Cinta Yuna

Cinta Yuna
O1/


__ADS_3

Yuna memastikan Egy memasuki kamarnya setelah selesai mengerjakan beberapa berkas


dia merapihkan meja makan


perasaan nya masih campur aduk, dia masih bingung untuk mengakui perasaan nya pada Egy, Namun... apa benar Egy memang mencari nya selama ini?


Tapi...Rara ada benar nya juga, bukan kah selama Yuna bekerja di rumah itu Egy memang benar benar sendiri..


Pak Yulis yang di janjikan nya akan datang kerumah ini pun lenyap entah kemana


Yuna menghampiri kamar Egy, namun ketika dia hendak mengetuk pintu kamar itu tiba tiba Egy muncul dari balik pintu


Yuna terkejut "Aku..." Yuna melihat Egy membawa kotak P3K


"Tolong oleskan obat luka ini...punggungku terasa perih.." Ucap Egy


"Oh...Tentu"


mereka terduduk di sofa di depan kamar Egy


"Mungkin...karna minyak panas tadi" ucap Yuna


"Iya ..mungkin, ini terasa perih saat berbaring"


Egy membuka baju nya..


Badan nya yang kekar dan tegap itu membuat Yuna jadi salah fokus


dia malah terkesima dengan penampilan Egy saat itu


"Kenapa hanya diam??"Ucap Egy sambil


menunjukan punggungya


Ada beberapa luka bakar kecil dipunggungnya


mungkin akibat cipratan minyak panas tadi


Yuna mengoleskan obat nya


"Apa ini sakit sekali ??" tanya Yuna


"Tentu saja..aku hampir tidak bisa berbaring..padahal aku sudah lelah dan ingin sekali tidur" gerutu Egy


"apa hari ini kau lelah??"


" Tentu"


"Apa yang kau kerjakan??..kerja mu kan cuma duduk di sebuah ruangan ...kau hanya perlu menyuruh sekretaris mu untuk melakukan sesuatu.."


"Aku berusaha mencari tau apa yang kau suka...aku berusaha datang kepesta nenek mu...dan bahkan dia tak berhenti bertanya tentang sebuah drama yang setiap hari dia tonton...apa itu tidak melelahkan??" gerutu Egy bertubi tubi seolah dia berharap Yuna memahami nya

__ADS_1


Yuna setengah emosi, dia menekan obat nya di salah satu luka kecil Egy dengan jari telunjuk nya


"Aduuuh...kenapa sih??" Egy berbalik


Yuna menatap nya


"Menurut mu apa perlu kamu melakukan semua itu??"Tanya Yuna


Egy terkejut "Maksudku...aku melakukan nya untuk mu.."


"Lantas jika aku bukan teman semasa kecil mu..apa kau masih menyukaiku??" tanya Yuna


Egy terdiam, pertanyaan Yuna membuat nya bingung...dia sendiri masih bingung kenapa bisa jatuh cinta pada assisten nya yang dahulu pernah mengaguminya


"mungkin karna itu saja kau menyukaiku..."


lanjut Yuna


Dia merapihkan kotak P3K nya


"Tidurlah...sebaiknya ,kamu selesaikan masalah perasaan mu sendiri.." Yuna beranjak


Dalam hati nya yang paling dalam sebenarnya dia masih berharap Egy bisa menjawab semua pertanyaan nya itu dan tetap menyukai Yuna


Yuna berlalu


"Yuna..." panggil Egy


Yuna berbalik, dia menatap Egy


"Saat itu aku sebenarnya takut untuk menyukaimu..., aku hanya berusaha menjaga batasan batasan kita dalam satu atap....,sebaliknya selama aku menggali ingatan ku tentang hidupku dan tentang Fania..aku bertanya dalam hatiku kenapa aku selalu lebih nyaman saat bersamamu,karena itu..aku kadang tak peduli ingatan ku kembali atau tidak...kau teman kecil ku atau bukan...,itu hanya sebuah alasan dengan harapan kau membalas perasaan ku" Egy menghampiri Yuna


dia meraih tangan Yuna


"Yuna ...apa kau mau membalas perasaan ku?"tanya Egy


Yuna tertegun, mungkin ini puncak dari keadaan yang dirasakan Yuna...entah apa jadi nya ...dan bagaimana ujung nya..


apa akan bahagia?... atau berujung tragis seperti hubungan nya dengan Rendy?


yang jelas , perkataan Rara benar benar harus di pertimbangkan sekarang


Yuna menatap Egy, tubuh kekar itu masih berdiri tegap menggenggam tangan nya


Yuna menghela nafas


"Apa kau akan mengajaku untuk kencan pertama kita??" Tanya Yuna tersenyum kecil Egy terperanjat, pelan pelan dia memahami kata kata dari mulut Yuna


"Kencan..." Egy tertegun, dia menatap Yuna


"Apa kita berpacaran mulai sekarang??" tanya Egy

__ADS_1


"Entah lah...tergantung kencan pertama kita"


Egy tersenyum "sebelum pekan depan kita sudah harus berkencan" ajak Egy


"Apa??"


"Besok lusa??"


"Oh...tentu"


Nada itu tidak terdengar seperti kesepakatan kencan pertama , melainkan seperti tantangan !


Egy memeluk Yuna


Yuna melepaskan nya begitu saja


"Aku bilang masih tergantung kencan pertama kita" Yuna mengingat kan


"Anggap saja ini tanda sepakat!"


"Sepakat apanya?... kita hanya perlu bersalaman saja sudah cukup!"


"Kau hanya perlu diam saja...biarkan aku memelukmu..."Ucap Egy sambil memeluk Yuna


"Haaaa...kenapa badan mu besar dan keras sekali rasa nya seperti sebongkah kayu!"


yuna mencoba melepaskan pelukan itu


"apa??...sebongkah kayu??, kau tau ...diluaran sana banyak yang mengantri ingin aku peluk!"


"siapa???... nenek nenek!" ejek Yuna


" kau menghinaku ya..biar ku tunjukan seberapa kuat nya Egy praditya"


Yuna berusaha membalas ucapan Egy ,sementara pelukan itu semakin Erat


Apa yang di putuskan Yuna saat ini, semoga bukan sesuatu kesalahan yang fatal


yang jelas ini lah yang dia inginkan juga, Yuna tersenyum di pelukan Egy


"Kau tidak ingin memakai baju mu apa??" tanya Yuna


Egy menatap Yuna, dia menggeleng


"Saat ini aku hanya ingin menciummu"


"Apa kau tidak dengar semua tergantung kencan pertama kita"


"Sudah jelas itu akan berhasil...!!" ucap Egy Jumawa


"Hah...percaya diri sekali"

__ADS_1


jika ada perlombaan orang percaya diri...mungkin dia juara satu nya ..!


__ADS_2