
Yuna menyalakan lampu setiba dirumah
muka nya terus terlihat muram
Egy menatap wajah kekasih nya
dia hanya terdiam
Yuna menuangkan air putih kedalam gelas
lalu meneguk nya
"Apa kau tidak menyukainya sedikitpun? "
"Apa? " yuna menatap Egy
" Tempat kencan pertama kita"
Yuna menghela nafas "Dulu aku begitu menyukai nya.. namun ada sesuatu yang membuat ku muak dengan tempat itu"
"Apa itu tentang masa lalu mu? "
Yuna terduduk diruang makan "Maaf.. seharus nya aku tidak mengecewakan mu"
Egy menatap Yuna
malam itu mereka habiskan untuk menatap bintang ditaman didepan rumah
hingga larut,Egy tersandar di bahu Yuna
"Mungkin seharusnya memang tak usah mengadakan kencan pertama.. karena kita sudah bertemu setiap hari.. "
Yuna tersenyum " Kamu menyerah? "
"kencan pertama kita benar benar membuatku pusing... " mereka saling menatap dan tertawa
" Besok lusa sudah harus keluar kota untuk pekerjaan ku.. sebaik nya kau beristirahat.. "
Egy menggenggam tangan Yuna
"Baiklah.. aku tidur dulu"
Egy mendekap tubuh Yuna
"Kau harus mempersiapkan kondisi badan dan hati mu"
Yuna menatap Egy "Kenapa?? "
__ADS_1
"Ada banyak yang harus kita hadapi, nanti juga kau akan tau sendiri" wajah Egy begitu tenang, namun Yuna seolah dapat melihat hati kekasih nya yang sedang ketakutan
seolah dia sedang mempersiapkan perang sendirian
Pagi itu handphone nya seolah tak berhenti berdering, dan wajah wanita itu selalu nampak dalam kegelisahan dan sekejap kemudian berusaha untuk nampak tenang,
Pak Yullis tiba dengan tas yang di bawanya
dia mengeluarkan beberapa berkas
wanita itu memeriksa nya
"kau yakin, semua nya sudah kau urus?? " tanya wanita itu
pak Yullis mengangguk
"termasuk beberapa proposal yang sudah disetujui oleh para kolega? "
Pak Yullis kembali mengangguk
"Sebenarnya ada satu proposal lagi yang belum kita peroleh hasil nya.. dari HS grup, " ucap pak Yullis
wanita itu menoleh " Kenapa?? "
"Itu karena keterlambatan pihak kita saat mengirimkan proposal itu.. maaf, saat itu berbenturan dengan pesta penyambutan Tuan.. "
Wanita itu mengerutkan dahinya, seperti sedikit berpikir
"Itu akan membuat keraguan dari pihak mereka.. HS group berencana menyumbangkan 60 persen dari total pembiayaan pembangunan.., dan waktu pelaksanaan pembangunan tidak mungkin ditunda karena permintaan beberapa kain di beberapa klien sudah mendesak" jelas pak Yullis begitu panjang dan lebar
semenjak rekayasa kecelakaan Egy itu terealisasi wanita itu begitu sibuk menyusun rencana, mungkin agak meleset dari rencana awal.. seharus nya Egy tak terselamatkan itulah target nya dengan begitu dia dapat menguasai bisnis keluarga Praditya
namun karena kemahiran sang supir pribadi Egy berhasil lolos dari maut dan hanya mengalami amnesia
dan oleh karena itu supir Egy tidak diperkenankan bekerja kembali karena dia mengetahui segalanya
Dan masa perawatan Egy digunakan oleh wanita itu untuk menyeleweng kan beberapa dana para kolega yang telah dimiliki Egy untuk melancarkan proyek pembangunan perusahaan
wanita itu menggunakan nya untuk membangun bisnisnya sendiri di sebuah kota.. dan sedang di urus oleh kedua anak nya, dia bahkan berniat untuk mengambil alih cabang suka bumi itu untuk Pak Yullis atas jasa pada nya selama ini
0leh karena itu pak yullis mau membantunya
Egy menyiapkan beberapa kemeja untuk di bawanya, dia mengepak nya kedalam koper biru kesayangan nya
Yuna muncul dari balik pintu
"Bukankah masih lusa berangkat nya? "
__ADS_1
Egy menatap ke arah Yuna
"Besok aku ada beberapa pertemuan.. jadi mungkin akan sangat sibuk" ucap Egy
Yuna terduduk di sofa kamar itu, seolah tak ada lagi rasa canggung di antara keduanya
"Aku berencana menyewakan rumah ku.. "
Egy menoleh " dan berencana menetap dan menikah dengan ku?? "
"Aku serius.. ini penuh pertimbangan"
Egy terduduk disamping Yuna
"Seperti kemarin.. sudah lama aku tak pulang.. begitu pulang, rumah terasa pengap"
"Ide bagus.., dengan begitu kau punya penghasilan tambahan"
Yuna tersenyum "Besok aku akan membereskan rumahku.. dan mungkin ada beberapa barang akan kubawa.. seperti berkas berkas keluargaku"
Tiba tiba Egy menuntun Yuna keluar kamar, dia menuju ke kamar tepat di samping kamar Egy
dan dia membuka pintunya
" Jika kau butuh ruang lebih, kau bisa pakai kamar ini.. "
Yuna menatap sekeliling.. kamar itu sama luas nya dengan kamar Egy
"Ini bekas kamar supir ku.. "
"maksudmu aku harus pindah kekamar ini? "
tanya Yuna tersipu
Egy menatap wajah Yuna yang memerah
"Bukan.. maksudku, barang barang mu kau bisa simpan sebagian di kamar ini.. " ucap Egy
Yuna menghela nafas" dan aku tetap di kamar pembantu.. "
Egy tersenyum melihat kekasih nya sedikit muram
"Aku harus bagaimana?, jika kamu terlalu dekat dengan ku... jika kamar kita bersebelahan.. mungkin aku setiap malam akan dibuat tak bisa tidur.. "
Egy kembali merapihkan koper nya
Yuna hanya bisa tersenyum mendengar celoteh kekasih nya
__ADS_1
Begitu besar cinta Egy untuk Yuna
Apa benar baru kali ini Egy jatuh cinta?