
Yuna mengingat ingat lokasi alamat yang dituju kalo tidak salah alamat itu letak nya sangat jauh dari sini
"Pak Egy...alamat itu sangat jauh dari sini.."
"Lalu...?"
"kalo kita pake taksi online..ongkos nya akan lumayan juga .."
"Sementara ini..aku membutuhkan bantuan mu...haaaa,aku tidak menyangka akan butuh bantuan mu.."sahut Egy seolah dia mengeluh pada dirinya sendiri
"maksudnya ..apa??"
"Begini saja..sekarang ini,mungkin hanya kau yang aku butuh kan..kau bisa membantuku?"ucap Egy
tapi Yuna malah senyam senyum sendiri
"Jangan salah paham..!,jujur saja aku bingung harus minta tolong pada siapa sementara aku belum kembali pada diriku yang dulu..!"
Terus terang keadaan nya menjadi sedikit lebih santai dari pada saat di Rumah sakit itu..
Sementara Yuna tak bisa memungkiri bahwa dia terus terkagum kagum melihat ketampanan sang mantan pasien nya itu
"Itu..seperti pak Yulis??"tunjuk Yuna dengan dagu nya
Egy mengikuti arah pandangan Yuna
Pak Yulis tersenyum dari kejauhan
Egy tiba tiba menarik tangan Yuna dan berlari lari kecil
"ini...apa Pak Egy??"
"Kita lari pagi..,ikuti saja!"
mereka berlari seolah memang sedang lari pagi seperti yang lain nya
Susah sekali untuk menghindari pak Yulis,maka dari itu mereka terpaksa mengitari taman beberapa kali
Lalu ,mereka menghilang di balik pohon yang rindang itu
Terlihat pak Yulis celingukan dari kejauhan
dia seperti sedang kebingungan mencari Egy dan Yuna
"Cepat kamu pesan taksi online nya"
bisik Egy
"ya pak Egy...!!"balas Yuna berbisik pula
"WHAAAT....!!!"
"Sstttt...kenapa?"Egy menoleh
"O...ongkos nya...hampir du...dua ratus ribu"
"Aku janji..aku akan menggantinya"
Yuna menghela nafas
Mereka memasuki taksi online itu,
"Sebenarnya ...kenapa dengan dia??"
"Dia tak ingin aku bertemu dengan kamu!"
sang supir online menatap mereka melalui spion didepan nya
"Lalu..kenapa kau tetap menemuiku?"
__ADS_1
"Karna aku membutuhkan mu"
Sang supir tersenyum mendengarnya
"Lalu..bagaimana dengan ini?" Yuna menunjukan syall nya "Ini kan punyamu..ada padaku..aku yang slalu membawa nya"Yuna agak sedikit emosi
Egy melihat nya,karena memang bukan karena sebuah syall dia menemui Yuna syall nya tak pernah terbawa oleh Yuna
"Bawa saja dia bersama mu..rawat baik baik"
jawab Egy sambil menunjuk syal itu
Yuna melihat ponselnya ,dia memeriksa layanan aplikasi taksi online nya
"Astagaaa....bisa strees aku kalau begini" keluh nya
"Tenang saja ,aku akan bertanggung jawab ..!!"
Sang supir tersenyum sambil geleng geleng kepala
Saking jauh nya perjalanan,kedua nya lama lama terlelap..tanpa sadar kedua nya saling menyandar satu sama lain
mereka nampak lelah sekali...
mobil terhenti tepat didepan sebuah Rumah yang super mewah,sang supir segera membangunkan keduanya
mereka nampak sedikit kebingungan
Egy keluar dari mobil menyusul Yuna
tapi dia terjatuh
"Aduh..kakiku terasa kaku.."
Egy menolong nya
sang supir itu tersenyum
Egy terhenyak "Apa...??"
