
Egy langsung mendatangi kantor perusahaan cabang suka bumi itu
sementara dia meninggalkan Yuna di penginapan
dia hanya mengantarkannya saja
"ini kamar mu.. dan disebelah nya adalah kamarku" ucap nya sembari menebarkan senyuman pada Yuna
" Aku tau.. " jawab nya
"Didepan penginapan .. view nya cukup bagus karena dekat pantai.. kau bisa jalan jalan, aku harus mengerjakan beberapa urusan ku.. jadi mungkin aku akan kembali agak sore"
"Baiklah"
"Kau bisa makan duluan.. "
Ucap Egy sambil berlalu memasukan koper nya kedalam kamar nya
Yuna pun ikut masuk kedalam kamar nya
Waktu terasa begitu lama, Sementara Egy berkutat dengan pekerjaan nya
Dia periksa beberapa berkas yang sempat dia kerjakan sebelum kecelakaan itu menimpanya, hasil nya.. beberapa berkas masih ada pada tempat nya..
nyaris tersimpan dengan rapih, begitu juga dengan HS grup.. yang akan menjadi penanam saham tertinggi di proyek itu
Egy menghela nafas.. dia merasakan sedikit lega
dia menelpon staf di kantor itu
dan tak lama seorang pria berambut ikal itu masuk " Selamat siang Pak Egy" sapa nya
"Selamat siang Pak Denis" balas Egy
pria itu terperanjat kaget
Egy menatap nya " Kenapa?? "
" Maaf, tapi kabar nya anda.. amnesia? "
"Aku bernasib baik.. Tuhan memberiku waktu yang singkat untuk amnesia.. karena Dia tau ada banyak hal yang akan aku lewatkan"
Denis tertunduk, mukanya agak gelisah
"Aku mencari berkas dari Pak Rizal.. kau melihat nya? "
"Tapi.. berkas itu sudah diproses Pak.. dan dana nya sudah masuk ke Rekening perusahaan.. 2 minggu yang lalu" jelas Dennis
"Oya?? " tanya Egy
"Ya pak"
"Aku bisa lihat laporannya? "
"Baik.. " Dennis berlalu
Egy menghela nafas, semua nampak baik baik saja tapi kenapa pembangunan proyek malah berhenti total
Dennis kembali dengan beberapa kertas
dia menyerahkan nya pada Egy, dia segera memeriksa nya
__ADS_1
itu bukti transaksi dari beberapa klien yang telah mengirim dana nya ke Rekening perusahaan.. dan jumlah total nya lumayan besar..
"Tapi kenapa pembangunan proyek malah terhenti?? "
Dennis memang orang yang ditugaskan untuk menangani pembangunan itu, oleh Egy
"Maaf Pak Egy.. bu Marina menyuruh saya untuk menunggu Pak Egy saja"
"Bagaimana dengan Pak Yullis . . ku dengar dia sempat menangani proyek ini "
"Pak Yullis sempat kesini beberapa minggu lalu.. namun dia hanya diperintahkan untuk mengambil berkas dari HS grup"
Egy terperanjat dia sampai berdiri "HS grup? "
Egy memeriksa kembali berkas itu.. dia terperanjat.. berkas itu palsu!!
Egy memakai jas nya dan mengambil bukti transaksi dari Dennis
Tanpa basa basi dia berlalu
Egy mengemudikan mobil nya secepat kilat
sambil sesekali dia memeriksa jam tangan nya, rupanya dia mengejar jam kerja sebuah Bank Swasta tempat dia transaksi untuk perusahaan nya
"selamat siang ada yang bisa kami bantu? "
"saya mau print out buku Rekening saya"
"Baik.. silahkan tunggu sebentar" ucap security di Bank itu
Beberapa saat kemudian, Egy menerima bukti transaksi di rekening perusahaan nya
Ada transaksi ke no rekening lain setelah transaksi dari klien itu.. dan laporan nya tidak masuk ke Dennis..!!
Egy menghela nafas, Dana yang hilang itu jumlah nya lumayan fantastis
Egy menghela nafas.. dada nya terasa sesak
siapa yang berani melakukan hal seperti ini??!
"Marina.. " pekiknya geram
Egy tak membuang banyak waktu, dia langsung menuju kembali ke kantor
Dennis melihat sang Atasan begitu tergesa gesa, diapun mengikuti nya
Egy terkejut melihat pegawai nya itu
dia kira sudah pulang karena ini sudah jam pulang kantor, dan yang lain pun sudah pulang
"Kau... masih disini?! " Tanya Egy menatap Dennis
Dennis tertunduk "Ya.. "
"Kau.. tau ini?? " tanya Egy menunjukan berkas dari HS grup
Dennis terpekik " Beberapa waktu yang lalu.. Pak Yullis sempat membawa nya dan... "
"Tentu saja ini palsu..!!!! " teriak Egy menghempaskan berkas itu ke meja nya
Dennis tersentak bukan main
__ADS_1
"Dimana kau saat itu? "
"Ma.. maaf"
"Apa kau berusaha untuk menutup mata dan telinga mu?? "
"Sa.. saya"
"Atau ada yang menutup mata dan telinga mu?? "
Dennis terpekik
"Dengar.. aku pikir kau satu satu nya orang yang kupercaya disini.. bahkan untuk proyek ini!! "
Emosi Egy tak terkendali, bahkan ruangan itu nyaris berantakan
Dennis berusaha membereskan kertas kertas yang tercecer ke lantai
"Maafkan saya pak Egy" Dennis tertunduk "Saya sungguh tak mengetahuinya"
"Apa!!? "
"Mereka bilang untuk tidak memasuki ruangan Pak Egy walaupun saya sudah bilang kalau saya biasa membantu pekerjaan Pak Egy disini"
"Mereka??.. mereka siapa?!! "
Dennis hanya tertunduk
Malam kian larut, namun Egy tak pulang ke penginapan, dia malah memilih untuk berkunjung ke sebuah cafe di pinggir pantai
dia berusaha menenangkan pikiran nya
semua menjadi kacau
Tak ada sepeserpun dana yang tersisa di Rekening perusahaan
pembangunan terhenti, sementara para investor itu tidak lama pasti akan menagih janji, atas keuntungan yang telah disepakati
Egy menghela nafas
dia menelpon seseorang
"Hallo... "
"Selamat malam Pak Egy"
"Kau masih di kantor?? "
"Kebetulan aku sudah pulang Pak.. outlet sudah tutup beberapa jam yang lalu"
Egy menelpon asisten nya yang mengurusi bisnis Factory Outlet nya
dia menanyakan kabar bisnis fashion nya
dia juga mengkhawatirkan keadaan bisnis pribadinya itu
Tak berselang lama dia menutup ponsel nya dan meneguk minuman yang telah dipesan nya...
Egy benar benar ada dalam masa masa yang sangat sulit...
dan di mana hati Yuna saat di butuhkan seperti sekarang ini??
__ADS_1