
Yuna berlalu
"Kau mau kemana??"
Yuna berbalik " Aku akan bersiap siap..kau tadi mengizinkan ku keluar bukan?"
"Oh..tentu saja"
Egy meneguk susu nya
Bel pintu berbunyi, Yuna membukanya
rupanya Rara yang datang , dia duduk di sofa
"Benar kau di izinkan keluar??" tanya Rara setengah berbisik sambil menatap Egy yang terduduk di meja makan
Begitu juga Egy yang sedang menatap kedua nya itu langsung tertunduk seolah tidak memperhatikan mereka
"Tenang saja....bisa ku atasi" jawab Yuna setengah berbisik pula
Yuna berlalu kekamar nya
Egy mengamati Rara
Dia menghampiri Rara dengan langkah yang sangat hati hati seolah tidak mau diketahui Yuna
Rara yang menatap curiga pada Egy cuma bisa bergumam lirih
"Ada apa dengan majikan aneh satu ini?.."
"Hallo..." sapa Egy
Rara berdiri dan menunduk.."selamat pagi..pak Egy"
"Ada apa sepagi ini kerumah ku?"
"Ya??" Rara tertegun "Aku kira Yuna sudah meminta izin bahwa dia akan keluar bersama ku" ucap Rara
"Soal itu aku sudah tau, tapi aku kira tak sepagi ini..."
"Oh..itu, emm...pasar tradisional lebih ramai dipagi hari jadi kami..."
"Kau dan dia akan kepasar tradisional??"
Rara mengangguk ragu
"Baiklah akan ku izinkan...bahkan ku beri kelonggaran waktu.."
"Apa??" Rara tak mengerti
"Sampai siang...emmm, tidak tidak..sampai sore!!"ucap Egy
"Apa??...Untuk apa kami menghabiskan waktu selama itu dipasar tradisional...walaupun kami menyukai tempat itu..aku rasa kami tidak akan berada seharian disana"Rara masih bingung
Haaah...memang dasar kalian perempuan aneh..,disaat yang lain menyukai mall dan beberapa tempat perawatan kecantikan kalian justru menyukai pasar tradisional...sungguh...apa menarik nya tempat itu!
"Itu artinya kalian bisa menikmati hari libur kerja hari ini"Ucap Egy
"Benarkah???!" Rara terkejut
"ada apa dengan mu??...kau tak perlu se histeris itu"Egy heran
__ADS_1
"Yuna sangat ingin berlibur!!" Rara tersenyum
"Ooh..." Egy tersenyum masam
"Terimakasih..." Rara merajuk
"Begini..." Egy terduduk disamping Rara , Rara tiba tiba gemetar.., Egy Praditya pengusaha tampan itu duduk berada sangat dekat sekali dengan nya
Egy mengamati pintu kamar Yuna yang masih tertutup, Dia kira Yuna sedang mandi...
Egy kembali menatap Rara, "Begini..."
Namun wajah Rara yang tak terkendali itu membuat Egy sedikit terkejut
"Astaga..ada apa dengan wajah mu?, kenapa pipimu memerah??"
Rara segera menyadari nya dia menepuk nepuk pipinya dia terlalu grogi berada didekat Egy
"Oh..maaf"
"Aku sebenar nya membutuhkan beberapa..bantuan dari mu"Ucap Egy
"Bantuan...dariku??" Rara histeris ,seketika tangan nya menyentuh pundak Egy
Egy terkejut "Astaga...!!"
Rara menatap tangan nya "Oh..maaf, maksudku akan ku bantu"
Egy menggeser sedikit duduk nya
"Aku ingin Yuna menemaniku pekan depan aku ada pekerjaan diluar kota..aku, sudah memintanya tapi dia kelihatan marah dan tidak menjawabku"
"Apa???!!!" Rara berteriak
"Apa...maksudmu, kenapa kau berteriak kepadaku??" Egy terheran heran
Rara mencoba tenang kembali
"maksudku..kenapa dia tidak menjawab dan marah marah kepada majikan nya sendiri.."
"Menurut mu..apa yang harus aku lakukan??"
Rara memincingkan mata nya seolah dia sedang berfikir keras
"Sebenar nya kau tidak perlu membujuk nya..karena itu bagian dari pekerjaan..kau telah membayar nya bukan??"
Egy mengangguk yakin seolah dia mendapat seorang pendukung
"Tapi karena kau bertanya bagaimana cara nya terpaksa aku harus menjawab nya.." Rara menatap Egy penuh ambisi
"sekarang adalah moment yang pas...lusa adalah ulang tahun neneknya..jika kau mau..kau hanya harus bersikap baik dan simpatik terhadap Yuna dan nenek nya, pendekatan...dan cari tau apa yang dia suka dan apa yang dia benci..."
"Pada..mu??"
"Tentu saja pada nenek nya..!!"teriak Rara
Egy melotot seketika, melihat reaksi Egy Rara langsung tersenyum masam
"Maaf..aku terlalu bersemangat...mungkin karna ini masih pagi...semangat" ucap Rara pelan sambil mengepalkan telapak tangan nya
"Kalian berdua sedang apa??"
__ADS_1
Yuna tiba dengan stelan casual nya
kedua nya terkejut begitu menyadari kedatangan Yuna
" Astaga...!!" keduanya terperanjat
Egy berdiri seketika
"Aku hanya bilang, kalian bisa menikmati hari libur..hari ini"
Yuna menatap Rara yang tersenyum manis
Egy berlalu
Yuna melangkah keluar rumah
"Yuna ..seperti nya majikan mu itu mulai menyukaimu.."
"jangan bicara yang tidak tidak..."
Egy menelfon pak Yullis, dia memberitahukan kedatangan nya pekan depan
"Oh..saya akan mempersiapkan untuk kedatangan anda Pak Egy" ucap nya
"Aku ingin memesan dua kamar, pastikan dengan pemandangan jendela yang bagus"
"Ada lagi pak Egy??"
"Satu tiket wisata..."
"Apa??"
Telfon ditutup,.Pak Yulis terdiam
"Dua kamar dan satu tiket wisata??"
Gumam nya
Dia langsung menghubungi sang Nyonya Rumah
"Dua kamar??"
"Ya..Nyonya"
"satu tiket...wisata,??..."
"jika dia pesan dua kamar , berarti dia akan membawa seorang rekan ,namun dia hanya memesan satu tiket wisata"
"Turuti saja dulu..dan periksa beberapa dokumen penting yang seharusnya dia tak melihat nya...pastikan kantor bersih..."
"Baik nyonya"
Egy terdiam, dia memeriksa sebuah pesan di laptop nya, itu dari Arga...diam diam dia sedang mencari ibu kandung nya...
Arga sangat ingin mengabdi lagi pada Egy, itu semata hanya untuk balas budi pada Egy semasa dulu..namun dia tak bisa masuk dan muncul kembali di keluarga Praditya..
jadi Arga memutuskan untuk melanjutkan pencarian ibu kandung sang majikan ,
Rupanya sebelum kecelakaan itu terjadi Egy dan Arga memang sedang mencari ibu kandung Egy, maka dari itu ketakutan demi ketakutan melanda sang Nyonya besar yang tak lain adalah ibu tiri Egy...
"Sampai saat ini...mungkin, Dia masih berada di sekitaran wilayah itu.., kata penduduk setempat dia sudah cukup lama bekerja sebagai perawat..."
__ADS_1
"Perawat??"