
Hari itu begitu terasa panjang, semenjak kejadian tadi pagi Egy hanya berdiam diri dikamar..dia pun urung pergi kekantor
Tadi itu...
Mereka saling menatap, perasaan nya tidak keruan .Egy berdiri..dia menghela nafas panjang, sementara Yuna masih tertegun dia masih tidak percaya tentang apa yang dialaminya
"Maaf..." Ucap Egy
Dia menuangkan air kedalam gelas yang ada dimeja kamar nya, dia meneguk nya hingga habis
"Seharus nya ini tidak terjadi...seharus nya aku tidak melakukan hal ini.." Egy menatap Yuna
Namun Yuna masih tertegun seolah mulutnya terkunci
"Maaf..." Egy seolah merasa sangat menyesal
"Aku..."Yuna terbata
"Aku hanya sedang memikirkan sesuatu"
Egy berdiri di hadapan Yuna
"Lupakan saja.."begitu saja terucap di bibir Yuna
"Apa..??!"Egy terperanjat ,"kau menyuruhku melupakan kejadian itu?"
Yuna mengangguk perlahan
"Lalu apa kau sendiri bisa melakukan nya??"
Egy terkejut
"Kenapa tidak?, kita pernah melakukan beberapa hal aneh sebelum nya" ucap Yuna dengan penuh keraguan
"Hal aneh??"
Yuna mengangguk " Kau pernah menggenggam tanganku, kau pernah berada diatas ku dan aku pernah berada di atas mu..dan aku pernah memelukmu tiba tiba.."
"Apa...??"Egy masih tidak percaya dengan ucapan Yuna " Tapi..ini..."
"Sudah...stop!!"Tangan Yuna membungkam mulut sang majikan nya
"Jangan dibicarakan lagi...kita harus melakukan nya, kita tetap assisten dan majikan" ucap Yuna Gelisah
Dia pun merapihkan cucian nya kedalam keranjang dan berlalu
Egy tertegun, dia masih tidak percaya dengan apa yang dapat dilakukan Yuna
"Seharusnya dia yang mendesaku..seharusnya dia marah atau apapun seharusnya yang perempuan lakukan untuk laki laki yang tiba tiba mencium nya..tapi dia.."Egy menghela nafas nya
"Oouh..Aastagaa...dia benar benar perempuan aneh.."
Egy terduduk seharian dibangku kamar nya
"Tapi kenapa justru aku yang tidak bisa melupakan nya.."
Gumam nya
Yuna terus menerus menatap pintu kamar. Egy yang tertutup rapat, seharian ini..Yuna hanya mencemaskan Egy
Dia bahkan tidak turun untuk makan siang
"Haa..dia pemalu sekali..dia pasti canggung melihat ku" ejek nya pada sang majikan sambil menyapu lantai
__ADS_1
Tiba tiba ..
pintu kamar Egy terbuka ,terdengar langkah kaki menuruni anak tangga
Yuna yang menyadari itu tak berani untuk menatap nya, dia malah memalingkan muka berlagak sibuk mengelap meja disitu.
Tanpa menghirau kan Yuna ,Egy duduk di meja makan nya menikmati makan siang yang sudah terlewat kan beberapa jam lalu
Yuna menghampiri Egy, dia menuangkan air putih nya kedalam gelas Egy
Tanpa menghiraukan lagi..Egy hanya meneguk air putih nya
Yuna kembali menyapu lantai
keadaan begitu hening, sama sekali tak ada percakapan diantara mereka
Egy menyelesaikan makan nya, dia beranjak dan menaiki tangga
Kebetulan Yuna sedang menyapu disekitar situ,mereka berpapasan Aura nya terasa begitu dingin..namun jantung Yuna berdebar lebih kencang dari biasa nya..Aduh, bagaimana ini...
