
"Yuna ..aku mengingat semuanya..." Egy tertunduk " Yuna ...mereka bukan keluargaku..dan ternyata ayahku memang jarang sekali bertemu dengan ku..dan , aku berfikir..akulah orang yang paling malang di dunia ini, selalu sendirian..itu lah kenapa aku memiliki rumah sendiri..itu karna aku tidak pernah menyukai kehadiran mereka..."
Egy seolah sedang membaca naskah dalam hidupnya, dia begitu fasih dalam setiap kata
Tentu nya karena memory nya telah kembali
Egy melepaskan pelukan Yuna
"Aku baik baik saja..."
Yuna terdiam..sementara Egy menghela nafas panjang "Itu lah sebab nya rumah itu terasa asing bagiku..dan pak Yullis adalah tangan kanan ibu tiriku..dia tak pernah menjadi asisten pribadiku.."
"Tapi dia bersamamu saat pagi itu..kalian berdua memiliki luka yang dibalut oleh kain perban.."
"Tapi Arga bilang kami hanya berdua dalam kecelakaan itu..dan, dia bilang aku orang yang selalu teliti dan berhati hati terhadap barangku..mobilku tidak mungkin mengalami rem blong jika bukan perbuatan dari seseorang"
Yuna terdiam, jika Egy adalah teman semasa kecil nya ....jika dia mengingat semua nya ..apa dia mengingat janji nya pada Yuna
"aku suka sekali dengan kelinci..mereka bilang aku seperti perempuan yang menyukai kelinci..tapi aku memelihara nya..kelinciku menghilang..ayah ku tak suka aku punya kelinci"
"Apa ibumu akan membelikannya lagi untuk mu??" sahut si kecil Yuna
pria kecil itu menggeleng " Ibu ku tidak pernah pergi kemana mana.."
"Apakah wanita itu akan membelikan kelinci untuk mu??" Tanya sikecil Yuna kembali
Pria kecil itu tetap menggeleng
"Aku sudah tak memerlukan mereka lagi..kau kelinci putih suatu saat aku akan menunggu kamu..jadi tunggu aku saja.., aku akan melindungi kamu"
"kenapa harus dilindungi??"
Pria kecil itu berbisik "Orang jahat akan menjadikan mu boneka kelinci yang di pajang ditoko mainan..mereka tak bisa kemana mana..itu adalah tempat terdingin yang pernah ada"
"Aku tidak menganggap tempat itu dingin.."
"kenapa??"
" Karna aku menyukai AC.." mereka tertawa bersama
"Apa kau akan membelikan ku es krim??
Egy kecil mengangguk dengan senyuman
Egy kembali mengemudi ,sementara Yuna asyik dengan lamunan masa kecil nya
__ADS_1
Gerbang megah itu terbuka, istana es itu nampak begitu hangat, ternyata keluarga dari beberapa kolega bisnis sang ayah ikut hadir juga
Yuna mengikuti langkah Egy, Egy mengenggam tangan Yuna
Dia tersentak
"kita akan baik baik saja.." ucap Egy menenangkan hati Yuna
Tak lama mereka terduduk di sebuah ruangan tempat perjamuan makan malam
"Apa asisten mu itu juga akan duduk di sebelah mu??" ucap sang ibu tiri
Yuna lekas berdiri kembali
"Maaf..."Yuna menundukan badan
Egy menatap Yuna
"tak apa...aku baik baik saja.." Yuna tersenyum
"Sebaiknya kau bergabung dengan mereka" tunjuk sang nyonya rumah pada barisan para pelayan dirumah itu
"Terimakasih sudah meluangkan waktu untung berkunjung..."ucap sang Tuan rumah
seketika mereka semua tersenyum penuh dengan kepalsuan membalas sapaan dari sang Tuan rumah
Para pelayan itu membuka setiap hidangan yang tersaji di meja makan yang besar itu
seketika mereka semua seolah terkagum kagum melihat mewah nya hidangan malam itu
"Ini istri ku yang memasak..dibantu para pelayan..ayoo ,silahkan di nikmati"
Bahkan dalam satu meja pun ayah tak pernah tersenyum untuk Egy
Tiba tiba...
"Maaf..kami terlambat" seorang lelaki paruh baya itu tiba diruangan
"Oh..Pak Sandy..silahkan duduk..duduk.."
" Aku datang bersama putra sulungku.."
"O ya..kau sudah besar.., kenalkan ..dia Egy..dia putra sulung ku juga.."
Egy menatap pria itu, dia tersentak..pria itu adalah Tedy
__ADS_1
"Senang bisa bertemu dengan mu lagi"
mereka berjabat tangan
sementara orang tua mereka hanyut dalam perjamuan makan malam
Tedy menebarkan pandangan nya kesekitar kerumunan para pelayan di ruangan sebelah
dan benar saja ia menemukan Yuna yang tengah menuangkan teh Herbal ke dalam cangkir cangkir cantik itu
"Ayah..aku permisi kebelakang.."ucap Tedy
sang ayah hanya mengangguk
Egy menatap lekat gerak gerik Tedy, langkah Tedy menuju ruangan para pelayan
Egy berdiri, dia sangat berambisi sekali untuk mencegah pertemuan Yuna dan Tedy
"Egy..." panggil sang ayah tiba tiba
Egy menoleh "Ya...?"
"Bagaimana kondisimu..apakah kau sudah mengalami kemajuan tentang ingatan mu?"
"Mungkin aku masih harus berusaha untuk mengingat semua.."ucap Egy berbohong
"Bagaimana dengan pengobatan mu..bukan kah ibu mu telah memberikan dokter terbaik..untuk memulihkan kondisi mu??" ucap sang ayah
Egy hanya menatap sang ibu tiri itu, rupanya ayah memang terlalu mengandalkan dia..dan ayah sangat mempercayai nya
"Selepas jamuan makan malam para kolega bisnis ku..kau sebaiknya menemuiku di ruang kerjaku..ada yang ingin ku sampaikan ke padamu" ucap sang ayah datar
"Baik.." Egy beranjak
" Kau tidak makan??" tanya sang ibu tiri itu sambil tersenyum
"Aku harus menemui seseorang"
"Apa itu Fania??, sepertinya dia belum datang" ucap nya dengan sedikit senyuman di bibir nya
" Bukan..dia teman ku"
"Kau punya teman??,Apa kau sudah kembali dengan ingatan mu??"ucap sang ibu tiri mendekati Egy
"Sebenar nya ada apa??, kau selalu bertanya tentang kondisi ingatan ku"
__ADS_1
"Aku ibu mu..berbicara lah dengan sopan" ucap wanita itu dengan nada yang sedikit tinggi
Egy hanya menatap wajah nya dan berlalu..