Cinta Yuna

Cinta Yuna
I/


__ADS_3

Beberapa hari ini Yuna memilih untuk menggali informasi tentang Egy sebanyak banyak nya


dia mencarinya lewat media sosial,dia membuka laptopnya


"Egy Praditya..."


dia mengetik nama itu..dan


seketika identitas Egy muncul lengkap dengan informasi keluarganya


mata nya terbelalak,Egy adalah anak sulung dari tiga bersaudara ,selama ini dia yang memegang beberapa anak cabang perusahaan ayah nya


dia juga mempunyai bisnis sendiri,dia mendirikan beberapa Factory Outlet dengan omset ratusan juta


jadi selain memegang beberapa cabang perusahaan keluarga dia juga punya usaha sendiri ,dan usaha itu terbilang sukses


Kesimpulannya ,dia adalah pengusaha muda yang sukses


Dia masih lajang,dia memiliki Rumah dan beberapa Appartemen dan Villa


dia juga terkenal sebagai seorang yang gemar memasak..


Yuna tertegun,Masalalu nya begitu membanggakan bisa di bilang..tidak ada minus sama sekali nyaris sempurna


Tapi,kenapa banyak yang harus bersikap diam dan merahasiakan masalalu nya


Yuna menghela nafas panjang..


"Kehidupan orang kaya begitu rumit...seolah banyak skandal di dalamnya..."


Ruangan itu terasa lebih dingin dari sebelum nya,Egy nampak terdiam


Di lihat nya pak Yullis yang sedang melihat lihat ponselnya


Pak Yullis yang menyadari itu segera menghampiri Egy


"Apa aku bisa pulang besok??"tanya Egy


Pak Yulis mengerutkan dahinya


"Saya akan tanyakan dahulu pada Dokter Andre..Pak Egy.." Jawabnya sambil sedikit menundukan kepalanya


Egy kembali diam seribu bahasa,dia merasakan kebosanan dan kesepian yang amat sangat


"Aku mudah merasa bosan dengan kesendirian..apakah aku dulu orang yang suka bergaul?"Tanya Egy


Pak Yullis tersenyum ragu


"Mmm...betul Pak Egy,Pak Egy...dulu adalah orang yang suka bergaul..."Jawab nya pendek


"Siapa saja teman teman ku...kenapa selama aku dirawat mereka tidak datang menjenguku??" Tanya Egy kembali


Pak Yulis tertegun dia ingat kejadian setelah dua hari Egy masuk rumah sakit


"Aku teman nya...kami sering menghabiskan waktu bersama,kenapa sulit sekali menjenguknya?!"


teriak Deril sahabat yang hendak menjenguk nya

__ADS_1


Pak Yulis menyeka keringat yang tiba tiba menetes di wajahnya


"Aku akan mengurus kepulangan Pak Egy.."


"Aku benar benar bisa pulang besok??


"Jika Pak Egy mau...kita bisa mengalihkan kamar perawatan ini dirumah Pak Egy.,kita harus konfirmasi dulu ke pihak rumah sakit agar mempersiapkan kamar rawat dirumah"


Malam itu begitu dingin ,Pak Yulis menutup jendela kamar .


"saat nya istirahat Pak Egy..."


Pagi itu Yuna terbangun,dia tertidur didepan laptop nya


Yuna menggeliat,mata nya tertuju pada laptop yang masih menyala..


beberapa bungkus camilan yang sudah kosong berserakan di mana mana


begitu juga dengan botol minuman yang berantakan disekitar nya


rambut nya yang kusut itu terlihat begitu kacau


Yuna mencuci muka nya


dia menyiapkan roti tawar nya dengan selai coklat dia menuangkan air putih


lalu disambar nya ponsel yang sedari tadi tergeletak di meja nya


dia meneguk air putih nya


"Whaaattt...."


seketika dia menyadari nya lalu Yuna bergegas mengelap nya dengan tisu


"Oh...astaga,laptop ku..."


Rupanya Pak Yulis mengiriminya pesan


bahwa Pak Egy meninggalkan rumah sakit pagi ini dia memutuskan untuk dirawat dirumah saja


Pak Yulis menyertakan alamat rumah Keluarga Egy


Jantung Yuna berdegub sedikit agak kencang,apa yang dia telusuri tadi malam dengan laptop nya memberikan ya sebuah gambaran bagaimana suasana rumah Egy...


"WAAHHH......ck..ck..ck..."


Yuna berdecak kagum,melihat gerbang yang begitu besar dan tertutup...


dia melahap potongan terakhir roti tawar nya


maklum karna tergesa gesa Yuna memutuskan untuk sarapan di taksi Online


Yuna melihat sebuah layar di samping gerbang itu,bak sebuah cermin dia dapat melihat wajah nya sendiri di layar itu


dia lalu melakukan gerakan mengunyah,karna dia memang sedang mengunyah roti nya


Seseorang yang berada didalam dan melihat layar yang terhubung dengan layar diluar itu sedikit kaget melihat muka Yuna yang sedang manyun manyun

__ADS_1


"Astaga..."teriak seseorang itu sedikit histeris melihat wajah yuna di layar


lalu dia bergegas membuka kan pintu gerbang nya


Yuna yang menyadari itu dengan segera dia mengelap mulut nya dengan telapak tangan nya


Ternyata istana didalamnya tak kalah megah,bahkan super duper megah,banyak pelayan berlalu lalang didalam nya


belum lagi yang jaga di gerbang depan ..dan semuanya berseragam


Pak Yulis mengantarkannya kesebuah ruangan yang tak kalah mewah di dalam istana itu


Yuna melayangkan pandangan nya mengitari seluruh sudut istana


wanita tegas itu rupanya sudah menunggu kehadiran Yuna disitu


"Selamat pagi..."Sapa nya


"Selamat pagi..."jawab Yuna


wanita itu berbalik,dia nampak fresh pagi ini


"Tidak disangka Putra ku merasa pulih dalam jangka waktu singkat.."


Ulasnya


Yuna baru mengetahuinya


"Terimakasih,saya rasa saya sudah tak membutuhkan jasa Nona Yuna lagi sebagai seorang perawat pribadi Putra saya...disini saya akan lebih bisa memantau perkembangannya"


Yuna terkejut "Lalu..apakah aku harus mengembalikan...sisa uang nya Nyonya??"


Wanita itu tersenyum


"Anggap saja kau baru saja menang lotre...Nona Yuna"Wanita itu tersenyum penuh pertimbangan


"Apa?..."


"Dengan satu syarat...Anggap saja kau tak pernah bertemu dengan putra ku...dan anggap saja kau tak pernah tau tentang dia"


Wanita itu tersenyum


"A..aku memang tak tau tentang Putra mu..."


ucap Yuna


"Dan ..kau baru saja mencari tahu tentang putra ku..."wanita itu berbisik lirih


"jadi ingat lah perjanjian kita...dan nikmatilah hadiah...Lotre mu..Nona Yuna"


HHaaahhhh...apa pengawal nya membuntutiku...?


"Ba...baiklah,aku setuju"


"Bagus..rupanya kau seorang yang bisa memegang janji"


Yuna menghela nafas

__ADS_1


"Selamat pagi..."wanita itu meninggalkan Yuna diruangan itu


__ADS_2