
Beberapa hari ini Yuna memilih untuk menggali informasi tentang Egy sebanyak banyak nya
dia mencarinya lewat media sosial,dia membuka laptopnya
"Egy Praditya..."
dia mengetik nama itu..dan
seketika identitas Egy muncul lengkap dengan informasi keluarganya
mata nya terbelalak,Egy adalah anak sulung dari tiga bersaudara ,selama ini dia yang memegang beberapa anak cabang perusahaan ayah nya
dia juga mempunyai bisnis sendiri,dia mendirikan beberapa Factory Outlet dengan omset ratusan juta
jadi selain memegang beberapa cabang perusahaan keluarga dia juga punya usaha sendiri ,dan usaha itu terbilang sukses
Kesimpulannya ,dia adalah pengusaha muda yang sukses
Dia masih lajang,dia memiliki Rumah dan beberapa Appartemen dan Villa
dia juga terkenal sebagai seorang yang gemar memasak..
Yuna tertegun,Masalalu nya begitu membanggakan bisa di bilang..tidak ada minus sama sekali nyaris sempurna
Tapi,kenapa banyak yang harus bersikap diam dan merahasiakan masalalu nya
Yuna menghela nafas panjang..
"Kehidupan orang kaya begitu rumit...seolah banyak skandal di dalamnya..."
Ruangan itu terasa lebih dingin dari sebelum nya,Egy nampak terdiam
Di lihat nya pak Yullis yang sedang melihat lihat ponselnya
Pak Yullis yang menyadari itu segera menghampiri Egy
"Apa aku bisa pulang besok??"tanya Egy
Pak Yulis mengerutkan dahinya
"Saya akan tanyakan dahulu pada Dokter Andre..Pak Egy.." Jawabnya sambil sedikit menundukan kepalanya
Egy kembali diam seribu bahasa,dia merasakan kebosanan dan kesepian yang amat sangat
"Aku mudah merasa bosan dengan kesendirian..apakah aku dulu orang yang suka bergaul?"Tanya Egy
Pak Yullis tersenyum ragu
"Mmm...betul Pak Egy,Pak Egy...dulu adalah orang yang suka bergaul..."Jawab nya pendek
"Siapa saja teman teman ku...kenapa selama aku dirawat mereka tidak datang menjenguku??" Tanya Egy kembali
Pak Yulis tertegun dia ingat kejadian setelah dua hari Egy masuk rumah sakit
"Aku teman nya...kami sering menghabiskan waktu bersama,kenapa sulit sekali menjenguknya?!"
teriak Deril sahabat yang hendak menjenguk nya
__ADS_1
Pak Yulis menyeka keringat yang tiba tiba menetes di wajahnya
"Aku akan mengurus kepulangan Pak Egy.."
"Aku benar benar bisa pulang besok??
"Jika Pak Egy mau...kita bisa mengalihkan kamar perawatan ini dirumah Pak Egy.,kita harus konfirmasi dulu ke pihak rumah sakit agar mempersiapkan kamar rawat dirumah"
Malam itu begitu dingin ,Pak Yulis menutup jendela kamar .
"saat nya istirahat Pak Egy..."
Pagi itu Yuna terbangun,dia tertidur didepan laptop nya
Yuna menggeliat,mata nya tertuju pada laptop yang masih menyala..
beberapa bungkus camilan yang sudah kosong berserakan di mana mana
begitu juga dengan botol minuman yang berantakan disekitar nya
rambut nya yang kusut itu terlihat begitu kacau
Yuna mencuci muka nya
dia menyiapkan roti tawar nya dengan selai coklat dia menuangkan air putih
lalu disambar nya ponsel yang sedari tadi tergeletak di meja nya
dia meneguk air putih nya
"Whaaattt...."
seketika dia menyadari nya lalu Yuna bergegas mengelap nya dengan tisu
"Oh...astaga,laptop ku..."
Rupanya Pak Yulis mengiriminya pesan
bahwa Pak Egy meninggalkan rumah sakit pagi ini dia memutuskan untuk dirawat dirumah saja
Pak Yulis menyertakan alamat rumah Keluarga Egy
Jantung Yuna berdegub sedikit agak kencang,apa yang dia telusuri tadi malam dengan laptop nya memberikan ya sebuah gambaran bagaimana suasana rumah Egy...
"WAAHHH......ck..ck..ck..."
Yuna berdecak kagum,melihat gerbang yang begitu besar dan tertutup...
dia melahap potongan terakhir roti tawar nya
maklum karna tergesa gesa Yuna memutuskan untuk sarapan di taksi Online
Yuna melihat sebuah layar di samping gerbang itu,bak sebuah cermin dia dapat melihat wajah nya sendiri di layar itu
dia lalu melakukan gerakan mengunyah,karna dia memang sedang mengunyah roti nya
Seseorang yang berada didalam dan melihat layar yang terhubung dengan layar diluar itu sedikit kaget melihat muka Yuna yang sedang manyun manyun
__ADS_1
"Astaga..."teriak seseorang itu sedikit histeris melihat wajah yuna di layar
lalu dia bergegas membuka kan pintu gerbang nya
Yuna yang menyadari itu dengan segera dia mengelap mulut nya dengan telapak tangan nya
Ternyata istana didalamnya tak kalah megah,bahkan super duper megah,banyak pelayan berlalu lalang didalam nya
belum lagi yang jaga di gerbang depan ..dan semuanya berseragam
Pak Yulis mengantarkannya kesebuah ruangan yang tak kalah mewah di dalam istana itu
Yuna melayangkan pandangan nya mengitari seluruh sudut istana
wanita tegas itu rupanya sudah menunggu kehadiran Yuna disitu
"Selamat pagi..."Sapa nya
"Selamat pagi..."jawab Yuna
wanita itu berbalik,dia nampak fresh pagi ini
"Tidak disangka Putra ku merasa pulih dalam jangka waktu singkat.."
Ulasnya
Yuna baru mengetahuinya
"Terimakasih,saya rasa saya sudah tak membutuhkan jasa Nona Yuna lagi sebagai seorang perawat pribadi Putra saya...disini saya akan lebih bisa memantau perkembangannya"
Yuna terkejut "Lalu..apakah aku harus mengembalikan...sisa uang nya Nyonya??"
Wanita itu tersenyum
"Anggap saja kau baru saja menang lotre...Nona Yuna"Wanita itu tersenyum penuh pertimbangan
"Apa?..."
"Dengan satu syarat...Anggap saja kau tak pernah bertemu dengan putra ku...dan anggap saja kau tak pernah tau tentang dia"
Wanita itu tersenyum
"A..aku memang tak tau tentang Putra mu..."
ucap Yuna
"Dan ..kau baru saja mencari tahu tentang putra ku..."wanita itu berbisik lirih
"jadi ingat lah perjanjian kita...dan nikmatilah hadiah...Lotre mu..Nona Yuna"
HHaaahhhh...apa pengawal nya membuntutiku...?
"Ba...baiklah,aku setuju"
"Bagus..rupanya kau seorang yang bisa memegang janji"
Yuna menghela nafas
__ADS_1
"Selamat pagi..."wanita itu meninggalkan Yuna diruangan itu