"Oya..." Egy berbalik sebelum memasuki kamar nya
"Ya..??' Yuna menoleh
Egy mendekat, Yuna makin salah tingkah
"tolong setrika kemeja hitamku..aku mau memakai nya malam ini.."Ucap Egy dengan nada datar dan sangat tenang
"Oh..Ya..ya, baik"
Egy berlalu dan memasuki kamar nya
Yuna menghela nafas, kaki nya terasa lemas seketika "Hah..dasar aneh, mengagetkan saja"
sementara Egy yang menutup pintu kamar nya, terlihat menghela nafas panjang dan terasa berat
"Astagaa...itu tadi sangat sulit aku melakukannya.."
Egy mengusap dadanya, rupanya dia hanya menutupi rasa tegang nya dihadapan Yuna
Egy berjalan menghampiri cermin dikamar nya, dia menatap diri nya sendiri
" Lihat..betapa sulit nya kan melupakan hal itu,kau bilang akan melupakan nya..tapi malah kau sendiri yang merasa tegang.."Ucap Egy pada sang cermin dengan muka jumawa
"OH..astaga, betapa sulit nya melupakan ciuman dari sang majikan yang sangat keren ini.."
Ucap Egy dengan muka angkuh nya didepan cermin
Egy tertegun, sejenak dia memikirkan sesuatu yang picik terhadap Yuna
Dia tersenyum, dan mengintip dari atas
"Si Aneh itu sedang mencari gelas dilemari dapur.."
Seketika terlintas sebuah rencana di otak Egy sambil memindik mindik dia menuruni anak tangga
Dia bergegas menghampiri Yuna yang sedang menuangkan air minum kedalam gelas
Egy datang dari arah belakang Yuna
Saat Yuna sedang meneguk air putih nya
"Yuna !!!"
__ADS_1
Uhukkm...uhuuukk...
Yuna berbalik seketika, dia mendapati Egy yang sudah berdiri tepat di belakang nya
"ASTAGAH...!!!!" seru Yuna memegangi dadanya
"Mana kemejaku?? kau..sudah menyelasaikanya??"Tanya Egy
"Tapi..kau baru tadi menyuruh ku, jadi.."
"Baiklah..aku akan menunggu dikamar"
"Bukankah sedari tadi kau memang menunggu nya di kamar??"
Egy menggaruk kepalanya " Aku hanya mengingatkan barang kali kamu melupakan nya"
"Apa..??"
" Ya sudah..aku mau masuk kekamar"
Yuna hanya menggerutu kesal
Tiba tiba...
Ponsel Yuna berdering, Yuna mengeluarkan nya dari saku celemeknya dia menatapnya
'Tanduk Rusa'
Egy yang masih berdiri disitu ikut mengamati ponsel Yuna
"Ta..tanduk Rusa??" gumam Egy
Yuna hanya menundukan kepala
" Permisi.." Yuna berlalu dari hadapan Egy dan mengangkat ponsel nya
"Hallo.."
Egy menatap nya hingga Yuna menghilang dibalik pintu kamar nya
"Tanduk Rusa..."Gumam Egy, dia berfikir
..Apa itu julukan untuk teman kencan nya itu??, Rupanya mereka masih saling berhubungan..dan, tidak seharusnya Egy menjadi pengganggu..kejadian tadi pagi itu, memang sudah seharusnya dilupakan...
Egy berlalu dengan kegelisahannya..
"Hallo??" Yuna menutup pintu kamar nya
"Yunaa.."
" Apa lagi Ra, aku sedang bekerja.."
"Yuna, minggu depan ulang tahun nenek kamu..apa tahun ini kita tidak menyusun pesta seperti tahun tahun lalu??"
Aah...
Rupanya itu dari Rara ,Yuna menamainya begitu karna Egy kurang suka dengan Rara
katanya Yuna dan Rara sama aneh nya
Tapi..kenapa harus di namai Tanduk Rusa??
kenapa bukan yang lebih Feminim untuk seorang perempuan ...seperti misalnya
__ADS_1
"Rusa Betina"...????