Cinta Yuna

Cinta Yuna
X1/


__ADS_3

Egy langsung mendatangi kantor perusahaan cabang suka bumi itu


sementara dia meninggalkan Yuna di penginapan


dia hanya mengantarkannya saja


"ini kamar mu.. dan disebelah nya adalah kamarku" ucap nya sembari menebarkan senyuman pada Yuna


" Aku tau.. " jawab nya


"Didepan penginapan .. view nya cukup bagus karena dekat pantai.. kau bisa jalan jalan, aku harus mengerjakan beberapa urusan ku.. jadi mungkin aku akan kembali agak sore"


"Baiklah"


"Kau bisa makan duluan.. "


Ucap Egy sambil berlalu memasukan koper nya kedalam kamar nya


Yuna pun ikut masuk kedalam kamar nya


Waktu terasa begitu lama, Sementara Egy berkutat dengan pekerjaan nya


Dia periksa beberapa berkas yang sempat dia kerjakan sebelum kecelakaan itu menimpanya, hasil nya.. beberapa berkas masih ada pada tempat nya..


nyaris tersimpan dengan rapih, begitu juga dengan HS grup.. yang akan menjadi penanam saham tertinggi di proyek itu


Egy menghela nafas.. dia merasakan sedikit lega


dia menelpon staf di kantor itu


dan tak lama seorang pria berambut ikal itu masuk " Selamat siang Pak Egy" sapa nya


"Selamat siang Pak Denis" balas Egy


pria itu terperanjat kaget


Egy menatap nya " Kenapa?? "


" Maaf, tapi kabar nya anda.. amnesia? "


"Aku bernasib baik.. Tuhan memberiku waktu yang singkat untuk amnesia.. karena Dia tau ada banyak hal yang akan aku lewatkan"


Denis tertunduk, mukanya agak gelisah


"Aku mencari berkas dari Pak Rizal.. kau melihat nya? "


"Tapi.. berkas itu sudah diproses Pak.. dan dana nya sudah masuk ke Rekening perusahaan.. 2 minggu yang lalu" jelas Dennis


"Oya?? " tanya Egy


"Ya pak"


"Aku bisa lihat laporannya? "


"Baik.. " Dennis berlalu


Egy menghela nafas, semua nampak baik baik saja tapi kenapa pembangunan proyek malah berhenti total


Dennis kembali dengan beberapa kertas


dia menyerahkan nya pada Egy, dia segera memeriksa nya

__ADS_1


itu bukti transaksi dari beberapa klien yang telah mengirim dana nya ke Rekening perusahaan.. dan jumlah total nya lumayan besar..


"Tapi kenapa pembangunan proyek malah terhenti?? "


Dennis memang orang yang ditugaskan untuk menangani pembangunan itu, oleh Egy


"Maaf Pak Egy.. bu Marina menyuruh saya untuk menunggu Pak Egy saja"


"Bagaimana dengan Pak Yullis . . ku dengar dia sempat menangani proyek ini "


"Pak Yullis sempat kesini beberapa minggu lalu.. namun dia hanya diperintahkan untuk mengambil berkas dari HS grup"


Egy terperanjat dia sampai berdiri "HS grup? "


Egy memeriksa kembali berkas itu.. dia terperanjat.. berkas itu palsu!!


Egy memakai jas nya dan mengambil bukti transaksi dari Dennis


Tanpa basa basi dia berlalu


Egy mengemudikan mobil nya secepat kilat


sambil sesekali dia memeriksa jam tangan nya, rupanya dia mengejar jam kerja sebuah Bank Swasta tempat dia transaksi untuk perusahaan nya


"selamat siang ada yang bisa kami bantu? "


"saya mau print out buku Rekening saya"


"Baik.. silahkan tunggu sebentar" ucap security di Bank itu


Beberapa saat kemudian, Egy menerima bukti transaksi di rekening perusahaan nya


Ada transaksi ke no rekening lain setelah transaksi dari klien itu.. dan laporan nya tidak masuk ke Dennis..!!


Egy menghela nafas, Dana yang hilang itu jumlah nya lumayan fantastis


Egy menghela nafas.. dada nya terasa sesak


siapa yang berani melakukan hal seperti ini??!


"Marina.. " pekiknya geram


Egy tak membuang banyak waktu, dia langsung menuju kembali ke kantor


Dennis melihat sang Atasan begitu tergesa gesa, diapun mengikuti nya


Egy terkejut melihat pegawai nya itu


dia kira sudah pulang karena ini sudah jam pulang kantor, dan yang lain pun sudah pulang


"Kau... masih disini?! " Tanya Egy menatap Dennis


Dennis tertunduk "Ya.. "


"Kau.. tau ini?? " tanya Egy menunjukan berkas dari HS grup


Dennis terpekik " Beberapa waktu yang lalu.. Pak Yullis sempat membawa nya dan... "


"Tentu saja ini palsu..!!!! " teriak Egy menghempaskan berkas itu ke meja nya


Dennis tersentak bukan main

__ADS_1


"Dimana kau saat itu? "


"Ma.. maaf"


"Apa kau berusaha untuk menutup mata dan telinga mu?? "


"Sa.. saya"


"Atau ada yang menutup mata dan telinga mu?? "


Dennis terpekik


"Dengar.. aku pikir kau satu satu nya orang yang kupercaya disini.. bahkan untuk proyek ini!! "


Emosi Egy tak terkendali, bahkan ruangan itu nyaris berantakan


Dennis berusaha membereskan kertas kertas yang tercecer ke lantai


"Maafkan saya pak Egy" Dennis tertunduk "Saya sungguh tak mengetahuinya"


"Apa!!? "


"Mereka bilang untuk tidak memasuki ruangan Pak Egy walaupun saya sudah bilang kalau saya biasa membantu pekerjaan Pak Egy disini"


"Mereka??.. mereka siapa?!! "


Dennis hanya tertunduk


Malam kian larut, namun Egy tak pulang ke penginapan, dia malah memilih untuk berkunjung ke sebuah cafe di pinggir pantai


dia berusaha menenangkan pikiran nya


semua menjadi kacau


Tak ada sepeserpun dana yang tersisa di Rekening perusahaan


pembangunan terhenti, sementara para investor itu tidak lama pasti akan menagih janji, atas keuntungan yang telah disepakati


Egy menghela nafas


dia menelpon seseorang


"Hallo... "


"Selamat malam Pak Egy"


"Kau masih di kantor?? "


"Kebetulan aku sudah pulang Pak.. outlet sudah tutup beberapa jam yang lalu"


Egy menelpon asisten nya yang mengurusi bisnis Factory Outlet nya


dia menanyakan kabar bisnis fashion nya


dia juga mengkhawatirkan keadaan bisnis pribadinya itu


Tak berselang lama dia menutup ponsel nya dan meneguk minuman yang telah dipesan nya...


Egy benar benar ada dalam masa masa yang sangat sulit...


dan di mana hati Yuna saat di butuhkan seperti sekarang ini??

__ADS_1


__ADS_2