
Hari berlalu begitu cepat
walaupun Yuna tak bekerja dia masih santai dengan hidupnya
tentu saja ,karna dia punya cadangan biaya yang lumayan besar untuk beristirahat sejenak
Dia juga menjenguk sang nenek di panti
kadang dia hanya menghabiskan waktu seharian untuk menonton televisi
sambil sesekali makan cemilan..
ketika perut nya terasa lapar dia masak makanannya atau sekedar masak mie instan
sampai sampai...
Astaga...
isi kulkas habis,begitu juga sereal dan roti tawar...
Yuna menepak dahinya
Hingga waktu hari menjelang sore pun dia hanya memesan makanan lewat ojek online
setelah makan dia kembali rebahan didepan televisi
Alarm pagi berbunyi,sekarang baginya sama saja..mau pagi,siang ,sore...dia tetap berdiam diri..
sampah makanan ringan dan beberapa botol bekas minuman berserakan di segala penjuru ruangan dan mungkin yang paling ramai dengan sampah di sofa depan televisi
Matanya sayu,rambut nya acak acakkan...penampilannya tetlihat kacau sekali bahkan mungkin dia tidak mandi dari kemarin
Dari pintu depan nampak Rara dengan dua buah jinjingan nya menatap dengan mata melotot
"Astaga...orang kaya baru...baru frustasi??,kenapa lagi dengan Rendi??"
Yuna menatap Rara yang masih berdiri
"kamu...bawa makanan Ra??"
tanpa memperdulikan Rara dia menyambar jinjingan yang di bawa Rara
"Wwwahhh..martabak keju...Ck..ck..ck.."Yuna berdecak kagum
"Heeeii...!!!!"
Yuna terkejut sampai sampai martabak yang di lahap nya ragu ragu untuk masuk ketenggorokan nya
Yuna kebingungan mencari segelas air
"Glek...glek...glek"
"Apa...!?"balas Yuna sewot
"Kamu kenapa??,kamu tak biasa begini Yuna.."Rara celingukan memandangi sampah yang berserakan
__ADS_1
"Aku tuh liburan Ra...bukan frustasi.."
ulas Yuna
"Oh...aku kira kamu frustasi.."Rara tersenyum kecut "Eh..Yuna,klo liburan jangan di sini ..makin suntuk tau..kalo liburan kita ke wahana bermain yuk?,besok aku ambil cuti"
"Oke...aku traktir.."
"Haaaa....kamu memang teman yang paling baik Yuna" Rara tertawa palsu
Yuna segera membalasnya dengan manyun manyun sambil menepak bahu sang sahabat
Yuna berlenggak lenggok di depan cermin,dia memuji dirinya sendiri yang terlihat keren dengan Kaos berwarna biru langit nya
Hari ini,Yuna janji bertemu dengan Rara di tempat wahana permainan
Tempat nya ramai sekali,walaupun bukan hari libur tapi,tempat ini menjadi arena favorite untuk menghabiskan waktu
"Yunaa..!"Rara melambaikan tangan nya
Yuna melompat lompat kegirangan
"Ayoo Ra..rame nih"
sekejap mereka sudah berada di dalam ,pandangan mereka tersebar di semua penjuru..sambil mengobrol dan sesekali tertawa bersama
mereka menaiki banyak wahana dan semua nya memacu Adrenalin mereka
mereka berteriak seolah teriakan itu dapat melepaskan segala penat yang ada..
Yuna dan Rara menaiki wahana Roller Coaster
"Berani??"
"Siapa takut..."
"Wuuhhhhuuuuuu......."
"Aduh..istirahat dulu Ra..,perutku mual.."
"Ah...payah kamu,ayoo..seru nih"
"Serius..aku mual ,Ra.."
"Aku beli minuman dulu.." Rara beranjak mencari minuman
Hmmm...
kepala ku sakit..rasa nya seperti ada banyak bintang yang berputar di kepala..
Yuna menundukan kepalanya tiba tiba topi karakter yang di beli nya kompak bersama Rara terjatuh
"Astagaah..."Yuna memungutnya dan...
tangan itu tertabrak kaki yang sedang melangkah
__ADS_1
"Maaf..maaf..."Yuna berdiri sambil mengambil topinya
Dan...
sepasang kaki itu milik Rendi,dia bersama seorang gadis yang sedang di gandeng nya
mereka terlihat sedang menikmati es krim sambil mengitari arena wahana itu
Yuna tertegun,begitu juga dengan Rendi..nampak dari kejauhan Rara terhenti dengan dua kaleng minuman ditangannya
suasana di arena Wahana itu nampak masih ramai..namun hati Yuna begitu sepi,nyaris tak terdengar suara sedikitpun
hanya terdengar nafas Rendi yang sedikit tak beraturan dan degub jantung Yuna yang mulai kacau...tapi tak sekacau hatinya!
"ayoo...sayang,kamu kenapa berhenti.."pinta sang gadis itu
Namun,Rendi tak bergeming pandangan nya hanya tertuju pada Yuna
Yuna menatap genggaman tangan mereka berdua
"Apa...kau ,sudah menyelesaikan proyek mu?"
tanya Yuna
Rendi menghela nafas ,perasaan nya begitu gemetar
"Ya...aku ,..sudah menyelesaikan nya sejak lama" jawab nya
Yuna mengangguk pahit "Aku tahu.."
"Ayo."pinta perempuan itu sekali lagi
Rendi menunduk..dia menatap Yuna penuh dengan penyesalan "Maaf..."
ucap nya dan berlalu begitu saja
Kepergiannya itu bagai mendung yang di sapu oleh angin di musim kemarau..begitu terasa kering dihati Yuna
Rara menatapnya,dia memberikan minuman kaleng yang sedari tadi dibawanya
"maaf..." ucap Rara
"Apa?..."
"Ideku untuk pergi ke Wahana ini"
Yuna membasuh muka nya di wastafel dapur nya,dia terlihat menepuk nepuk nya
kenapa,harus ada kejadian seperti itu dihidupnya...selain ditolak pekerjaan ,dibohongi oleh kekasih itu yang paling membuat nya bersedih...
Air matanya bergulir di kedua pipinya
keadaan seperti ini membuat dia membutuhkan kehadiran kedua orang tuanya
Dia terduduk di meja makan ,ditemani dengan secangkir teh panas
__ADS_1
saat ini,rasa nya dia tak ingin melakukan apa apa...hati nya begitu tersayat...