
wanita itu pagi pagi sekali sudah ada di kantin rumah sakit,dia mengundang Pak Yulis juga untuk sarapan bersama nya
"Aku menyewa seorang penjaga juga untuk dia" ucap wanita itu
"Kenapa musti menyewa dia"
"Aku pikir aku memang membutuhkan jasa nya ,karena kamu akan saya tugaskan keluar kota selama 1 minggu...Cabang perusahaan disana mengalami sedikit krisis...aku ingin kau menanganinya..."
Pak Yulis menatap wanita itu "Nyonya...aku..."
"Aku ingin kau mempelajari beberapa file nya...aku ingin kau terbiasa dengan ini semua,ingat !..jangan sampai anak itu mengatakan apapun pada Egy..mengenai masalalu nya..yang mungkin dia ketahui dari media.."
Pak Yulis menganggukan kepala penuh keraguan "Baik..Nyonya".
"Semoga kau menikmati sarapan pagi mu"
Wanita itu meletakan sendok makan nya lalu meneguk teh hangat nya dan berlalu di ikuti dengan dua pengawal nya
Pak Yulis kembali menyantap sarapan nya ,seketika dia menatap jam ditangan nya
lalu...
pandangan nya tertuju pada seorang gadis yang sedang memungut roti isi nya yang terjatuh dilantai
Pak Yulis membantu nya berdiri..
"Nona Yuna..." Pak Yulis spontan memastikan Wanita itu telah benar benar keluar dari kantin
Yuna berdiri
"Ya...Pak Yulis...,selamat pagi??"
" Kenapa sepagi ini??"
Yuna tersenyum "Ku kira Pak Yulis pasti mengantuk..jadi,aku pagi pagi sekali kesini"
"Ok..."
Mereka berjalan menuju kamar Egy,
"Sebenarnya aku tidak enak datang siang karena ...dia membayarku mahal"
"Oya...berapa dia membayarmu??"
"50juta...!"
"Oya??"jawab Pak Yulis datar
"Kau..tidak terkejut??" Yuna heran melihat reaksi Pak Yulis yang biasa saja
"apa...bayaran mu lebih mahal dariku??,sehingga kau tidak terkejut??"tanya nya kembali
"Oh...aku sungguh terkejut.." sahut Pak Yulis dengan sedikit sentuhan drama
__ADS_1
"Haaaa..akting mu luar biasa"
"Oya...apa kau pernah mendengar tentang Tuan Egy sebelum nya??"tanya Pak Yulis
Yuna menggeleng "belum"
"Sama sekali??"
"Ya"
"Bagus ,jadi sebaik nya kau diam dan rawat lah dia.."ucap Pak Yulis
mereka tiba di kamar itu Pak Yulis mengambil jaket nya dan pulang setelah berpamitan
Yuna hanya diam sedari tadi,jadwal minum obat masih setengah jam lagi,
Egy terbangun dia meminta segelas air putih pada Yuna ,namun tak ada reaksi yang berlebih pada yuna
dia hanya memberikan segelas air putih lalu kembali duduk
giliran Egy yang heran,kenapa dengan pelayan satu ini
"Kau sudah datang dari tadi?"
"Iya...pak Egy.." barulah yuna bereaksi dan tegang ,pertama kalinya Egy bertanya dalam keadaan yang sangat tenang
Namun,dia hanya bertanya itu saja selebih nya dia diam lagi
"Yang sakit adalah kepala ku...selebih nya aku merasa baik baik saja"
Yuna sekejap melepaskan pegangannya
Egy menaiki kursi roda nya
"aku ingin pergi ketaman.."
"Baik,Pak Egy..." Yuna mendorong kursi roda itu menuju taman
mereka berhenti di sebuah bangku dibawah pohon yang rindang tempat Favorit Egy
Yuna tiba tiba teringat kejadian kemarin perihal jatuh nya ponsel miliknya
hati nya mendadak tegang ,kemarin dia begitu terpukau dengan ketampanan Egy,dan siapa disangka sekarang Egy menjadi pasien yang dijaganya
Yuna mengipas ngipas kan tangan nya kearah wajah nya,seolah dia merasa kegerahan
"Pak Egy, ...kemarin berjemur disini sekarang berjemur disini..apa disini tempat favorite Pak Egy??" tanya Yuna menepis keheningan antara mereka
Namun sekali lagi Egy hanya diam dia nampak menikmati udara pagi itu
"Pak Egy,...Pak Egy??"panggil Yuna
Egy menoleh
__ADS_1
Yuna tersenyum "Dari tadi, apa...Pak Egy dengar yang saya katakan?"
"Aku ingin minum", ucap nya
"Apa??"
"Cepat sedikit,rasa nya sinar matahari pagi ini sedikit lebih terik.."
"Ok..pak Egy"
Yuna berlari membeli air putih kemasan dikantin
Yuna kembali berlari menuju pasien nya,namun dia tersandung dan terjatuh "Aduuhhh...". Nafas nya terengah engah
Egy menoleh,menatap Yuna yang masih terengah engah
"Pak Egy, ini minumannya...aku tidak apa apa.."Yuna mengacungkan botol minumannya dan tersenyum
Egy menatap nya tajam,bayangan seperti itu muncul dalam ingatan nya
"Aku tidak apa apa...jangan khawatir ini minuman kamu..."ucap seorang gadis kecil yang sedang terjatuh di sebuah taman
Tiba tiba kepala Egy kembali terasa sakit,bayangan itu mengingatkan nya pada suatu kejadian yang dia sendiri tidak dapat mengingat siapa dan dimana...
Nafas nya sulit diatur,keringat nya berjatuhan membasahi wajah nya..dia nampak gelisah
dia nampak tak nyaman dengan duduknya
Yuna yang sudah bangkit dari jatuh nya
menghampiri Egy dengan terheran heran
"Pak Egy??"
Egy hanya menatap nya dengan mata yang tidak berdaya sambil memegangi kepalanya
"Tolong aku..."
Yuna terkejut,airmatanya kembali bergulir membasahai pipi nya
dengan segera dia mendorong kursi roda nya menuju kamar Egy...
Yuna menyeka keringat di wajah Egy,hatinya diliputi rasa takut dan bersalah..dia ingat apa yang dikatakan dokter kemarin
tidak seharus nya dia meninggalkan Egy sendirian
"Kau baik baik saja?"
Egy mengangguk pelan ,dia menghela nafas
"Siapa aku sebenarnya...."
Yuna terdiam,dia memang tak tau apa apa tentang Egy,tapi jika dia tau sekalipun kenapa orang orang disekitar Egy menyuruh nya untuk diam?
__ADS_1