
Pria itu sangat tenang sekali, penampilan nya sangat santai nampak nya dia sendirian atau sedang menunggu seseorang
"Aku Tedy.." ucap nya mengulurkan tangan nya
"Yuna .." yuna menjabat tangan itu
"kau baik baik saja?"
Yuna hanya mengangguk
"Kau sungguh berani.."
Yuna tersenyum, pria ini sok akrab dengan Yuna
"Kau kesini untuk menemuinya??"
Yuna mengangguk
"Sayang sekali dia menyia nyiakan mu.."pria itu kembali tersenyum, seperti nya dia hobby tersenyum
"Kalian belum memesan apa apa??"
pria itu menatap meja yuna yang masih kosong
"Kami memang tidak berencana makan...aku.."
"kalau begitu..makan lah dengan ku..aku baru datang.."
"Apa??,"Yuna celingukan.."Kau datang sendirian??"
"Tenang saja kekasih ku bukan tipe pencemburu" Pria itu tertawa kecil
Yuna tersenyum masam,
Dasar..ku kira pria teman kencan tadi lah yang paling aneh, tapi..aku malah lebih takut dengan pria ini...bisik yuna dalam hati
"Kau..takut padaku?"
"Apa??..Apa kau mendengar kata hatiku??"
pria itu tertawa kecil, "Aku hanya pandai menebak saja ...tentu saja ,perempuan harus lebih hati hati dengan seorang lelaki asing.."
Hhuufff...Yuna menarik nafas
"Kau ingin makan??"
Yuna menggeleng " Aku akan pulang saja.."
"Biar ku antar.."
"Kau..mengantar??"
"Aku orang baik.."
"Bagaimana aku tau kau orang baik??" potong Yuna
"Aku mengikuti lomba menggendong ibu ku saat karnaval kota..aku,baikan??"
"Ouh..itu lucu sekali,aku ingin tertawa mendengar nya"
"Kalau begitu tertawa lah.."
Yuna tak habis fikir, orang ini tenang tapi sangat percaya diri
"Sebaik nya aku pulang.."
__ADS_1
"Kalau begitu .aku antar..oke??"
Yuna menatap Tedy
"Kau masih meragukan aku??, Kau yang membawa mobil" Tedy menyerah kan kunci mobil ,"Aku hanya khawatir pria itu akan mengincar mu di jalanan..Entah lah perasaan itu muncul begitu saja"
Yuna berfikir sejenak,lalu dia menerima kunci mobil nya "Baik lah ..aku yang mengemudi.."
"Ouh..sungguh kau benar benar..unik"
Mereka menaiki mobil itu Yuna mulai melajukan mobil nya
"Apa maksud mu aku unik??"
Tedy tersenyum "Sebelum nya belum ada perempuan yang menolak diantarkan pulang oleh ku.."
"Ouh..mereka ..pasti tidak punya ongkos pulang!!"
celoteh Yuna
Tedy tertawa renyah mendengar nya
Mobil berhenti di depan rumah Egy
Tedy menatap Rumah mewah itu
"Kau tinggal disini??"
Yuna mengangguk" Aku ..."
"Dia bekerja disini...!"Ucap Egy yang sedari tadi berdiri dipinggir gerbang
Tedy menatap Egy
"Dia majikan ku..."Ucap Yuna lirih
Tedy menatap Yuna
"Tega sekali kau membiarkan dia berangkat sendiri untuk kencan pertama kalian.."
Ucap Egy lantang
Yuna gelagapan " Itu..."
"Kau seharusnya menjemput nya..tidak membiarkan nya menaiki taksi .."
"Maaf..aku terlambat datang.." ulas Tedy tenang bahkan dengan senyuman
"Apa...??"Yuna terkejut mendengarkan jawaban Tedy yang begitu tenang
"Pria sejati harus nya tepat waktu..itu arti nya dia memang mendambakan waktu untuk menemui kekasih nya.." ulas. Egy penuh percaya diri
"Tap...tapi..." Yuna makin terpuruk
"Kalau begitu kita atur untuk kencan selanjutnya..dan kau dapat memastikan bahwa aku pria baik.." Tedy menatap Yuna sambil tersenyum
"Begitu lebih baik!"ucap egy
"Besok lusa di jam yang sama..aku kan menjemput mu disini..,Ok??"Tedy meminta jawaban pada Yuna
"Apa...??"
"Terimakasih atas saran mu..berkat saran mu..aku dapat memperbaiki kencan ku.."Tedy tersenyum pada Egy "Istirahat lah..kau melalui hari yang melelahkan.., permisi" Tedy berpamitan
Tedy berlalu dengan mobil nya
__ADS_1
" Apa yang dimaksud dengan hari yang melelahkan itu...adalah pekerjaan mu dirumahku??"
Yuna menghela nafas
" Hmmmm...kau memang pria Amnesia yang menyebalkan..." Gerutu Yuna sambil berlalu masuk kedalam rumah
"Hei..apa kau bilang..jangan berbisik didepanku!!..hei..Yuna.."
mereka berlarian masuk kerumah ...
Matahari pagi begitu semangat memancarkan cahaya nya
Egy menuruni anak tangga sambil membenarkan posisi dasi nya
Egy terduduk di meja makan dia meneguk susunya, sementara Yuna mengoleskan selai untuk roti Egy
"Bagai mana kencan pak Egy kemarin??"
"Biasa saja" Egy melahap roti nya sambil memeriksa Ponsel nya
"Aku pergi dulu.."
Aneh...
seperti nya reaksi nya biasa saja ketika ditanya tentang Fania
Apa memang dia selalu begitu?..biasa dan dingin..terkadang menyebalkan
Yuna membereskan kamar nya dia merapihkan beberapa kosmetik di meja yang nampak berantakan
dia juga menggantung dress yang di pakai nya kemarin
Dia mengingat komentar sang majikan
"Bawang merah??, .."gumam nya
Telpon rumah berdering
"Hallo.."
"hallo yuna aku Fania, malam ini kau tak usah menyiapkan makan malam..karna majikanmu akan makan malam dengan ku..hari ini aku ulah Tahun..aku juga akan membawakan Tart untuk mu.."
"Oh..baiklah.."
Telpon ditutup kembali
Yuna terduduk di sofa, mengapa ia begitu tak suka mendengar itu
ponsel Yuna kembali berdering
"Hallo Ra.."
" Yuna aku didepan rumah mu..gerbang nya terkunci..aku tak bisa masuk"
Yuna beranjak membukakan gerbang mewah itu,Rara terbelalak kaget
"Waaaw..gerbang itu terbuka hanya dengan sidik jari mu??"
"Sebelum nya hanya bisa oleh sidik jari Pak Egy saja tapi aku kesulitan saat aku berbelanja sayuran sementara dia sedang olah raga pagi..,jadi di program dengan sidik jari ku juga"
jelas Yuna
Rara masih terkagum kagum
"Kau mau apa datang kesini?"
__ADS_1
"Oh itu..,hanya berinisiatif menemani mu saja ..saat majikan mu bekerja kau tentu kesepian dirumah..kebetulan aku libur hari ini.."
Mereka menghabiskan waktu bersama , hanya sekedar mengobrol sambil minum teh sambil sesekali tertawa..