
Pagi itu Yuna berangkat menuju rumah nya di antar oleh Egy, setelah tiba dirumah Yuna Egy berpamitan untuk bekerja
"Jika memungkinkan aku akan menjemputmu.. " ucap Egy
"Tak usah aku naik taksi online saja"
"waah.. tumben sekali"
Yuna menoleh" Tumben apa?? "
" Biasa nya kau sangat perhitungan.. ongkos taksi online menuju rumah ku itu lumayan mahal"Ucap Egy mengingat kan Yuna yang dulu
Yuna hanya tersenyum kesal " kalau begitu kau yang pesan kan untukku.. kau yang bayarkan juga.. oke? "
Egy tersenyum pada kekasih nya "Oke... " ucap nya bernada ketus seolah menantang
Yuna keluar mobil, Egy seketika keluar dari mobil nya "Yuna...! "
panggil nya
Yuna menoleh, Egy menghampiri nya lalu mengecup kening Yuna
Yuna yang terkejut hanya menatap Egy
"Jangan melihat aku begitu... " ulas nya sambil memeluk kekasih nya
"Seperti nya aku tak bisa berjauhan dengan mu.. " ucap nya Egy terlihat begitu bahagia
Yuna tersenyum dia seolah tersanjung mendengar nya
" Jangan lupa kirimi aku pesan lewat ponselmu.. " bisik Egy di telinga Yuna
lalu masuk ke dalam mobil
seketika mobil itu melaju
Yuna menghela nafas dan memasuki rumah nya
Ponsel nya berdering, itu dari no asing
"Ya hallo?? "
"Hallo.. dengan Nona Yuna? "
__ADS_1
"Ya.. "
"Aku Rossa.. yang akan menyewa rumah mu"
Yuna terduduk di sofa
"Rencana nya aku akan pindah menempati rumah mu lusa depan.. sedikit lebih maju dari waktu yang di janjikan "
Yuna menghela nafas " Ya..., aku kebetulan akan membereskan rumah ku dulu.. "
"Oh ya, kalo begitu nanti sore aku transfer uang sewa nya.. Nona Yuna"
"Baik.. mungkin lusa aku tak bisa menemui Nona Rossa.. kebetulan aku harus menemani majikan ku keluar kota.. jadi nanti aku akan kirim kontak sahabat ku.. anda bisa menghubunginya langsung"
"Oke oke.. terimakasih"
"Sama sama"
Telfon terputus
seketika Yuna langsung memutuskan harus membereskan yang mana terlebih dahulu
Yuna mulai membereskan kamar nya, beberapa benda yang dianggap nya penting dia kemas kedalam sebuah tas
terutama kenangan bersama ayah ibu nya
terkadang dia tertawa melihat benda benda yang dianggap nya penting itu, terkadang dia menangis penuh haru.. ketika sebuah benda itu benar benar membuat nya mengingat ayah ibu nya
Setelah beberapa saat dia beranjak kekamar ayah ibu nya, ruangan itu begitu lama tak di buka dan terasa pengap sekali
semua benda dikamar itu sungguh membangunkan semua memory nya, sprei nya, meja rias.. tirai... dan aroma ruangan nya walau agak pengap namun ada aroma yang masih lekat yg mampu membangkitkan kenangan demi kenangan..
Yuna tak berlarut terus menerus dia harus sesegera mungkin membereskan barang barang di kamar itu
dia membuka lemari di kamar itu, dia mengeluarkan beberapa berkas berkas ayah dan ibu
dia mengeluarkan sebuah map, yang berisi surat surat dari perusahaan tempat ayah dan ibu bekerja
ayah dan ibu Yuna bekerja di perusahaan yang sama selama bertahun-tahun
Yuna mengepak map itu kedalam tas nya namun karena terlalu berat map itu terjatuh dan isi nya berantakan
Yuna pun segera memungutnya dan membereskannya
__ADS_1
lalu...
"PT... Praditya??? "
Yuna menghela nafas, jantung nya berdebar.. matanya terbelalak.. dia segera memeriksa beberapa lembaran yang terjatuh
itu merupakan surat surat dari perusahaan PT Praditya
itu... artinya, ayah dan ibu Yuna bekerja bertahun tahun di perusahaan Egy?, selama bertahun-tahun mengabdikan dirinya di perusahaan Egy?
Yuna sangat terkejut.. Artinya...
Yuna mengusap air mata yang mulai mengalir membasahi kedua pipinya, dada nya seolah tertusuk pedang yang sangat panjang
ayah dan ibu nya begitu mengabdi kan dirinya
dan perusahaan itu menghentikan nya secara sepihak.. dengan alasan krisis perusahaan
tanpa melihat Loyalitas para pegawai nya mereka menyapu rata pemecatan karyawan nya dengan pesangon yang sangat minim
dan hingga kedua orang tua nya memperjuangkan hak mereka.. bahkan sampai mereka harus meregang nyawa di arena Demo yang tak ubah nya seperti jurang yang sangat curam... yang membuat kedua nya terperosok dan harus meninggalkan dunia ini
Yuna terisak penuh kepedihan, seolah luka yang hampir tersimpan rapih itu kembali terkoyak dan muncul kepermukaan
dan.. kenapa harus saat ini, saat dia benar benar mencintai Egy?
dan kenapa harus Egy? , kenapa harus dia yang Yuna cintai.. dan kenapa harus keluarga dia yang menjadi penyebab kematian kedua orang tua nya
Yuna mengusap kedua pipinya yang di banjiri air mata, dia hanya menatap ke sekeliling dengan penuh kebingungan
"Takdir macam apa ini?.. kenapa harus Egy yang menjadi teman semasa kecil ku.. kenapa harus Egy yang aku cintai.. kenapa harus dia yang membunuh keluarga ku?
Yuna terduduk, dia hanya mampu merenung dalam kebingungan nya
ini semacam Labirin dia tak tau jalan keluar nya, masa indah bersama Egy yang sedang di lalui nya seolah buntu.. dia tak dapat melanjutkan nya dan tak dapat berhenti pula
Ponsel nya berdering, itu pesan dari Egy
" Kamu sedang apa??, kenapa tidak mengirimi aku pesan? "
Yuna menghela nafas, sesaat hatinya begitu bergetar seolah tersayat sayat oleh luka lama itu..
Dia sendiri tak ingin membalas pesan itu...
__ADS_1
Kenapa harus Egy Praditya...