
Pria itu terdiam ,dia kembali merasa baikan.
Yuna berdiri disamping tempat tidur nya
sang Dokter pun segera berpamitan sambil menyuruh pada Yuna agar jangan meninggalkan nya sebentar saja
" kamu...baik baik saja??" tanya Yuna
pria itu mengangguk "Terimakasih.."
Ucapnya lirih
Yuna menghela nafas
"Kamu..kenapa ada disini..?"
"Mmmm...,ibu mu menyuruhku untuk menjaga mu.." ucap Yuna
"begitu rupanya..." jawab nya singkat
pria itu menatap kejendela kamar
"Bisa kau buka jendela kamar itu..."
pintanya
Yuna pun segera membukanya
"Kamar mu begitu bagus dan nyaman..."
"Dimana nenek mu??"Tanya pria itu
"Dia...bukan nenek ku,dia sama sepertimu...seseorang yang aku jaga.."ucap Yuna
"Ponselmu...baik baik saja??"
Tanyanya ,rupanya dia mengingat nya
Yuna merasa kikuk mengenai kejadian itu
pipinya memerah
namun si pria itu wajah nya masih tetap datar
tak bereaksi
"Ya..." jawab nya singkat " apakah aku boleh memanggilmu ...Pak Egy??"
Pria itu menatap Yuna wajah nya yang nyaris sempurna itu membuat Yuna salah tingkah
namun tak ada jawaban dari mulut nya dia hanya terdiam
Setelah meminum obat nya dia kembali tertidur lelap,seperti nya kerja an Yuna menjadi lebih mudah di banding waktu menjaga sang Vennus itu
Pak Egy bukan tipe orang yang susah untuk minum obat,tapi kenapa ibu nya membutuh kan jasa Yuna
"Aku tak ingat apa apa..setelah kecelakaan itu..yang aku lihat setiap hari adalah lelaki itu..dia mengaku bernama pak Yulis,dan seseorang yang mengaku ibu ku ...bahkan dia sama sekali tak pernah menungguiku...,walaupun aku tidak ingat apa apa..tapi mungkin seorang ibu tidak akan membiarkan Putra nya yang sedang sakit sendirian..."ulas nya
seolah tak ada lagi teman bicara dihidupnya sehingga seorang Yuna yang baru ditemui nya pun menjadi tempat curahan hati nya
__ADS_1
tapi,jika dipikir pikir benar adanya ...seorang ibu takkan membiarkan putranya sendirian
apalagi dalam keadaan begini...
"Yang aku lihat ibu mu mempunyai jadwal yang padat di keseharian nya...terkadang ada yang tidak bisa dijelaskan oleh para orang tua nya kepada anak nya..."
Pak Egy menatap Yuna
"Apa ibumu demikian??"
"Apa..?"
Yuna menghela nafas "Aku seorang yatim piatu.."
"Yatim piatu??"
"kontrak kerjaku dengan ibu mu sangat panjang dan lama...suatu saat pasti akan ku ceritakan mengenai kehidupan ku pada Pak Egy.." Yuna tersenyum
kali pertama Yuna melihat wajah Tampan itu membalas senyum nya
OH...MY....GOD....!!!
Seseorang bernama pak Yulis itu muncul di jam malam Rumah Sakit,dia berniat menggantikan Yuna untuk berjaga di malam hari
Yuna berencana mampir ke sebuah ATM
diam diam dia penasaran dengan upah nya
dia memasukan Kartu nya lalu menekan no PINnya
dia segera mengecek saldo nya
jantung nya berdegub kencang dia sibuk menghitung jumlah angka nol di layar itu
"Tujuh...tujuh...benar,ada tujuh...berarti..."Yuna sibuk befikir "haaaaaahhhh...." dia menutupi mulut nya yang tak berhenti menganga dengan kedua tangan nya
" 50juta...Oh-my-god....oh my god" dia mengibas ngibaskan tangan nya di wajah nya
seolah kegerahan
Yuna menatap Ac nya " Mati kayak nya..." gumamnya
lalu dia mengeluarkan kartu itu dikantonginya uang sebanyak 2juta sambil sedikit gemetar...
Dia tiba di sebuah supermarket,dia pikir dia harus membeli berbagai macam kebutuhan rumah yang sudah lama tak terbeli oleh nya
dia sibuk memilih milih barang tanpa memperdulikan diskon yang ada
Beberapa tas belanjaan menemani nya pulang,dia menuruni taksi online nya bahkan dia memberikan uang lebih pada sang supir
Yuna pun bergegas masuk ,dan merapihkan barang belanjaan
beberapa perlengkapan mandi
beberapa perlengkapan mencuci, dan juga detergent untuk membersihkan rumah
beberapa bumbu dapur...sayuran dan makanan siap saji tak lupa Roti tawar dan selai coklat
Terakhir...tentunya beberapa produk perawatan kecantikan
__ADS_1
malam belum terlalu larut,dia memutuskan untuk memasak beberapa menu yang dilihat nya diponselnya
dia mengundang Rara untuk makan bersama nya malam itu
"Tadaaa..."
Rara bertepuk tangan sambil wajah terlihat kebingungan
"Kamu..ulang tahun lagi Yun??"
"Husss...ngaco kamu,udah makan aja yuk...keburu dingin.."ucap Yuna
mereka berdua pun menikmati makanan nya
"Aku baru menerima upahku..." ucapnya
Rara terdiam " itu...apakah itu berarti ,kau tak bekerja lagi untuk nenek aneh itu??"
Yuna menghela nafas "Ya..tapi, aku bahagia banget...banget...banget!" wajah Yuna berseri seri
Rara makin tidak mengerti
"Ra...tebak aku dapat apa??"
"Pasti dapat pekerjaan "
"kok kamu tau sih??"
"ya tau dong, hal apa lagi yang buat kamu bahagia selain itu.." jawab Rara datar
Yuna cuma mengomel tak jelas
"Lihat..." Yuna menyodorkan struk saldo di atm
"WHAT...????!!!!" mata Rara terbelalak seketika "48 juta Yun???
Yuna mengangguk sambil cekikikan
"kamu dapat uang begini banyak dari mana??"
"Kamu pikir dari mana??..ya,dari kerjaan aku lah Ra.."Yuna jumawa
"Maksud nya kerjaan apa ...segini banyak nya" Rara mendelik curiga" Jangan jangan ....kamu"
"Husss...jangan berpikir yang macem macem yah..."Yuna sewot
Rara melahap makanan nya
"Aku kerja halal...sshhh...kamu tau,Egy Praditya??"tanya Yuna sok akrab dengan nama itu padahal dia juga baru tau dari suster Lani
"Egy Praditya...Egy...Egy..."Rara sok sok an mengingat seseorang
"Tau tidak..??"
"Taulah dia anak pengusaha kaya tajirrr melintirrrr..."jawab Rara sambil manyun manyun mengunyah makanan
"Dia pasienku."
"Ap...apa, Uhukkk...Uhukkk..." Rara blingsatan makanan ditenggorokan nya tidak mau maju atau pun mundur
__ADS_1
Yuna mengambilkan segelas air sambil menepuk nepuk punggung sahabat nya...