
Sesuai janji, Tedy kembali berkunjung kerumah Egy..ini kunjungan pertama kalinya setelah kunjungan dadakan malam itu
Yuna menuangkan teh nya untuk Tedy
"Terimakasih...Rumah majikan mu sangat bagus.."Puji nya
Yuna hanya tersenyum
"aku kira..kamu bercanda soal ini" ucap Yuna
"Karna itu..kamu belum siap siap?" Tedy mengamati Yuna
"Aku..sedang malas keluar..hari ini terasa letih sekali.." Yuna menghela nafas
"Apa..majikan mu memberikan banyak pekerjaan hari ini??" Tanya Tedy
"Apa...?" Yuna terkejut
dia jadi teringat kejadian tadi pagi ..
dan itu membuat pekerjaan Yuna sedikit ringan karna Egy seharian tak keluar kamar
tapi itu justru membuat semua pikiran Yuna menjadi terbebani
"Kalau begitu..sayang sekali bukan??" Tanya Tedy menatap Yuna
"Apa..?"
"Aku datang diwaktu yang kurang tepat.." Tedy mengusap dada nya seolah dia menyesal
Yuna tersenyum melihat tingkah Tedy
Egy menuruni anak tangga, dia terlihat masih memakai kaos oblong
"Kenapa dia tak memakai kemeja nya? padahal dia berkali kali mengingat kan Yuna agar cepat merapihkan nya..apa dia tidak jadi pergi .." gumam Yuna dalam hati
Egy melewati mereka berdua sambil menatap kedua nya
"Selamat malam.." sapa Tedy
" Si tanduk rusa..."Gumam Egy menatap Tedy
"Apa...?"Tedy tersenyum
"Oh..ehmm..maksudku selamat malam.."
ucap Egy
"Aku akan bersiap siap.."celetuk Yuna
"Ya..????" Tedy kebingungan menatap Yuna
Egy sedikit memperhatikan mereka
"Ehmm..rasa lelahku sudah hilang...kita akan pergi bersama ..begitu kan??"Tanya Yuna
"Oooh..tentu saja" Tedy agak sedikit bingung
Egy menghela nafas, dia pergi kedapur
" mereka benar benar akan berkencan.." gumam nya
"sebaiknya kau bilang dulu padanya.." pinta Tedy sambil menunjukan ke arah Egy dengan dagu nya
__ADS_1
Setelah beberapa saat Yuna nampak rapih dengan penampilannya dia menghampiri Egy yang sedang minum didapur
"Pak Egy, aku akan keluar dulu sebentar.."
ucapnya
Egy tersentak untuk beberapa saat
" Oh..oke,..pergilah"
" kau tidak jadi pergi?"
Egy meletakan gelas nya" Oh..itu, emmm...aku menunggu telfon dari Fania"
"Oh..." Yuna berlalu
Mereka tiba di sebuah bangku di depan sebuah minimarket
Yuna menghela nafas, dia ingat ketika datang bersama Egy ke tempat ini, tempo hari
dengan berjalan kaki dari rumah Egy...disinilah kali pertama Egy memberikan gaji yang super besar itu pada Yuna
Dan Yuna sangat kaget dan gembira
"Kenapa?" Tedy melambaikan tangan pada Yuna
"Ya??"
"kamu yakin kencan pertama kita disini?" Tanya Tedy merasa aneh
"ya..yakin sekali"
",hanya beberapa kilo dari rumah majikanmu"
"Ini bukan kencan..ini hanya cari angin saja..kuharap kita berteman baik.."
"Apa kau bekerja??" Tanya Yuna
Tedy meneguk kopi yang mereka beli di minimarket itu
"Ya aku bekerja"
"Dilihat dari mobil mewah mu...seperti nya kau yang memimpin pekerjaan dikantor mu"
tebak Yuna
Tedy tertawa kecil
Yuna heran " kenapa kau tertawa? aku benar bukan?"
"Kau Lucu" tukas Tedy
Yuna hanya terdiam
"Ceritakan kenapa kamu bisa sampai bekerja ditempat majikan mu itu?" Tanya Tedy
Yuna menghela nafas "Memang nya kenapa?"
Yuna mulai bercerita dari awal pertemuannya dengan Egy
sesekali mereka tertawa bersama
Egy terdiam dikamar nya, dia mengamati tulisan di sehelai kertas dari Yuna itu
__ADS_1
"S.O.S" gumamnya
"Tulisan apa ini, kenapa aku harus membawanya kekamar ku..kenapa musti ada kejadian tadi pagi itu dan kenapa dia harus pergi dengan sitanduk rusa itu?"
Ponsel nya berdering
itu dari Fania
" Kau ada dirumah?"
"Ya.."
Egy membukakan pintu, Fania masuk dengan tas cantik yang ditenteng nya
"assisten mu mana??"tanya Fania
"Dia sedang keluar bersama teman nya"
"Kau tidak bekerja hari ini?"
Egy menggeleng "Dari mana kau tau?"
"Sekretaris mu yang memberitahukan aku.."
"Oh.."
"Egy,...Ayah ku akan pulang minggu ini"
" Memang nya dia dari mana??"
"Dia dari Singapore..ayolah, kau tidak ingat?,dia berbisnis dengan ayah mu disana!" ucap Fania
Apa mungkin pertunangan nya dengan Fania karena bisnis ayah ?
Egy berbisik dalam hati, karena nyatanya dia lebih baik sendiri dari pada ada Fania disamping nya
"Kita akan menemui nya bersama kan??" pinta Fania
"Tentu" Ucap Egy
Ada banyak yang ingin Egy ketahui
Fania tersenyum heran, expresi wajah tunangan nya begitu datar dan bahkan membosankan malam ini
Pintu terbuka, muncul Yuna dengan wajah lesu nya
"Kau sudah pulang??"
Yuna tersentak "Fania??"
"Majikan mu sungguh luar biasa, hingga meluangkan jam kerja karyawan nya untuk kencan mereka.."Ucap Fania
"Apa..."
Yuna terdiam
"Aku mengijinkan nya..lagi pula..dia sudah bekerja 24 jam.."ucap Egy
"Kau boleh istirahat.."ucap Fania
"Baik..."
Egy menghela nafas berat, setiap kali dia menatap wajah Yuna dia selalu teringat kejadian itu, tapi Yuna terlalu acuh seolah dia memang telah melupakan nya...
__ADS_1
Huffffhh.....
Yuna menutup pintu kamar nya, jantung nya tiba tiba saja berdebar kencang melihat mereka berdua