
"Apa aku cocok dengan syall pink ini??"
sang Vennus menatap dirinya di cermin kecil itu
sementara Yuna sedang membereskan barang barang dimeja
sang Vennus menatap Yuna "Hei...aku bertanya padamu..."
Yuna menoleh "Ya..cocok.."ucap Yuna
sang Vennus kembali tersenyum penuh percaya diri Yuna yang mengetahui itu hanya menghela nafas berat
"Kau gadis yang sangat bersemangat kerja...sepagi ini kau sudah sampai disini"
Yuna tersenyum "itu karna Vennus..ada jadwal minum obat di pagi hari"
"Yuna..lihat" ucap sang Vennus
"Ya.." Yuna mendekat,sang nenek menunjukan wajah nya yang keriput
"Ada banyak keriput..disini"tunjuk nya
"Ya memang..kan nenek sudah tua"celetuk Yuna
"Yuna ..aku serius!!" bentaknya sambil mencubit tangan Yuna
"Aaaw..."
"Aku butuh masker wajah..."ucapnya
"WHAatttt....."Yuna melotot kaget
"kau mengertikan bahwa dirumah sakit susah sekali mendapat perawatan kulit..." ucapnya merengek pada Yuna
"Tap....tapi memang kenyataan nya...sudah tua...."
"Yuna...sudah jangan bercanda!!" sang nenek mulai geregetan"besok bawakan saja aku masker untuk mengatasi kulit keriput...ingat itu baik baik..ok?!!" ucap sang Vennus ketus
Astagaaah....baru dua hari rasa nya seperti dua tahun menghadapi sang Vennus itu,rasa nya butuh ekstra energi untuk menghadapinya,Yuna menyantap mie goreng dikantin rumah sakit itu
"Hai..."
"ya...?"
"kamu keluarga nenek itu??"
Yuna menatap dalam dalam pada suster itu
"aku suster yang selalu mengantarkan obat setiap pagi...aku Lani"Lani mengulurkan tangan nya
__ADS_1
"Yuna..." mereka bersalaman
"Aku bukan keluarganya,aku seseorang yang dibayar untuk menemaninya..."
"Apa..?" Lani terkejut mendengar perihal pekerjaan Yuna
"Apa ada pekerjaan semacam itu??"
Yuna mengangguk dan tersenyum
"Tapi,kau berhasil membujuk nya..."
Yuna mengangguk.."Begitu lah...kadang Vennus membuatku jengkel setengah mati"
"Vennus????"
Lani tercengang
"Oh...itu,nama julukan nya ...dia ingin dipanggil seperti itu..."
Lani tertawa lepas" aku tidak pernah mengetahui nya...bahkan dia tidak pernah bilang padaku...dia selalu diam dan marah marah " ucap Lani sambil terus tertawa lepas
Yuna ikut tertawa karna memang kalo dipikir pikir...lucu aja sih!
Rara sedikit kesal,terlihat dari mukanya
rupanya dia menunggu Yuna sedari tadi didepan rumah nya
tak lama dia membuka kan pintu dan mereka berdua masuk lalu terduduk di meja makan
Yuna membuka kulkas dan menuangkan air ke dalam gelas
"Oh ...aku haus sekali" ucap Rara sambil menghabiskan segelas air
"Maaf aku belum memberi tau kamu ra"
"Lalu..seharian ini kamu dari mana???"
Hari ini Rara libur kerja,sang teman di fastfood itu menelpon bahwa kado Yuna belum diambil juga,jadi teman itu menyuruh Rara mengambil nya kembali
setelah di konfirmasi teman itu bilang bahwa Yuna sudah tak bekerja lagi karna memang fastfood sedang mengurangi karyawan akibat dari penjualan yang sepi pelanggan
Yuna bercerita tentang kegiatan baru nya, handphone nya mati dia lupa untuk mengisi batre nya akibat nya Rara harus menunggu nya didepan pintu
Yuna membuka kadonya
"Wah..."Yuna terkesima
melihat isi kado dari Rara,Rara melirik..
__ADS_1
"Aku hebat kan??" puji nya pada diri sendiri
Yuna sibuk menjajal sepasang sepatu , isi dari kado itu
"Kamu tau aja kalo aku emang mengidam idamkan sepatu ini sejak lama..."
"Ehm...ehm..." Rara ke GR an
Yuna melirik sinis muak melihat tingkah sahabat nya yang semakin jumawa
"Terimakasih..."ucap nya datar
Rara cuma ketawa aja
mereka lalu bergantian mencoba sepatu nya lalu sesekali mereka bergaya ala ala model dunia
"Gimana Rendi??"
tanya Rara tiba tiba
Yuna hanya terdiam
"Haaaa...sudah lupain aja, dia itu menghilang bak ditelan harimau..."
"maksud kamu??"
"minimal dia mutusin kamu Yuna...ini malah gada kabar sama sekali..."
Yuna kembali diam
Rara mengamati sahabat nya yang sedari tadi tak berhenti mengagumi sepatu itu
"Yuna...anggap saja ini sepatu keberuntungan mu...kamu bisa pakai disaat saat terspesial kamu..misal nya ngelamar kerja...atau pas ada panggilan kerja..."
Yuna manyun manyun..."Kayak nya aku itu satu satu nya manusia yang dunia nya cuma kerja...hari spesial kok kerja semua...kayak ga ada hari spesial lain nya apa!" ucap Yuna ketus
Rara cuma senyam senyum tak jelas
"Ya kan selama ini kamu cuma mikirin kerja an selain mikirin nenek kamu.."
Yuna mencopot sepatu nya dan mengemas nya kembali
"Hmmmmm.....mungkin itu yang membuat Rendi pergi.." gumamnya lirih
"Haaaa...dia lagi dia lagi,kalo dia memang cinta sama kamu..mesti nya dalam kondisi apapun...dia selalu ada Yun..."Rara kembali berkobar kobar
Entahlah mahluk satu ini klo bicara tentang Rendi seolah semangat sekali buat marah marah....
"jangan sewot dong Ra..." Yuna melirik sahabat kentalnya itu
__ADS_1
"Memang...! aku sewot, kamu mau apa??"