
Suasana meja makan pagi itu sangat hening mereka berdua hanya menikmati makanannya masing masing
hari ini hari pertama Egy masuk kedunia nya
dia mulai bekerja dan mencoba menata bisnisnya kembali
"Hari ini kau pergi ke minimarket..belilah selai kacang karna aku kurang suka dengan selai coklat" Ucap Egy
"Kau seperti seorang teman ku..kebanyakan kita lebih menyukai selai coklat dari pada selai kacang..tapi kalian malah terbalik"
"Temanmu?"
"ya..teman masa kecil ku,"
Egy meneguk susu nya, "Ambilkan aku tysu.." Yuna mengambil tysu yang berada didekat piring nya ,lalu dia memberikan nya
"Ini..."tangan nya mengenai gelas yang membuat susu nya tertumpah mengenai baju Yuna
Yuna mencoba membersihkan nya dengan tangan nya
"Ganti bajunya saja..kau ini tidak ada yang benar..selalu ceroboh!"
"Maaf.."
Yuna berlalu
Egy kembali menikmati sarapan nya
lalu dia merapihkan pakaiannya
Tiba tiba...
"Pak Egy...ini kok ada serangga...!"
Egy bergegas berlari
"Ada apa lagi??"Egy menatap Yuna yang sedang terduduk di atas meja rias nya
"Pak Egy..itu disitu ada serangga."
Egy mencari nya kesekeliling,dan pandangan nya tertuju di cermin meja rias itu
ya..serangga itu tepat berada di belakang Yuna
"Yuna serangga itu dibelakang kamu"ucap nya"Diam oke..?,aku akan menangkap nya"
Yuna malah tak bisa tenang karna menahan rasa takut
"Cepat pak Egy,dia mungkin akan terbang kearah ku.." Yuna terlihat sangat ketakutan sekali
Egy mendekati Yuna ,namun..benar saja serangga itu hinggap di rambut Yuna
"Dirambut kamu..." Egy menangkap nya dengan cepat ,namun...
Aaawwww.....
GEDUBRAK...
__ADS_1
Mereka berdua terjatuh kali ini Yuna yang berada di bawah dan Egy diatas Yuna
kedua nya kembali terpaku,saling menatap..untuk sesaat seakan waktu benar benar terhenti dan seakan waktu memihak pada mereka untuk saling berdekatan seperti ini
"Maaf..."
Pak Yulis muncul dari balik pintu kamar Yuna mereka menatap pak Yulis
kedua nya terperanjat
"Pintu nya terbuka ..jadi aku masuk.."
kedua berdiri dan merapihkan baju nya masing masing, terlihat Yuna merapihkan rambut nya..
Pak Yulis yang melihat itu menjadi tersipu malu sendiri ,dia menunduk
"Aku akan menunggu di sofa.."
Pak Yulis berlalu
Egy memandang Yuna
"Kenapa rambutmu berantakan??"
"Kata Pak Egy,serangga itu ada dirambutku??"
Egy menghela nafas..keadaan nya menjadi semakin rumit
Egy menatap Yuna penuh rasa kesal
Egy berlalu...
Pak Yulis menyalakan mobil nya,Egy hanya diam saja hingga nyaris sampai tempat tujuan Egy asyik dengan lamunan nya
"maaf Pak Egy..."
Egy menoleh"Ya..pak Yulis"
"Jangan terlalu dipikirkan...Gairah dipagi hari..itu sudah biasa.."ucap Pak Yulis sambil tersenyum dan memarkir mobilnya setelah sampai di Basement
"Oh.itu,bukan.."
Namun Pak Yulis hanya tersenyum
"Aku tau Pak Egy,..Nona Yuna pasti sangat berharga untuk mu.."
"Maksudmu??"
"Kejadian di taman itu..saat aku diperintahkan Nyonya untuk menemukan Pak Egy,..Pak Egy malah memilih berlari membawa Nona Yuna..dan dia bukan sekedar pembantu..hingga aku sekalipun tak dapat menggantikan nya dirumah itu"
Egy terkejut "Apa..??!"
"Nona Yuna mungkin cinta Pak Egy di masa sekarang ini .tapi ,jangan lupa di masalalu ada Nona Fania yang juga menunggu mu.."
Pak Yulis keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Egy
Fania???
__ADS_1
Perempuan itu kekasih Egy kata Pak Yulis bahkan sudah bertunangan
dia putri seorang pengusaha rekan ayah Egy
dia seorang model ,Saat Egy mengalami kecelakaan itu Fania sedang menjalan kan tour keliling dunia untuk pemotretan sebuah merk Tas ..karna dia sudah menandatangani kontrak jadi dia belum bisa menemui Egy
dan dalam waktu dekat ini..mungkin dia kembali untuk menemui Egy
Bel digerbang depan berbunyi,Egy yang sedang mengamati laptop nya di sofa tak bergeming sedikit pun
Yuna berlarian membuka pintu nya
Yuna membuka gerbang nya,terlihat mobil mewah berwarna merah itu terparkir manis didepan gerbang
Terlihat seorang perempuan yang sangat elegan menuruni mobil itu,rambut nya yang berwarna pirang itu tertiup angin membuat nya nampak terlihat menarik
dia membuka kaca mata hitam nya
"Selamat pagi??"
perempuan itu tersenyum pada Yuna
"Aku ingin bertemu dengan Egy.."
Yuna tersenyum,suaranya begitu lembut dan enak didengar
"Ya..."
"Siapa dia Yuna??"
Nampak nya Egy sudah berdiri didepan pintu
dia menatap kearah perempuan itu
namun,siperempuan itu spontan berlarian kearah Egy dan memeluk Egy erat erat
"Maaf kan aku Egy..." dia sepertinya meneteskan air mata
nada nya terdengar seperti ada beribu ribu penyesalan di hati nya
Namun,Egy masih nampak bingung
dia masih belum ingat pada gadis itu
Egy melepas pelukan sang gadis itu
mereka saling menatap
"maaf..kamu siapa??"
Perempuan itu tersenyum ditengah tangisan nya
"Aku Fania...aku Tunangan mu Egy..."
HHAAAHhhh....
Yuna terkejut.........
__ADS_1