
"Hari ini dia tidak datang untuk bekerja!" ucap sang Nyonya Besar
Pak Yullis mengangguk perlahan
Wanita itu menatap pak Yulis dengan senyum yang dingin
"Maaf...apa sebaik nya,Nyonya membiarkan salah satu perusahaan dikelola oleh Tuan Egy...setidak nya Nyonya membiarkan perusahaan pusat dikelola oleh dia"
Ucap pak Yulis
karna bagaimanapun dia dulu adalah supir pribadi dari nyonya rumah yang sebenarnya yaitu ibu kandung Egy, sebelum akhir nya dia sakit dan diusir karena kesalah pahaman...
Dan saat itu Pak Yulis berada dalam situasi keluarga yang menghimpit nya...disaat istri tercinta nya harus di operasi karena penyakit kanker nya...putri semata wayang nya yang sangat berambisi masuk ke kampus idaman nya membutuhkan banyak biaya...
Dan hanya sang Nyonya besar ini lah yang menawarkan kerja sama terselubung
"Ini bukan jual beli...jadi tidak seharus nya kau bernegosiasi.." ucap sang nyonya dengan ketus
"Baik"
Pak Yulis berlalu
Egy tersenyum didepan cermin di kamar nya
hari ini sengaja dia persiapkan dengan sebaik mungkin, Dia mengantongi ponsel nya
dan beranjak keluar kamar
Dia melihat Yuna sedang berdiri di depan jendela kaca ,dia sedang menelpon
"Yuna..."
Yuna berbalik,dia mematikan ponsel nya
"Ada yang harus aku kerjakan dahulu"
Egy sedikit terkejut " kau mau kemana?"
"Nenek ku belum minum obat...dia sedang susah di bujuk"
"Oke..kita ke Panti dulu"
"Sebaiknya tidak usah...aku akan menyusul, nanti kirim lokasi nya saja oke?"
"Ok..aku duluan.." Egy pergi meninggalkan Yuna
dia sebenarnya ingin sarapan diluar bersama yuna ,tapi..yuna harus kepanti dulu jadi dia sarapan sendirian
Yuna tak benar benar pergi ke panti, dia janji untuk bertemu Rara
dia meminta tolong pada Rara untuk membuatkan dim sum isi sayuran kesukaan Egy mungkin Yuna mau membuat kejutan lagi,oleh karena itu dia tak membuat nya dirumah
"Semoga sukses untuk kencan kali ini.."ucap Rara
Yuna tersenyum manis "sebenar nya ini untuk yang ketiga kali nya..."
"Apa?..apa setiap hari kalian pergi berkencan??"
" Kencan pertama dan kedua kami selalu berakhir berantakan"
"Haaa..aku baru ingat, tempo hari di supermarket itu...??"
Yuna mengangguk
dia mendapat pesan dari Egy
__ADS_1
'Apa kau sudah selesai dengan nenek mu??'
'Sudah, kirimkan lokasi nya..nanti aku akan kesana'
'biar ku pesan taksi online untuk mu'
'ok'
Yuna merapihkan bawaan nya
"Baiklah..aku pergi dulu Ra"
"Ok..hati hati dijalan..."
Yuna menaiki bus kesekitar panti,baru dia menaiki taksi online yang sudah di pesan Egy
Namun..,lama lama rasa nya ini rute menuju wahana permainan...?
Yuna celingukan ,dia menatap keluar jendela
betul juga..ini rute menuju wahana permainan...
Yuna menuruni taksi itu, dia berdiri dengan beberapa tas bawaan nya
Dia berdiri..terdiam,menatap kearah pintu depan Wahana itu..
Dia punya kenangan pahit ditempat ini..
ini semua tentang Rendy..
mereka sering menghabiskan kencan ditempat ini..
ditempat ini juga ,semua nya berakhir..
Kenapa Egy harus mengajak nya kembali ketempat ini..
setiap kali mengingat nya rasa nya sakit sekali..
ponsel berdering,..
"Hallo??"
"Kau sudah sampai??"
Yuna menghela nafas.."Ya..aku dipintu utama"
suasana hati Yuna sedikit tak terkendali..
dia merasa sedikit sakit dihati nya
"Yuna??!"
Egy menghampiri Yuna, dia melayangkan kecupan di pipi Yuna
"Kau..cantik sekali, boleh aku memeluk mu??"
Ucap Egy sangat bersemangat
"Sebaiknya kita masuk.."
"Baik lah"
Egy rupanya belum menyadari raut muka Yuna yang hampir muram
Mereka terduduk di sebuah bangku,
__ADS_1
"Kita main apa dulu?" Ucap Egy
Yuna hanya menatap Egy
"Semua nya seru..tapi rasa nya aku cukup memelukmu..semua nya sudah terasa seru"
Egy menatap Yuna
"Kamu terlalu berlebihan"
"Mungkin rasa sayang aku juga begitu..terlalu berlebihan"
Yuna tersenyum
Egy memang pandai mengalihkan suasana..namun tetap saja Yuna merasa kurang nyaman
Apa mungkin dia mendadak tidak menyukai tempat ini?
Hampir seharian mereka hanya berkeliling, yuna hanya menatap sekitar dengan wajah yang tidak bersemangat..
sampai disatu titik, Egy merasakan ketidak nyamanan Yuna..
"Aku ke toilet dulu.. kau tunggu disini"
"baiklah"
Egy berlalu, namun dia tidak pergi ke toilet, rupanya dia menelpon Rara
"Apa kau tau apa yang telah terjadi di panti?? " tanya Egy pada Rara
"Dia tidak pergi ke panti, dia kemarin menyuruhku membuat dimsum isi sayur.. dia sengaja ingin membawakannya.. untuk mu"
"Lalu kenapa dia terlihat tidak bersemangat? "
Rara terdengar menghela nafas
"Entah lah aku tidak tau... tidak terjadi apapun dirumah ku saat dia mengambil makanan nya"
"Aku juga merasa begitu... aku rasa aku tidak membuat satu kesalahan apapun.. "
Rara terdiam sejenak "ngomong ngomong.. kalian berkencan dimana? "
"Aku mengajak nya ke wahana permainan.. aku fikir.. selain pasar tradisional.. dia menyukai wahana.. "
"Astaga!!! " pekik Rara dari seberang sana
"Ada apa?? " Tanya Egy
"Dia mempunyai kenangan buruk disana.. "
"kenangan buruk?? "
"Ya.. dulu, Dia memergoki Rendy dengan kekasih barunya"
"Siapa Rendy? "
"Dia itu kekasih nya dulu.. tapi selalu menghilang bak ditelan bumi, dia tidak pernah memperdulikan Yuna sedikitpun... "
Begitulah Rara berceloteh di seberang sana
Egy tak bergeming, yang jelas kencan pertama nya sungguh sangat berantakan...
Kenapa.. dia tidak pernah menanyakan sebelum nya tentang tempat favorite Yuna ..
kenapa tidak pernah terlintas dibenak Egy sedikitpun...
__ADS_1