
Egy mencoba memejamkan mata, namun dia tak bisa,mata nya terus memandangi sehelai kertas itu..
sepertinya itu bukan kertas biasa, ada sesuatu yang membuat Egy selalu terusik setiap kali melihat nya..
sepertinya dia juga pernah membuat tulisan itu...
Mata kecil itu begitu terpancar, dia tersenyum bahagia..dia selalu bertemu dengan nya di taman itu..
"jika kau mau bertemu dengan ku maka tulislah ini..."
AAAAaaaachhhh!!!
Egy terbangun dari tidur nya, dia tertidur di kursi kamarnya
dia terlihat sangat cemas dan begitu gelisah
" Lalu...apa??" Egy memegangi kepalanya dia terlihat bingung
mimpi itu begitu misterius
Egy membuka lemari pakaian nya, dia hendak mengambil jacket nya..dia berencana keluar untuk menjernihkan pikirannya
tiba tiba sebuah map yang ada di bawah. gantungan jaket jaket nya itu terjatuh..
Egy menatap nya..
sejenak, lalu dia memungut nya..dan membukanya..dia melihat sebuah foto..seorang wanita ,dan yang satu nya lagi wanita paruh baya yang terduduk disamping nya mereka berdua tersenyum..terlihat bahagia di foto itu
"Siapa dia...??"Gumam Egy
lalu dibuka nya lagi dia mendapati sebuah gambar sepertinya gambar itu dibuat oleh seorang anak kecil
itu sebuah gambar kue ulang tahun, dan disitu tertulis tanggal ulang tahun nya
Lalu, dia mendapati sehelai kertas lagi..dan..
"S.O.S???" pekiknya
ternyata Egy juga memilikinya ,dia memegangi kepala nya, dia sungguh tak mengingat apa apa
kenapa Yuna juga membuat kertas yang sama??
Matahari bahkan belum muncul dari peraduannya..udara dingin seolah enggan beranjak dari kamar Yuna, dia makin menarik selimut nya..namun ponsel nya berdering
"Tanduk Rusa.."
" Apa Ra..kamu sepagi ini..??"
" Yuna aku kemarin dapat voucher makan gratis di Wings O wings..kita makan kesana yuks??"
"Apa.." yuna terperanjat
"Kamu telfon aku sepagi ini cuma buat itu..kamu tau tidak kamu sudah mengganggu 'me time' yang sangat berharga..!!"
"Ih kamu kasar sekali.."Rara protes
"Lalu aku harus bagaimana Rara sahabatku??"
"sebagai perempuan kamu harus sedikit lembut...apa lagi sama sahabat mu.."
Egy menuruni tangga seperti biasa dia mau lari pagi,tapi percakapan dari kamar Yuna yang samar samar itu membuat nya penasaran
Egy mendekat, bukan nya mengetuk pintu dia malah merapatkan telinga nya dipintu kamar itu
__ADS_1
"Oke sayang...sayang ...sayang ..."
Egy tersentak
"Tidak salah apa??, bahkan teman kencan nya itu menelfon sepagi ini..padahal tadi malam sudah saling bertemu"Gumam Egy kesal
dia mengetuk pintu kamar nya
"Tok..tok..tok.."
Yuna terdiam,
"Nah....gitu dong, sama sahabat tuh harus lemah lembut..." Ucap Rara dari seberang sana
"Udah dulu Ra..kayak nya majikan ku mengetuk pintu"
"Hah..sepagi ini Yun??"
"Iya ...biasa nya dia olah raga pagi"
ponsel ditutup
Yuna membuka pintu kamar nya
"Pak Egy, tidak lari pagi??"
Yuna muncul dengan rambut acak acakan
"Oh..itu, aku baru mau lari pagi ."
Egy nampak salah tingkah
"kalau begitu..aku akan menyiapkan sarapan pagi.."Yuna mengikat rambut nya
"Oh..oke" Egy berlalu
Yuna beranjak kedapur dengan celemek nya, dia menatap ponselnya sejenak lalu memasukan ke saku celemek nya
" Dia pasti akan menelpon si tanduk rusa itu lagi...akh, berani sekali dia melakukan di jam kerja" Gumam Egy
Egy segera kembali ke dapur..
Yuna tersentak "Astagaaaa!!!!" Yuna mengusap dada nya
"Kenapa... .balik lagi?,Pak Egy..tidak olah raga??"Yuna terbata bata
"Oh itu...,aku lihat kamu begitu payah..kamu butuh olah raga.."ucap Egy
"Apa...payah??"Yuna tersentak
"Ya..lihat lemak di tubuh kamu disini..disini..."tunjuk Egy kearah Yuna
"Eits...aku mohon ya jangan ungkit lemak lagi..oke??"Yuna tersenyum masam
"Oh .itu...maksudku..."Egy juga tiba tiba menjadi kikuk sendiri
Yuna tertunduk dan menatap Egy dengan sinis
"Pokok nya hari ini .kamu harus lari pagi..kamu harus ngerasain udara pagi... .oke?"ucap Egy sembari menarik nafas lalu mengeluarkannya lagi seolah dia sedang menikmati udara pagi
"Tapi.... .sarapannya??"
"Hari ini kita sarapan diluar..aku traktir"
__ADS_1
"Apa??"
"ini bonus dari majikan..mana boleh ditolak!"
ucap Egy
"Apa..bo..bonus??*
"Ayo .."
Egy meraih tangan Yuna
Entah mengapa lari pagi kali ini begitu menyenangkan...Egy menyembunyikan senyum nya
setelah beberapa saat mereka sampai diperempatan jalan
Yuna berhenti, dia melepaskan genggaman Egy, terlihat Yuna begitu kelelahan
"Aduch...sumpah pak Egy, aku tidak biasa begini .langit belum begitu terang..matahari juga belum muncul..udara masih dingin...mana bisa aku begini!!"Rintihan Yuna begitu terdengar sangat merana
Egy hanya terdiam melihat sang asisten yang kelelahan
"Lagian..ada apa dengan Pak Egy??,biasanya juga lari sendiri...."Yuna terlihat menderita
Egy membenarkan ikatan rambut Yuna yang sudah acak acakan karena berlarian
dia mengikat nya dari depan jadi seolah Egy hendak memeluk Yuna
Yuna mendorong tubuh Egy, "Pak Egy kenapa??"
"Aku hanya ingin mengikat rambut mu.."
"Aku bisa sendiri .."
Egy terdiam Yuna terlihat begitu jengkel
ponsel nya kembali berdering
Egy melihat itu
'Tanduk Rusa' sejenak Egy agak kesal
"Hallo..."
Yuna agak menjauh untuk menjawab telpon tersebut, Egy sudah menduga nya ..dia kesal dibuat nya
Dua buah softdrink di beli Egy di minimarket itu, mereka terduduk di bangku depan mini market
"Maaf..membuat mu lari pagi .."Ucap Egy
Yuna menghela nafas "Aku yang seharusnya minta maaf ...kau majikan ku..kau berhak menyuruhku apa saja"
Egy terdiam "Apa ...??"
"Tapi di jam kerjaku ." tambah Yuna
"Ada yang ingin ku tanyakan.."
"Apa??" Yuna tersentak
"kau..kenapa kau menulis ini??" Egy mengeluarkan secarik kertas dari dalam saku celana nya
"Oh...itu, aku..kenapa bisa ada padamu??"
__ADS_1
Egy tersentak, dia lupa dia telah menyembunyikan ini dari Yuna
"Itu...aku...."