
Matahari masih sembunyi diperaduannya
Yuna tersenyum senyum sendiri sambil merapihkan pakaian nya
dia menenteng kantong belanjaan
pagi ini sebelum majikan nya bangun dia harus pergi berburu sayuran di pasar
itu akan menjadi kejutan bagi Egy, dia akan kagum pada Yuna dan dia tidak bisa meremehkan Yuna lagi ,soal bangun pagi
Yuna melangkah pasti,sekejap dia menatap lantai dua rumah itu..dia melihat pintu kamar Egy masih tertutup
dia tersenyum mantap,lalu melanjutkan langkahnya
Yuna membuka pintu rumah itu,ternyata jika pagi hari udara disini sangat segar
karna jauh dari polusi, pantas saja Egy menyukai rumah ini..cocok untuk dia tenang dan sejuk
Egy menarik nafas nya,dia mengelap keringat nya yang menetes hampir membasahi seluruh wajah dan leher nya
dia terduduk di sebuah bangku ditaman rumah nya
rupanya pagi ini dia tengah berolah raga,semalaman dia berusaha mengingat ingat semua kenangan dirumah ini..dan sepertinya ini yang dulu sering dia lakukan setiap pagi
dia ingat suasana pagi,udara pagi..mentari pagi...dan ketenangan dipagi hari
dia tersenyum...
dia harus melakukan segala aktivitas yang dia ingat agar membantu nya mengingat kejadian yang lain nya
Egy berjalan memasuki rumah nya,dan...
Dia mendapati Yuna sedang sibuk memasak didapur...
Aroma masakan pun merebak seisi ruangan
namun..aneh nya hal seperti itu, Egy tak pernah merasa mengalaminya
mungkin dulu dia memang jarang makan dirumah..
Sekejap melintas sebersit bayangan sepasang sepatu hitam yang memasuki pintu depan rumah di malam hari,dia duduk sendirian dan melonggarkan dasi nya
Egy memegangi kepalanya yang terasa sedikit sakit bila dia mengingat sesuatu
Yuna yang menyadari itu pun segera menghampirinya
"Pak Egy baik baik saja??"
__ADS_1
Yuna menatap Egy,dia mendudukan di sebuah sofa diruang tengah rumah itu ..
"Aku ingat sesuatu.."gumam nya
Yuna tersenyum "Apa yang kau ingat??..barangkali aku bisa membantu mengembalikan ingatan mu lebih banyak lagi?"
"Entahlah, sepertinya dulu tak pernah ada aroma masakan seperti ini...seperti nya dulu rumah ini sangat sepi...dan aku selalu pulang malam.."
"Santailah..tak usah terburu buru..kau hanya perlu mengingat sedikit demi sedikit masalalu mu.." ucap Yuna
Egy hanya terdiam mengapa dia merasa sedikit takut ketika mengingat sedikit dari masa lalu nya
Apa dia dulu orang yang begitu dingin?
"setelah kau membereskan pekerjaan mu..kau bisa membantuku mencarikan laptop ku dirumah ini...aku belum bisa menemukan nya dari tadi malam...apalagi kau sempat membuat keributan.."
Yuna menghela nafas berat
"Maaf..."
Egy beranjak menaiki tangga menuju kamar nya
"Pak Egy.."panggil Yuna
Langkah nya terhenti "Apa.."
"Kau pikir aku masih tertidur seperti mu??"
Egy kembali menaiki tangga dan lenyap dari pandangan Yuna
Dia selalu dingin padaku, dan kadang aku tak bisa mengontrol naluri ku ..dia terlalu keren bagiku
Tapi dia terlalu dingin
dan selalu ..bahkan berkali kali mengingatkan posisi kami, bahwa kami adalah seorang assisten dan majikan ..bukan ABG kampus yang sedang mencari cinta
dan kadang aku muak dengan itu...
seolah dia menggurat kan jarak karna perbedaan kasta dalam sebuah kehidupan yang kita jalani sekarang ini
kadang aku ingin menyudahi saja pekerjaan ini...
tapi,dimana lagi aku mendapatkan pekerjaan dengan upah sebesar ini?
aku hanya tinggal mengontrol naluri ku untuk tidak mengagumi dia...
dan harus nya dia tidak se angkuh dan se sombong ini padaku..jika dia menganggap akulah satu satu nya orang yang baik padanya
__ADS_1
mampu memulihkan nya dari amnesia nya sedikit demi sedikit...
Dia pikir..dia siapa?
selalu menyebutku Aneh..padahal dia sendiri yang aneh...
Pria kaya yang kesepian..lihat saja rumah nya yang jauh dari mana mana..bahkan dia tak punya tetangga
Haaaa...tapi aku bisa apa sekarang
Demi tabungan ku
Demi masa depanku
Demi nenek ku
Sabarlah....
sabarlah yuna...
"Heeii...tapi aku tak bisa!!"
bentak Yuna dengan menghentakan sendok makan nya ke meja
seketika nasi di sendok itu berceceran di muka sang majikan yang tengah duduk makan dihadapan nya
Egy terdiam mematung
menyadari ada banyak nasi diwajah nya
Yuna pun terkejut,spontan dia membersihkan nasi itu dari wajah majikan nya yang tengah sarapan bersama nya
Namun Egy tak bergeming sedikit pun dia hanya menyingkirkan tangan Yuna dari wajah nya, lalu beranjak..
"Pak..Egy..."
"Aku sudah kenyang..."
Egy berlalu dan mengambil air putih di gelas nya lalu meminumnya
"kenapa aku payah sekali..." bisik Yuna dengan memukul mukul kepalanya..
Tapi aneh nya ,Egy tak bereaksi dia hanya kembali ke kamarnya dan menutup pintunya..tanpa sepatah katapun
Yuna celingukan ,"Apa dia marah padaku??tapi kalo dia marah kenapa dia diam..biasa nya dia berteriak..apa dia sudah bosan berteriak padaku??"
gumam Yuna sambil mencuci piring
__ADS_1
"Haaa...syukurlah kalau dia sudah bosan berteriak..."