku...Yuna di dalam"
Egy berlalu menghampiri mobil nya yang terparkir manis di garasi
Kenapa dengan Egy?, majikan nya itu nampak aneh...
apa dia melihat nama penelfon tadi?
Yuna membuka ponsel nya ,dia tertegun apa Egy mengira bahwa si tanduk rusa itu Tedy?
Oh....astaga, Yuna menutup mulut nya dengan kedua tangan nya
"Berarti dia tidak menyukai Tedy..."
Yuna mencari kontak Tedy, dia berfikir sewaktu waktu Tedy bisa menelfon nya dan sewaktu waktu pula Egy bisa melihat nya...dia takut aku berlarut larut dalam kencan ku..sehingga rumah nya akan terbengkalai
Dengan sigap dia pun mengganti nama Tedy, dengan julukan yang dia fikirkan sendiri...
__ADS_1
"Burung Hantu"