
"Selesaikan makan mu, dan istirahat lah"
ucap Yuna
Egy menatap raut wajah kekasih nya, nampak ada yang tidak beres
Egy beranjak " Kau yakin kau baik baik saja? " Yuna terhenti sementara Egy berada di depan nya seolah menghadang nya
"Aku hanya sedikit lelah"
"Kau akan pergi tidur? "
Yuna mengangguk
Egy mencium kening Yuna namun Yuna seolah menghindarinya
Egy tertegun "Apa aku berlebihan? Maaf, terkadang aku hanya ingin selalu memandangmu.. "
Yuna diam tak bergeming membuat Egy serba salah
"Bagai mana kalau satu pelukan saja? "
Egy memeluk erat tubuh Yuna
"Terimakasih telah hadir di kehidupan ku yang kedua.. sepertinya aku beruntung dengan amnesia ku.. aku bisa bertemu dengan mu"
Yuna masih terdiam, Hingga Egy melepaskan pelukan nya
"Tidurlah yang nyenyak"
kedua nya memasuki kamar masing masing
Dia menutup pintu kamar nya, seketika air mata itu mengalir kembali
kenangan itu bangkit, bahkan seperti berada di pelupuk mata saja
senyum Egy yang begitu manis berubah seperti senyum sinis untuk Yuna
Egy pun sama dia menutup pintu kamar nya, dia terduduk di meja kerja nya
pikiran nya tertuju pada sikap Yuna yang berubah drastis.. ada apa?
apa dia menerima ancaman dari sang ibu tiri? atau dari Fania?
mungkin saja.. itu bisa saja terjadi, namun kenapa dia malah begitu dingin pada Egy
seolah dia merasa ketakutan sendiri
Egy menghela nafas panjang, pandangan nya yang menerawang menembus tirai jendela kamar nya yang bergoyang ditiup angin malam
namun tatapan nya kosong...
Dia mencoba menghubungi Rara kembali
__ADS_1
"Hallo?? "
"Kau tau apa yang menimpa pada Yuna?, dia murung saat aku pulang bekerja"
"Katanya dia telah menemukan pihak yang membuat ayah dan ibu nya meninggal" jawab Rara
Egy terperanjat " siapa??! "
"Entah lah.. dia tak memberi tau aku.. katanya cukup hanya tau saja.. "
"Pantas saja, dia begitu muram.. tapi, kenapa dia seolah menghindari aku?? "
" Menghindari mu?? "
"Iya.. bahkan dia berlalu begitu saja"
"Mungkin.. dia butuh waktu untuk sendiri dulu, dan setiap ulang tahunnya dia juga selalu begitu.. selalu menyendiri"
"Oya?.. kenapa kau tak menemani? "
"dia selalu begitu.. ingin sendiri"
Egy merenung sejenak, bahkan sisi lain kehidupan Yuna pun Egy tak mengetahui nya
sekarang dia menyadari, Yuna bukan lah seseorang dengan kehidupan yang biasa namun... kehidupan nya jauh di belakang Egy sesungguh nya penuh dengan kesendirian, kesepian dan kepedihan
Hari itu tiba, mereka berkemas untuk perjalanan bisnis ke Suka bumi, walaupun ke nyatakan nya hati Yuna terpukul keras dengan kenyataan yang harus dia Terima namun, dia tetap pergi menemani Egy sesuai janji
tapi, harus kah rasa dendam dan benci itu membuat kepergiannya kali ini adalah sebagai musuh dalam selimut?
lalu, bagaimana perasaan nya terhadap Egy?
apa harus tetap dipelihara?
atau harus berganti menjadi suatu dendam yang harus dibalas?
Egy tersenyum " Biar aku yang memasukan kedalam bagasi.. kau masuk saja"
Egy masih berusaha mengambil perhatian Yuna namun Yuna tak bergeming hati nya terlalu sakit sekarang ini
dia masuk kedalam mobil tanpa sepatah kata pun, Egy lalu ikut masuk kedalam mobil
lain perasaan Yuna.. lain perasaan yang dirasakan Egy
Di kepala Egy sedang berfikir keras.. bagaimana agar Yuna memberitahu nya tentang penyebab kematian kedua orang tua nya sehingga dia tau bagaimana harus membalaskan kematian kedua orang tua Yuna dan mengembalikan kebahagiaan di hidupnya
Namun, itu mungkin akan sedikit tertunda mengingat betapa banyak yang harus dikerjakan oleh Egy
Mereka menepi sejenak di tengah perjalanan, mereka memasuki sebuah restoran di pinggir jalan
Sekali lagi Yuna tak banyak bicara, namun kali ini Egy tak berniat mengganggu nya
dia tak ingin merusak suasana makan siang nya
__ADS_1
Walaupun rasa penasaran itu masih berkecamuk dihati nya
Ponsel berdering, Egy mengangkat nya
"Hallo.. " Lalu Egy memilih keluar untuk menjawab panggilan dari seseorang itu
Yuna hanya menatap nya, selebihnya dia tetap diam
Egy berdiri tak jauh dari parkiran mobil nya
"Aku sedang dalam perjalanan ke Suka bumi"
suara dari seberang sana terasa tak asing.. itu dari Arga sang supir pribadi Egy
terakhir dia tidak bisa menerima tawaran untuk kembali ke rumah mewah Egy karena pengawasan dari ibu Marina sang ibu Tiri
Namun Egy tak habis akal, Arga pun di minta nya untuk melanjutkan pencarian sang ibu kandung
"Dia sempat bekerja di sebuah klinik bersalin.. dia bekerja sebagai... pembantu yang menyiapkan kamar tidur untuk pasien.. dan memandikan bayi.. maaf Pak Egy" suara diseberang terdengar pelan dan ragu
Egy tertunduk, dia mengusap kening nya
kehidupan macam apa yang sedang ibunya jalani.. sementara ayah nya berada dalam kenyamanan bersama istri kedua nya
"Hmmmm.... terimakasih Arga"
"Aku akan melanjutkan pencariannya"
"Terimakasih.. kau butuh sesuatu? "
"Tidak terimakasih.. Pak Egy"
"Baik lah... "
Egy menutup ponsel nya dia berbalik, hendak masuk kedalam Restoran
dan.... Egy terkejut, Yuna berdiri disana
"Yuna?? "
"Kau sedang mencari ibu mu?? "
Egy mengangguk perlahan "Ya.. "
Yuna menatap Egy.. "Sudah ketemu?? "
Egy menggeleng, "Kau sendiri??, bagaimana dengan orang tua mu? "
" maksud mu? "
"Kau tidak ingin menyelidiki pihak yang telah menyebabkan orang tua mu meninggal?? " Tanya Egy penuh keraguan,
Tiba tiba tatapan Yuna begitu sinis pada Egy
__ADS_1
Egy menghela nafas " maaf.. jika kamu tersinggung.. maksudku bukan itu.. "
"Suatu saat aku akan menemukannya.. suatu saat... " Ucap Yuna