
Rara turut ikut kerumah besar sang majikan itu,dia bilang dia bak melepas seorang teman untuk perjalanan jauh
karna nanti pasti akan sulit untuk bertemu
"Aku tuh assisten ra..bukan pembantu,kau tau perbedaan assisten dengan pembantu...assisten akan sedikit lebih sibuk,mungkin mereka akan bekerja hampir 24jam" celoteh Yuna meyakinkan Rara dirumah nya tadi
mendengar itu Egy hanya bisa membelalakan mata nya sambil menghela nafas kesal
"Wah..kamu beruntung Yuna..kamu akan tinggal dirumah sebesar ini.."
"Tapi aku tidak yakin akan sanggup mengurus rumah ini dan majikannya ....selama 24jam.."Yuna terduduk lemas
"kau kan asisten yun..bukan pembantu.."
"iya aku tau..tapi setidak nya sebelum dia menemukan pembantu..akulah yang akan mengerjakannya'
"wajar yun...dia membayarmu sangat sangat lebih dari cukup untuk ukuran seorang asisten!"
Yuna menepak pundak sahabat nya
"Ssssst...dia bisa dengar,dia tidak tau pasti bayaran seorang asisten..bisa bisa dia memangkas upahku!" bisik nya sambil mengayunkan telapak tangan di lehernya seolah sedang memotong leher nya
"Apa..?,jadi kamu yang membodohinya??" Rara balas berbisik
Yuna menggeleng" Dia sendiri yang memutuskannya..katanya itu karna dia amnesia.."
Egy hanya termenung dikursi dikamar nya,kelihatan nya dia berusaha mengenang sesuatu yang dia sendiri tak ingat
wajah nya nampak lelah
lelah dengan orang orang yang berusaha membodohinya
adapun orang yang dirasanya baik padanya..malah selau membuat nya kesal
dan sepertinya gadis itu ditakdirkan untuk membuat kesal Egy
Egy menatap yuna yang sedang mengoceh dengan sahabat nya di sofa bawah
Egy menghela nafas kesal
Ya Tuhan kenapa gadis menyebalkan ini yang justru menurut ku baik untukku....
Malam kian beranjak,Rara pamit pulang satu jam yang lalu
karna perjalanan kerumah Egy benar benar menyita waktu
dan..rumah itu jauh dari mana mana
Yuna menuangkan air dingin dari kulkas
dia meneguk nya
Egy membersihkan lukisan dirinya yang nampak kotor karna debu
"apa kau selau begitu??" Tanya Yuna
"begitu??"
__ADS_1
"selalu diam..."
"Aku tidak suka berisik.."
"Sudah kuduga ..saat kita pertama bertemu pak Egy memang selalu diam.."
Egy menoleh "Oh trik menjatuhkan ponsel mu itu??"
"Apa..Uhuuk uhuuk uuuhuk.."
"Apa kau selalu begitu??"
Egy mendekat dan menepuk nepuk pundak Yuna
"Apa..?"Yuna riskan dengan yang Egy lakukan
"Setiap minum atau makan sesuatu..selalu tersedak...Astaga..kabari aku kalau ada kontes tersedak.."
mereka saling menatap
"maka aku yakin kau akan jadi pemenang kontes itu!"
Egy meletakan kain lap kedalam wastafel di meja dapur itu
"bersihkan itu kembali.."
Egy berlalu ,dia menaiki tangga dan memasuki kamar nya
Yuna merentangkan kedua tangan nya saat berbaring di ranjang nya
"HHHhhmmmmm..."
dari mulai membuka mata tadi pagi sampai malam ini
Rasanya dia sedang hidup di negri dongeng
dalam sehari,kehidupan Yuna berubah drastis
tadi pagi masih berkutat dengan kebingungan dan kepasrahan karena belum menemukan pekerjaan
dan malam ini...
Taraaa...
bagai disulap,secepat membalikan telapak tangan
punya pekerjaan,punya upah besar....plus kamar gratis...
"Haaaa...kau memang sungguh beruntung Yuna.." Yuna senyum senyum sendiri
Yuna menguap,dia nampak mengantuk
Satu rumah dengan seorang pengusaha tampan yang amat sangat sangat..sukses
Siapa sangka Egy juga tak dapat menahan diri untuk berjauhan dengan Yuna
Pintu kamar itu terbuka
__ADS_1
Yuna terduduk
"Hah... Pak Egy,ada apa??"
"Yuna ...maaf,sebenar nya aku mengagumimu selama ini, sejak kita bertemu pertama kalinya ditaman itu..sejujurnya wajah mu lah yang kuingat..dan mungkin selain karna kebaikan mu..mungkin karna kecantikan mu..wajah mu selalu menyiksaku..aku selalu ingin lekas bertemu.."
Egy mendekat,tangan nya membelai wajah Yuna nafas nya begitu tidak teratur..debaran jantung pun terdengar seolah seperti saling menyahut
Wajah nya mendekat..
"Apa..kau ingin menciumku..,kau selalu bilang kau tidak menyukaiku.."
"Tak hanya menciumu..bahkan aku ingin..."
Egy menyentuh pundak Yuna,seolah dia ingin melakukan sesuatu pada Yuna
"Tapi..Pak Egy,tidak begini juga..." Yuna perlahan jadi ketakutan
"bukan kah kamu mengagumiku juga..?"
wajah Egy semakin mendekat "Apa salah nya kalau kita lakukan saja.."Egy menatap Yuna
"Yuna..."Egy memeluk Yuna
"Hyaaaaa...tidaaaaaak!!!!"
GEDUBRAAAK!!
Pintu kamar dibuka paksa
Egy muncul dari balik pintu dengan nafas terengah engah
"Ada apa...?!"
Yuna muncul dari balik selimut nya
dia terkejut..ternyata...mimpi..?
"Apa..mimpi??!"Egy mengerutkan dahinya
"bagaimana bisa..kau mimpi saja begitu berisik..mimpi apa??" sahut Egy agak kesal
"Mimpi..kau,...mesum padaku"Ucap Yuna ragu
"Apa??..manamungkin aku mesum pada mu?"
"Itukan cuma mimpi.."
"Itu karna kau selalu berfikir yang tidak tidak tentang aku..jadi mulai sekarang diam dan berhentilah bermimpi tentang aku dengan hal yang aneh pula..mengerti?"
"Me..mengerti.." ucap Yuna masih dengan selimut nya
"Bagus..."
Seketika Egy menghilang dari balik pintu kamar Yuna
Yuna menghela nafas,Hmmm....lagi pula siapa yang bisa mengendalikan mimpi
__ADS_1
Yuna kembali berbaring
" Kenapa aku bisa bermimpi tentang dia??"