Cinta Yuna

Cinta Yuna
J/


__ADS_3

"Aku ..dipercaya?"


Yuna terkagum kagum sambil meremas kedua pipinya


"Hei..jangan salah paham.."


tepis Egy dengan segera


seketika senyum Yuna berubah menjadi wajah yang kesal


"Ini..kartu ATM ku??" Ucap Egy ketika dia membuka laci di lemari nya


"Sepertinya Pak Egy baru membuat kartu ATM.."Yuna membuka sebuah amplop


"Kenapa aku baru membuat sebuah Atm? apa sebelum nya aku tak punya Atm??"


Mereka berdua sibuk mencari barang barang yang kira kira dapat sedikit membantu ingatan Egy pulih


"Apa aku sudah mulai bekerja hari ini Pak Egy??"


"memang kenapa?"Tanya Egy sambil terus sibuk mencari cari sesuatu


tiba tiba terdengar suara perut Yuna


"Kamu ..lapar??"


Yuna menoleh dan mengangguk lemas


"Aku baru bangun saat kau telfon aku..dan.."


"Apa??!...jam 9 kau baru bangun??!"Egy sedikit parno mendengar nya


"Itu..karna aku sedang libur..pak Egy tenang saja aku akan selalu bangun pagi..disaat bekerja" bujuk Yuna dengan sedikit senyum


Egy hanya menggeleng gelengkan kepala


"Aku memang Amnesia tapi...untuk bangun pagi sesiang itu..rasa nya itu hal yang paling tidak masuk diakal.."


"Apa mungkin dulu nya kau orang yang disiplin??" Yuna mengerutkan keningnya


"Mungkin..."


Egy beranjak dari duduk nya


"Ayo kita cari makan.."


"Kemana??"


"mungkin..sekitar sini ada fastfood??"


"Oh..kenapa tidak delivery saja??"


"Delivery??"


"Iya..tapi,tidak pakai uang ku kan?? Yuna senyum masam.."Maaf pak Egy"


"Maka dari itu..kita keluar..aku mau mastikan kartu ini.."Egy menunjukan kartu ATM yang sedari tadi di pegang nya


Egy menutup tirai putih jendela kamar nya


tapi...

__ADS_1


Dia melihat sebuah mobil sedan hitam terparkir didepan gerbang rumah nya


dan beberapa pengawal berseragam nampak sedang mengamati suasana sekitar rumah


Egy langsung memahami hal itu,dia bergegas menutup tirai nya


"Ayo..lewat sini.."


Dengan cepat Egy meraih tangan Yuna yang baru saja mau menuruni anak tangga


Yuna yang merasa terkejut itu hanya diam dan mengikuti Egy


Egy menuju balkon di belakang rumah,Balkon itu berada tepat di atas benteng Rumah nya


"Haaa..tunggu,maksud Pak Egy..aku harus menuruni benteng ini??"


"Ya seperti itu.."


"Tidak..aku belum mau mati,aku..rasa aku tak bisa...ok,delivery saja.."Pinta Yuna


"Kau hanya cukup melihat pemandangan di luar benteng itu.."Egy menunjukan pemandangan indah di luar benteng itu


"Astaga...baiklah,pemandangan indah....pemandangan indah...pemandangan indah..aku datang!", Seketika Yuna melompat ,dan Egy menangkap nya dari bawah ..karna memang Egy sudah melompat terlebih dahulu


HAAPPP.....!!!


ponsel Yuna terjatuh mengenai kepala Egy ,Egy terjatuh terlentang sementara Yuna terduduk di atas Egy


mereka malah saling menatap satu sama lain


dan tiba tiba..ponsel Yuna yang terjatuh disamping Egy itu berdering,Egy mengangkat telfon nya sementara Yuna masih terpaku dengan posisi nya


Rara menelfon...


"Aku Egy..."


"Haaah...Egy...pasien Yuna??,kenapa kamu yang mengangkat telfon..dimana Yuna??"


