Cinta Yuna

Cinta Yuna
P/


__ADS_3

Semenjak kedatangan Fania ,Egy jadi sedikit bersemangat ,bahkan dalam beberapa kesempatan mereka meluangkan waktu untuk bertemu


Dengan begitu,tak banyak waktu untuk Yuna dan Egy bertemu walaupun mereka berada dalam satu rumah


Pekerjaan Egy juga sangat menyita waktu,kadang setelah pulang dari kantor nya dia masih harus mengerjakan nya dirumah semalaman


mungkin karna selama dia sakit,banyak pekerjaan yang terbengkalai


Fania kadang juga datang dipagi hari, bahkan dia juga tak segan ikut membantu Yuna menyiapkan sarapan untuk Egy


"Apa kau sudah lama bekerja dirumah ini?" Tanya Fania sambil menuangkan susu kedalam gelas


Yuna tersenyum,"Sejak Pak Egy dirumah sakit...Nyonya meminta ku untuk menjaga Pak Egy..dan sampai sekarang dirumah ini.."


"Dimana rumah mu??"


"Rumah ku tak jauh dari Rumah sakit Centra Medika..tempat Pak Egy dirawat"


"Lalu..kau pulang jam berapa dari sini..aku lihat kau sampai sore hari disini.."


"Aku menginap disini.."


"Apa??, jadi kalian tinggal satu rumah??,kalian hanya berdua??"


"Aku...itu permintaan Pak Egy..semula aku juga sudah menolaknya..tapi dia memaksa"Yuna terbata bata


Fania hanya terdiam dia terlihat menggerutu tak jelas


"Ini..sudah selesai..?" tanya Yuna pada Fania ragu


"Bawakan saja ke meja makan...!" jawab Fania ketus sambil melepas celemek nya dan membuang nya kelantai


Yuna menatap kedua nya ,mereka nampak diam namun diam bukan berarti menikmati sarapan nya


apa lagi muka Fania masih terlihat kesal sekali


"Apakah dia juga makan satu meja dengan kita??" tanya Fania


membuat Yuna tak jadi memakan roti nya


Egy meneguk susu nya


"Aku yang memintanya tinggal disini..karna setelah amnesia aku merasa kebingungan dengan hidupku"


"Kau terbiasa dengan supir mu...bahkan hampir 24jam kau menghabiskan waktu dengan dia..bahkan disaat bersamaku"


"Supir ku?" Egy menatap Fania


"Ya benar..bahkan dia merangkap sebagai asistenmu..saat mengerjakan bisnis diluarkota pun kau membawa nya..." Fania meneguk susu nya


"Sekarang dimana dia?"


"Aku dengar saat kecelakaan itu dia ikut bersama mu...dia bagaikan sahabat kental untuk mu.."


Yuna memandang Egy, Egy seolah mendapat celah tentang ingatan nya..


seolah dia teringat kembali tentang tragedi kecelakaan itu


"Bisa cepat sedikit??, aku ada meeting dengan klien baru..tidak boleh terlambat,kita harus membuat kesan yang bagus untuk meeting pertama !"


"Baik pak.."


Mobil itu melaju lebih cepat ditengah lalu lintas kota dipagi hati


"Pak Egy...!!"


"Ada apa??"


"Rem nya blong..mobil ini tak bisa dikendalikan.."

__ADS_1


"Kenapa bisa begini"


"aku tidak tau Pak Egy, berpegangan saja..!!!!"


Egy tersentak nafas nya kembali tidak bisa dikendalikan keringat nya mulai bercucuran


Yuna menatap Egy dan mengambilkan tysu


"Pak Egy..."


Fania yang melihat itu langsung mendekati Egy,dia membantu nya berdiri


"Kau nampak tidak sehat..lebih baik beristirahat"


"Aku tidak apa apa,ada beberapa berkas yang harus aku tanda tangani di kantor.."Egy mengambil kunci mobil nya


"Lebih baik aku yang menyetir..oke??"


pinta Fania


"Yuna ,hari ini kau siapkan beberapa kemejaku..besok ada yang harus ku kerjakan di luar kota.."


"Baik.."


"Berapa lama kau diluar kota" tanya Fania


" mungkin satu minggu.."