"Benih yang sudah ditanam..memang hanya perempuan yang selalu membawa nya..tapi,lelaki juga harus ikut menjaga nya..."lanjut sang supir taksi
"Be...benih???" Yuna menatap perut nya
"maksudnya...." Yuna berdesis
supir taksi itu keluar dari mobil nya
"Kalian pasangan muda kan??,dijaman sekarang ini menanam benih terlebih dahulu..baru menikah..itu sudah biasa.."katanya santai
Yuna dan Egy mendapati tangan mereka saling berpegangan karena Yuna terjatuh tadi
Lalu mereka segera melepaskan satu sama lain
"Satu lagi...jangan terus menerus lari menghindari ayah mu karena kalian akan membutuhkan restu dari nya..."sang supir kembali masuk dan menjalankan mobil nya
sementara Egy berfikir
"maksudnya..ayah???,..pak Yullis??"Egy terkejut
"Haaa...Astaga,kenapa kejadian ini harus menimpaku.."Egy melirik sinis pada Yuna sembari berlalu menuju rumah mewah itu
Yuna hanya bisa menggerutu
"Dia hanya bisa mengeluhkan aku sementara dia mengacaukan hariku...asatagaaah" desis nya sambil menepuk nepuk dada nya seolah terasa sesak
Gerbang itu tertutup rapat,namun tidak dengan kunci melainkan dengan sebuah Touchscreen
"Waaahhh..."Yuna terkesima
__ADS_1
"Kenapa?"
"Itu artinya kau harus menempelkan sidik jarimu.."
Egy pun menempelkan jari nya..hampir ke empat jarinya dia tempelkan bergantian namun gerbang itu belum mau terbuka
Egy melihat Yuna yang nampak kesal
Yuna mengacungkan jempol
"Astagah..hampir semua orang menggunakan jempolnya untuk sidik jari mereka .."
Egy mengangguk kikuk ""Tentu saja...aku tau"
ucapnya terbata bata
Lalu...
Gerbang pun terbuka,dan
WAAAAW.....Ukuran yang indah untuk sebuah rumah,dan mungkin ini terlihat sebagai villa
mereka memasuki nya ,lagi lagi kunci dipintu rumah itu memakai sidik jari
"Sepertinya rumah ini super aman..semua pintu memakai sidik jari "
Tanpa memperdulikan Yuna yang sedang terkagum kagum melihat isi rumah ,Egy langsung mencari cari kamarnya
Dia tak menemukan nya dilantai dasar dia pun beranjak ke atas..
Sebuah pintu berwarna putih..sepertinya dia pernah melihat itu sebelum nya
dia mengingat sesuatu..
kepalanya sedikit terasa sakit..dia terduduk di kursi santai yang berada di situ..
dia mengintip ke bawah..terlihat Yuna masih sibuk mengamati rumah nya
setelah dirasa nya agak baikan Egy membuka kamar itu..dan...
Dia terbelalak..begitu melihat isi kamar itu..Interior kamar yang didominasi warna putih itu membuat nya merasa akrab dengan ruangan itu
beberapa foto dirinya yang terpajang manis di dinding kamar itu
"Waah...foto pak Egy,kau terlihat keren di foto itu..!"Yuna muncul dari pintu kamar
"Sebaiknya kau tidak masuk kesini.."
Yuna melirik sinis.."Aku tidak berniat masuk,aku...aku hanya ingin tau apa aku sudah boleh pergi??"ucap Yuna terbata bata
"Entahlah..mungkin untuk sekarang ini..aku akan selalu membutuhkan mu..."
Yuna tertegun
"Aku berharap..kau mau jadi Asistenku.."
"Asisten..?"
"Ya..asisten..kau membutuhkan pekerjaan bukan??"
"Lalu..apa yang dikerjakan asisten??"
"Kau ..dapat membantuku melakukan sesuatu..dirumah yang sebesar ini..kau dapat menyapu,mencuci..atau..menyiram tanaman"
"Itu ..terdengar seperti ...pembantu??"
"Tidak..itu berbeda,asisten mendapatkan upah yang lebih..karna terkadang kau membantuku bekerja diluar rumah.."
"Memang..tidak ada asisten yang bisa kau pekerjakan dari rumah pak Egy??"
__ADS_1
"Satu satunya yang aku percaya didunia ini..mungkin hanya kamu.."
Yuna tertegun..."pe...percaya??"