"Dia...diatas ku.."


"Haaah...di..diatas mu..??,maksud mu kalian sedang..."


tiba tiba pot bunga dibalkon atas itu terjatuh


BRUUK!! tepat mengenai pinggang Yuna


"Aduuh..sakit sekali!!"Yuna segera turun dari tubuh Egy dan mengusap usap badan nya


"Apa...apa yang sakit??,Yuna..kalian sedang apa!!!!?" teriak Rara begitu khawatir


Egy menjauhkan ponsel itu dari telinga nya


dia beranjak dan terduduk


"Berisik sekali perempuan di telfon ini.." ucap Egy


"itu Rara..."jawab Yuna


"Lagi pula kenapa diam saja diatasku..badan mu berat sekali"


"Dengan badan mu yang kekar itu kurasa kau kuat menahan badan ku..."jawab Yuna

__ADS_1


"Apa??!!!....badan siapa yang berada diatas badan siapa..sebenarnya apa yang kalian lakukan..sungguh rendah sekali kaliaan!!!"


Egy menutup telpon itu


"kenapa ditutup..aku belum bicara,dia salah paham..."


"Perempuan memang berisik...apa dia sedang datang bulan ?,kenapa semangat sekali bicara nya.."


"Pot itu mengenai pinggangku seperti nya..sakit sekali,tapi perutku sangat lapar.."


"Ayo kita cari makan..."


Mereka sampai didepan sebuah mini market,yang letak nya agak jauh dari situ


Yuna terduduk dibangku depan mini market


"Sepertinya..rumah mu layak disebut sebagai tempat pengasingan..."


"Apa..??"


"Jauh dari mana mana...hanya untuk sekedar ke mini market pun..kita berjalan lebih dari 2kilometer...oooh,astaga...kakiku.." Yuna memijat mijat kakinya sambil merintih..


Yuna menunggu Egy yang sedang membeli mie cup di mini market itu,dia menuangkan air panas yang disediakan diminimarket itu untuk memasak mie cup nya


lalu di mengecek ATM nya di mesin Atm di situ


Egy memberikan mie cup nya,


"Pak Egy bilang kita akan kefastfood??"


"Kau bilang kau tak mampu lagi berjalan.."


Yuna terhenyak menyadarinya dia memang kelelahan


lalu dia menikmati mie cup nya


"Aku akan membayar mu 30 juta untuk setiap bulan nya..."


"Apa...Uhuukk..uhuukkk...uhuukkk"Yuna kelimpungan dia tersedak makanannya saat mendengar nominal upah nya untuk satu bulan


"ti..tiga puluh juta??"Yuna meneguk minumannya "Apa memang upah seorang asisten konglomerat memang sebanyak itu??"


"Aku tidak tau apa itu upah yang wajar untuk seorang asisten ..tapi yang jelas,aku hanya membutuhkanmu.." jawab Egy datar


"Apa kau tidak mau menyeleksi beberapa pelamar...siapa tau upah nya bisa lebih murah.."


"Semula aku juga ingin begitu..tapi,kau satu satu nya orang yang ku kenal setelah amnesia..dan mungkin aku meyakini kau satu satu nya orang baik yang aku kenal..entah kenapa aku malah meragukan pak Yulis" ulas nya


"Dari mana kau tau..aku baik untuk mu??"


"Kau pernah menangis untuk ku...kau pernah benar benar menghawatirkan aku...itu yang aku lihat pada dirimu..yang tak pernah ku lihat dari pak Yulis atau bahkan ibuku.."


"Oh..maaf pak Egy,Lalu..apa kau artinya meragukan ibu mu sendiri??"


Egy menatap Yuna


dia mengangguk perlahan


"Sekarang apa kau masih diam sementara kau tau tentang diriku??"


Yuna tersentak...

__ADS_1


Pak Egy...aku.....


__ADS_2