"mendadak sekali seperti nya.."


Yuna menyiapkan beberapa kemeja seperti permintaan Egy,Yuna berfikir...


semenjak Yuna mengenal Egy seperti nya Ibu nya dan Pak Yulis tak pernah sekalipun menyinggung soal supir pribadi Egy


sudah bisa dipastikan dia ikut dalam kecelakaan itu, tapi apakah tak dirawat di rumah sakit Centra Medika?


Apakah dirawat dirumah sakit yang lain?


ponsel Yuna berdering


"Halo Ra??"


"Yuna aku punya kejutan untuk mu.."Suara Rara sangat sumringah


"kejutan??"


"Aku telah mendaftarkan kamu ke Biro jodoh..'Malaikat cinta'?!


"Ma..malaikat cinta??"


"Iya..kau pasti senang,...haaa, aku memang pintar bukan??"


"Rara..kamu sudah gila,..aku tidak mau !"


"Yunaa..aku tau kamu kesepian,aku dengar berita tentang kepulangan Tunangan Egy Praditya..majikan mu itu"


"Hah...dari mana kau tau?"


"Aduh Yuna ,dia model papan atas,siapa dia ,kemana dia..semua orang pasti tau Yunaa!"


"Ya..tapi tetap saja Ra,aku malas daftar daftar seperti itu"


"Yuna..Yuna,sahabatku yang ketinggalan jaman..kau hanya tinggal duduk manis dan melakukan beberapa kencan buta..lalu pilih lah laki laki yang menurut mu cocok untukmu"


"Ya tapi Ra..."


Garasi terbuka terdengar suara mobil memasuki garasi rumah itu


"Yuna lagi pula,Kau tidak bisa mengharapkan Egy lagi."

__ADS_1


"Nantii aku telfon lagi.."


Telfon di tutup


Yuna bergegas menuju kelantai bawah,terlihat Egy yang langsung terduduk di sofa..


dia nampak letih sekali


"Yuna..buatkan aku teh hangat..,bawakan kemeja kamarku..aku mau mandi dulu" sahut nya sambil melonggarkan dasi nya


"Baik..."


Yuna mendekati Egy


"Aku sudah menyiapkan beberapa kemeja.."


Yuna terduduk didepan Egy,",Jika Pak Egy pergi dalam satu minggu ini..bolehkah aku izin pulang??"


Egy menatap Yuna, yuna menghela nafas ragu


"Kau boleh pulang.."jawab Egy


"Terimakasih.."


Egy keluar dari kamar mandi nya,aroma wangi sabun memenuhi seluruh ruangan dikamar nya


Dia harus mencari tau tentang supir pribadi nya itu,rasa rasa nya dia tak pernah mendengar sosok tentang supir itu dari ibu nya atau orang orang yang ada dirumah ibu nya itu..


Apa ada yang disembunyikan?


jika supir itu begitu dekat dengan Egy,berarti ada banyak yang dia ketahui tentang Egy


"Aku harus mencari tau tentang dia.." Gumamnya


"Aku harus menelfon sekertaris di kantor..dia pasti tau tentang itu" Egy mencari ponsel nya


Dia ingat ponsel nya tertinggal di wastafel kamar mandinya


Egy kembali masuk kekamar mandi nya


Pintu kamar diketuk beberapa kali namun tak ada jawaban


Yuna masuk membawakan secangkir teh nya


Egy keluar dari kamar mandi nya sambil mengamati ponselnya


"Pak Egy..??!!!" Yuna histeris karena melihat Egy bertelanjang dada dan hanya mengenakan handuk


"Ya.."Tatapan Egy beralih ke Yuna "Kau...??"


Egy menatapi tubuh nya


AAAAAAAAAAAHHHHHH!!!!!!


Egy berteriak


Yuna terperanjat,tangan nya gemetaran ...sehingga membuat teh itu tertumpah mengenai baju nya


Aah....


Egy terdiam...hening...


"Maaf..."ucap Yuna


"Selain tukang membuat kegaduhan..apa kau juga begitu suka menumpah kan air ke baju mu??" tanya Egy


"Apa ...??"


Yuna menatap baju nya yang basah karena teh,...Yuna meringis

__ADS_1


Astagah...


__ADS_2