
Yuna masih terdiam dalam dekapan Egy, kedua nya bahkan tak menyadari jika minyak goreng itu sudah menyelesaikan misi nya
Egy bahkan mendekap Erat sang asisten itu
Hingga beberapa saat
Kedua nya terdiam, perlahan saling menatap satu sama lain,
"Kau tidak apa apa??"
"Ya ..aku baik baik saja..."
Yuna menatap wajan penggorengan nya, semua nya nampak kacau..
Egy menatap nya juga
dia membereskan wajan itu dan membuang kulit ayam nya
"Kenapa di buang??"
"Aku..tidak menginginkan nya lagi..."
"Kenapa??.."
"Jika itu dapat mencelakai mu ...sebaik nya jangan saja"ucap Egy lirih, nada nya sangat bersahabat
"Kamu...aneh.."
Yuna mengelap meja nya, semetara Egy sedikit merintih kesakitan di belakang Yuna
"Aku punya sesuatu untuk di makan" ucap Yuna
"Apa?" Egy berbalik
"Duduk lah..." pinta Yuna
Egy terduduk di meja makan
terlihat Yuna mengeluarkan sesuatu dari kulkas dan mengukusnya di panci dengan air mendidih
tak berapa lama, Yuna menyajikan nya di meja makan
"Apa itu??"
"Dim sum...isi sayuran.." ucap Yuna
"Wah...dari mana kau tau aku suka makan ini??" tanya Egy
Yuna hanya tersenyum
"Oh ..aku tau, kau pasti sedang mencari tau tentang aku bukan??" Tebak Egy
"Hanya kebetulan saja...Aku membuat nya dari bahan sisa masakan!"ucap Yuna
__ADS_1
"Apa??" Egy meletakan sumpit nya
"Tega sekali kau memberi aku makanan dari bahan sisa" Egy agak kesal
"Bukan makanan sisa kan???" ucap Yuna
Yuna setengah mati mencari tau tentang apa yang majikan nya suka, hanya saja sembunyi sembunyi. Rasa simpati pada majikan nya itu seolah tak bisa di tampik nya lagi
Mereka makan dengan lahap, sambil mengobrol kesana kemari
"Oya..aku juga membelikan mu sesuatu...tapi mungkin aku melupakan nya..aku meninggalkan nya di kulkas dirumah mu!" Ucap Egy
Yuna mengeluarkan sebuah kotak es krim dari kantong nya
"Kau membawa nya??" tanya Egy ,Yuna mengangguk
"Apa itu tidak meleleh di tas mu??"
"ini cuma kotak nya saja ...aku telah memakan nya bersama Rara!"
Yuna menghela nafas "Dari mana kau tau aku suka makan es krim ??"
Yuna menggoda Egy "Kau pasti mencari tau tentang aku kan??"
"Tentu saja..aku sengaja mencari tau tentang mu...aku bilang aku menyukaimu...kenapa??"
ucap Egy mengakui hati nya ,dia berharap Yuna menjawab nya
"Kau menginginkan es krim itu...dulu, ditaman itu...setiap hari kau bertanya apa aku akan membelikan mu es krim...,tapi aku selalu menggeleng, dan suatu kali aku mengangguk..aku berjanji akan membelikan mu es krim.."Egy menatap Yuna
"Apa...yang harus aku lakukan, sementara kau begini terus kepadaku,itu hanya masa kecil kita,itu sudah berlalu semua orang punya masa kecil"
"Lalu menurut mu apa yang harus aku lakukan untuk mengatasi perasaanku??"
"Aku takut...,ini akan menjadi bumerang untukku, aku hanya ingin hidup seperti yang lain bersama nenek ku"
"Kau seharusnya tidak perlu takut,kau hanya perlu diam dan berjalan di belakangku..menggenggam tangan ku"
"Aku pernah melalui masa masa dengan beberapa kesepakatan dengan ibu mu"
"Dia bukan ibu ku..aku hampir menemukan ibuku.."
"Benarkah??"
"Besok aku akan membuat kesepakatan mengenai status perusahaan cabang itu, dan aku harap kau dapat menyemangatiku, dan mengenai proyek Singapore yang sedang dibangun...mungkin itu akan menjadi milik Fania..sesuai kesepakatan,tapi aku akan menghentikan suntikan dana PT Praditya terhadap proyek itu saat ini juga!"
"Apa??"
"Banyak sekali yang akan aku lakukan ,aku hanya berharap kau berada di sampingku dan meniupi setiap lukaku hingga kering..."
Yuna menghela nafas , Berat rasa nya perasaan cinta Yuna ini
menurut mu aku harus bagaimana menyingkapinya..apa aku harus bahagia karena memiliki kekasih pengusaha muda tampan dan sukses?
__ADS_1
Atau harus bersedih karena jalan yang harus ditempuh begitu berliku??
"Akhir nya kau mengatakan nya juga" Rara menjawab telfon dari Yuna malam itu
"Aku tak tau apa yang harus aku lakukan ...aku juga tak tau harus berbicara pada siapa"
"Apa kau sudah memberikan jawaban pada Egy??"tanya Rara
"Belum...aku takut , serba salah ra...ini bukan cinta anak SMA yang mudah menerima tanpa ingin mengetahui sisi lain kekasih kita"
" kamu memang benar...tapi keadaan ini membuat Egy semakin tidak Fokus pada setiap rencana di hidup nya, mungkin saat ini dia sedang memikir kan mu.."
Yuna tertegun
"Jika kamu mau menerimanya, katakan lah..begitu juga jika kamu menolak nya..katakan saat ini juga!"
Yuna menghela nafas
dia mengintip dari balik pintu kamar nya, ruang makan itu masih menyala lampunya
mungkin Egy saat ini masih terduduk disana
Yuna melangkahkan kaki
Benar saja, Egy masih duduk bersama beberapa kertas di meja makan, dia seperti sedang mengerjakan sesuatu
Yuna menghampiri nya, dia membuatkan secangkir teh chamomile...
Dia meletakan itu di meja, Egy menatap nya
"Chamomile??"
"Ya..supaya tidur mu nyenyak malam ini"
ucap Yuna
Egy tersenyum "melihat mu saja , sudah membuat tidurku nyenyak!" goda Egy
"Aku hanya asisten mu..."
Egy menghela nafas "Saat itu aku cuma membuat batasan agar perasaan ku tidak kemana mana saat berada satu atap dengan mu"
"Benarkah??"
"Apa aku terlihat seperti penipu??" Egy menggoda nya
"Sebaik nya jangan pasang wajah seperti itu padaku"Ucap Yuna mulai
"Apa kau menyukai wajahku??, kau tau diluaran sana banyak sekali yang berharap bisa melihat wajah ku dari dekat"Ucap Egy jumawa
"Benarkah??, apakah aku termasuk orang yang beruntung??"
Tentu saja....beruntung sekali....
__ADS_1