Cinta Yuna

Cinta Yuna
L/


__ADS_3

Rara turut ikut kerumah besar sang majikan itu,dia bilang dia bak melepas seorang teman untuk perjalanan jauh


karna nanti pasti akan sulit untuk bertemu


"Aku tuh assisten ra..bukan pembantu,kau tau perbedaan assisten dengan pembantu...assisten akan sedikit lebih sibuk,mungkin mereka akan bekerja hampir 24jam" celoteh Yuna meyakinkan Rara dirumah nya tadi


mendengar itu Egy hanya bisa membelalakan mata nya sambil menghela nafas kesal


"Wah..kamu beruntung Yuna..kamu akan tinggal dirumah sebesar ini.."


"Tapi aku tidak yakin akan sanggup mengurus rumah ini dan majikannya ....selama 24jam.."Yuna terduduk lemas


"kau kan asisten yun..bukan pembantu.."


"iya aku tau..tapi setidak nya sebelum dia menemukan pembantu..akulah yang akan mengerjakannya'


"wajar yun...dia membayarmu sangat sangat lebih dari cukup untuk ukuran seorang asisten!"


Yuna menepak pundak sahabat nya


"Ssssst...dia bisa dengar,dia tidak tau pasti bayaran seorang asisten..bisa bisa dia memangkas upahku!" bisik nya sambil mengayunkan telapak tangan di lehernya seolah sedang memotong leher nya


"Apa..?,jadi kamu yang membodohinya??" Rara balas berbisik


Yuna menggeleng" Dia sendiri yang memutuskannya..katanya itu karna dia amnesia.."


Egy hanya termenung dikursi dikamar nya,kelihatan nya dia berusaha mengenang sesuatu yang dia sendiri tak ingat


wajah nya nampak lelah


lelah dengan orang orang yang berusaha membodohinya


adapun orang yang dirasanya baik padanya..malah selau membuat nya kesal


dan sepertinya gadis itu ditakdirkan untuk membuat kesal Egy


Egy menatap yuna yang sedang mengoceh dengan sahabat nya di sofa bawah


Egy menghela nafas kesal


Ya Tuhan kenapa gadis menyebalkan ini yang justru menurut ku baik untukku....


Malam kian beranjak,Rara pamit pulang satu jam yang lalu


karna perjalanan kerumah Egy benar benar menyita waktu


dan..rumah itu jauh dari mana mana


Yuna menuangkan air dingin dari kulkas


dia meneguk nya


Egy membersihkan lukisan dirinya yang nampak kotor karna debu


"apa kau selau begitu??" Tanya Yuna


"begitu??"

__ADS_1


"selalu diam..."


"Aku tidak suka berisik.."


"Sudah kuduga ..saat kita pertama bertemu pak Egy memang selalu diam.."


Egy menoleh "Oh trik menjatuhkan ponsel mu itu??"


"Apa..Uhuuk uhuuk uuuhuk.."


"Apa kau selalu begitu??"


Egy mendekat dan menepuk nepuk pundak Yuna


"Apa..?"Yuna riskan dengan yang Egy lakukan


"Setiap minum atau makan sesuatu..selalu tersedak...Astaga..kabari aku kalau ada kontes tersedak.."


mereka saling menatap


"maka aku yakin kau akan jadi pemenang kontes itu!"


Egy meletakan kain lap kedalam wastafel di meja dapur itu


"bersihkan itu kembali.."


Egy berlalu ,dia menaiki tangga dan memasuki kamar nya


Yuna merentangkan kedua tangan nya saat berbaring di ranjang nya


"HHHhhmmmmm..."


dari mulai membuka mata tadi pagi sampai malam ini


Rasanya dia sedang hidup di negri dongeng


dalam sehari,kehidupan Yuna berubah drastis


tadi pagi masih berkutat dengan kebingungan dan kepasrahan karena belum menemukan pekerjaan


dan malam ini...


Taraaa...


bagai disulap,secepat membalikan telapak tangan


punya pekerjaan,punya upah besar....plus kamar gratis...


"Haaaa...kau memang sungguh beruntung Yuna.." Yuna senyum senyum sendiri


Yuna menguap,dia nampak mengantuk


Satu rumah dengan seorang pengusaha tampan yang amat sangat sangat..sukses


Siapa sangka Egy juga tak dapat menahan diri untuk berjauhan dengan Yuna


Pintu kamar itu terbuka

__ADS_1


Yuna terduduk


"Hah... Pak Egy,ada apa??"


"Yuna ...maaf,sebenar nya aku mengagumimu selama ini, sejak kita bertemu pertama kalinya ditaman itu..sejujurnya wajah mu lah yang kuingat..dan mungkin selain karna kebaikan mu..mungkin karna kecantikan mu..wajah mu selalu menyiksaku..aku selalu ingin lekas bertemu.."


Egy mendekat,tangan nya membelai wajah Yuna nafas nya begitu tidak teratur..debaran jantung pun terdengar seolah seperti saling menyahut


Wajah nya mendekat..


"Apa..kau ingin menciumku..,kau selalu bilang kau tidak menyukaiku.."


"Tak hanya menciumu..bahkan aku ingin..."


Egy menyentuh pundak Yuna,seolah dia ingin melakukan sesuatu pada Yuna


"Tapi..Pak Egy,tidak begini juga..." Yuna perlahan jadi ketakutan


"bukan kah kamu mengagumiku juga..?"


wajah Egy semakin mendekat "Apa salah nya kalau kita lakukan saja.."Egy menatap Yuna


"Yuna..."Egy memeluk Yuna


"Hyaaaaa...tidaaaaaak!!!!"


GEDUBRAAAK!!


Pintu kamar dibuka paksa


Egy muncul dari balik pintu dengan nafas terengah engah


"Ada apa...?!"


Yuna muncul dari balik selimut nya


dia terkejut..ternyata...mimpi..?


"Apa..mimpi??!"Egy mengerutkan dahinya


"bagaimana bisa..kau mimpi saja begitu berisik..mimpi apa??" sahut Egy agak kesal


"Mimpi..kau,...mesum padaku"Ucap Yuna ragu


"Apa??..manamungkin aku mesum pada mu?"


"Itukan cuma mimpi.."


"Itu karna kau selalu berfikir yang tidak tidak tentang aku..jadi mulai sekarang diam dan berhentilah bermimpi tentang aku dengan hal yang aneh pula..mengerti?"


"Me..mengerti.." ucap Yuna masih dengan selimut nya


"Bagus..."


Seketika Egy menghilang dari balik pintu kamar Yuna


Yuna menghela nafas,Hmmm....lagi pula siapa yang bisa mengendalikan mimpi

__ADS_1


Yuna kembali berbaring


" Kenapa aku bisa bermimpi tentang dia??"


__ADS_2