
Televisi ini menyala, dia menayangkan drama favorite sang Nenek
Egy sebenar nya kurang tertarik dengan drama itu
"setiap hari di panti Nenek suka sekali nonton drama ini"ucap Sang nenek
"Oh ya??" jawab Egy seolah mereka memang sepaham dalam masalah hobby
Sang nenek terlihat amat terbawa emosi dalam menonton drama itu ,sesaat dia tersenyum...kadang dia bersedih...
"Apa dia selalu begitu??" tanya Egy pada salah satu karakter di drama itu
"Iya...dia memang selalu begitu, terutama pada kakak nya..seperti nya tidak akur"
"Kenapa sampai tidak akur??"
"Itu tentang masa lalu nya...dalam keluarga nya"jawab sang Nenek
"Siapa itu??..."
"Dia..lihat, betapa mewah dia. ..dia selalu tampil mewah dengan penampilannya..dia istri muda ayah nya" Si Nenek nampak kesal
Egy menatap sang nenek, sembari menggaruk kepala nya
"kenapa dia malah pergi??"
"Dia memang selalu pergi...dia tidak mau diam disitu"
"apa ini ayah nya??"
Si nenek menatap Egy
"Ayah nya???"Tanya Egy
"Kenapa anak ini sungguh berisik sekali??"ucap sang Nenek
"Ap...apa??" Egy tersentak niat nya cuma berusaha akrab dengan sang Nenek saja
"Ada yang salah dengan mu..kau ini berisik sekali!!" ucap sang Nenek merasa terganggu
Egy menatap Yuna yang sedang mengobrol diruang makan bersama Rara
Yuna tersenyum tengil pada Egy
Egy terdiam, dia cuma menonton saja...
"Siapa dia??"Tanya sang Nenek
"Apa??"
"Dia...dia siapa??" tunjuk nenek pada salah satu peran di drama itu
"Bukan kah itu istri muda nya??" jawab Egy
"Haaaa...mau apa dia kerumah nya..pasti mau menghancurkan kakak beradik itu.."
"Tapi bukan kah ...memang hubungan mereka sudah renggang sebelum nya??"Tanya Egy
Sang nenek menatap Egy "Oya??.... Begitu kah??"
"Kakak beradik itu memang sudah tidak akur...karena suatu kejadian di keluarga nya..itu istri muda nya yang selalu tampil mewah..dan itu ayah nya" ucap Egy mengulang penjelasan sang nenek tadi
Nenek menatap Egy dalam dalam
Egy tertegun , "Ada apa nek??"
"Kau...pakar Drama??"
"Apa???!!!" Egy terkejut
dia menghela nafas sambil tertawa kecil
...Oh, ini sungguh lucu...
__ADS_1
Egy mengamati sang Nenek
"Ada apa??"
"apa kau ingat itu siapa??"tunjuk Egy pada Yuna yang sedang asyik mengobrol dengan Rara
"Tentu saja...dia cucuku!" sang nenek menepuk pundak Egy
"Aduh!" Egy mengusap pundak nya
"Ada apa ...ada apa dengan cucuku..kau menyukainya??" tanya sang nenek
Egy mengangguk sambil tersenyum
"Astaga???" sang nenek menutupi mulutnya dengan kedua tangan nya
"Apa kau tau apa yang dia sukai??"
"Dia suka...bangun siang..."
Egy tersenyum masam " bukan itu..maksudku, seperti makanan..."
"Oh...itu, aku tau aku tau..." sang nenek terlihat bersemangat sekali
"Oya??..apa apa??"
sang Nenek terlihat berfikir keras
"roti tawar..!"
"Roti...tawar??"Egy bersemangat
"Oh..bukan ...aku rasa,spagethi!!"
"Spagethi??"
"bukan...mie tek tek!!"
"mie tek tek??"
Egy terlihat nampak kesal "sebenar nya yang mana nek...apa kau juga melupakan nya??"
"Bukan itu maksud ku..Yuna menyukai semua makanan..jadi aku bingung menyebutkan nya!"Sang nenek menghela nafas
"Apa?? ,apa dia tidak punya yang paling di favorite kan??"Tanya Egy sudah jelas kesal minta ampun
"Dulu dia suka pergi ke tempat wahana bermain..dan makan kulit ayam goreng kriuk.."ucap sang nenek
"wahana bermain...dan kulit ayam goreng kriuk??" Egy tertegun
...Sesederhana itu??, apa dunia nya begitu kecil??
"Kau kenapa?? senyum senyum sendiri!" ucap nenek melihat Egy terdiam dan senyum sendiri
"Aku hanya..."
"Kau tidak tanya apa yang aku suka??"
"Apa???"
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, mobil itu tidak pakai Ac atas permintaan sang nenek
mereka mengantar sang nenek kembali ke panti, setelah mengantar Rara pulang kerumah nya
hari semakin larut
"Aku mengantar nenek dulu.." ucap Yuna
"aku memarkir mobil dulu..aku tidak mengantar ke dalam.." ucap Egy menutup semua jendela mobil nya dan mulai menyalakan Ac nya
"Ya.."
"sampai jumpa...tamu ulang tahun.." ucap sang nenek melambaikan tangan
__ADS_1
Egy membalas nya dan tersenyum
sesaat kemudian mereka segera pulang kerumah
"Aku mampir ke mini market dulu.." ucap Egy menepikan mobilnya
"Ada yang mau kau beli??"
"Aku akan membeli kulit ayam" ucap Egy
"Kulit ayam??...untuk apa malam malam begini membeli kulit ayam?" Yuna terperanjat
"Ingin saja!" Egy berlalu
"Aneh sekali..."
Tak lama Egy mendapat kan nya
Yuna menatap Egy
"Untuk apa kulit ayam..malam malam begini??" tanya Yuna masih heran
"Tiba tiba ..aku ingin memakan nya ..itu saja!"
mereka sampai dirumah
"Ayo kita makan kulit ayam!!"
"Apa??" yuna histeris
"kita goreng kulit ayam nya"
"Kenapa tidak besok saja??"
Namun sang majikan tetap memaksa ,sehingga Yuna tak bisa menolak nya, Yuna mencuci nya terlebih dahulu...lalu melumuri nya dengan bumbu ayam goreng
dia teringat dengan ibu nya
Hmmmm.....
"...musim hujan begini enak nya bikin apa ya?? tanya ibu Yuna
"Di kulkas ada apa ya??" sang ayah mengintip ke dalam kulkas
Yuna kecil tersenyum
"Kulit ayam bu..." ucap sang ayah sembari menunjukan nya
"ayooo...kita bikin kulit ayam goreng kriuk ala ibu..." semua berseru...semua tertawa dan bersenang senang
"Mmmm...enak bu aku suka, besok kita bikin lagi ya???" Ucap Yuna
"Kau sedang apa??" tanya Egy menghampiri Yuna yang sedang di dapur
"Astaga..." Yuna terperanjat
"minyak nya sudah panas ...ayo, goreng kulit nya..." Ucap Egy sambil berlalu
Yuna memasukan kulit ayam nya
karena minyak nya terlalu panas tiba tiba minyak goreng nya meletup letup " Aduh"
Pekik Yuna menutupi wajah nya
Egy menoleh, dan seketika saja dia menghampiri Yuna dan memeluk nya melindungi nya dari letupan minyak goreng terlihat Egy begitu menahan sakit yang menimpa punggung nya
Egy mencoba mematikan kompor gas nya
Sesaat setelah semua nya kembali tenang....
Egy masih memeluk Yuna begitu Erat
mereka saling menatap
__ADS_1
...Apa yang terjadi dengan si kulit ayam itu?