Cinta Yuna

Cinta Yuna
k/


__ADS_3

"Aku benar benar tak tau tentangmu sebelum nya.."


Yuna menatap Egy"Tapi aku sempat mencari biodata mu di internet..karna rasa penasaran ku.."


"Lalu..apa sekarang kau mau membantuku??" pinta Egy


Yuna mengangkat alis matanya sekejap,dia memandang Egy dengan senyuman menggoda "apa aku memang baik untuk mu??


Egy menatap Yuna "Ap...apa??...hei..kau jangan salah paham..baik bukan berarti aku menyukaimu..ingat,kau asistenku!"ucap Egy


Yuna manyun manyun "Iya..aku tau pak Egy, tak usah selalu di ingat kan..." Yuna mendelik


Lalu dia membuka aplikasi handphone nya


"Waaah...astagaaa....Haaaaah...,aku tidak menyangka akan sebanyak ini..Oooh"


"Hei..kau sedang apa??"


Yuna menatap Egy"Lihat..jika dalam satu bulan aku memperoleh 30 juta..maka satu tahun...oooh,astaga ..aku tak mampu menghitungnya dengan jariku pak Egy...Astagaa..'


"Dasar perempuan aneh..satu bulan 24 jam.."


"Apa...??" ocehan kekaguman Yuna terhenti


"maksud mu 24jam???"


"Ya. tentu,mana mungkin aku masih harus susah payah mengambil air minum ditengah malam..jika aku haus...karna kegerahan..gerah" Egy mengibaskan tangan nya seolah kegerahan


"Maksud nya..aku menginap dirumah itu..??"


Yuna terbelalak


"Ya.."


"Aastaaaga...aku menginap ber..bersamu??"


Yuna kembali meyakin kan dirinya


"Ya..."


"Oh..astaga,aku menginap dengan pengusaha muda yang sukses dan sangat tampan...??"


"Ya..."


Yuna memeluk dirinya sendiri sambil membelalakan mata.."maksud mu..kau membayarku..mahal..untuk itu??" tebak nya


"Apa??" Egy terkejut dia beranjak dari duduk nya "Hei...kau selalu salah paham,...ya Ampun kebodohanmu membuat Amnesia ku bertambah parah.."


"Aku..hanya.."


"Tentu saja aku tidur dikamarku dan kau tidur dikamar asisten..,mengerti??!"


"Aku..tau.." Yuna terdiam karna bentakan Egy


"Bagus!!"


Mereka kembali berjalan menyusuri jalan setapak,kata Egy kalo kita memesan taksi online,tentunya taksi itu akan berhenti didepan gerbang rumah nya dan..dia takut para pengawal itu masih ada disana


Yuna merintih kesakitan ,kaki nya terasa kembali pegal..Apa Egy sudah mengecek isi Atm nya..sehingga dia berani membayar upah yang cukup mahal pada Yuna

__ADS_1


Yuna menatap punggung Egy. Ck...Ck...ck..ck..


Si Tuan Aneh itu bahkan masih terlihat keren walau pun dia berjalan ditengah terik matahari


Huuuuffffh...Yuna menghela nafas


Egy membalikan badan,dia menatap Yuna


"Kau kenapa??" Tanya Egy


"Apa aku boleh pulang terlebih dahulu??"


"Untuk apa?


"Aku harus mengemas beberapa baju ku dan keperluan ku...pak Egy ingat aku hanya bawa syall tadi pagi.."Yuna nampak agak kesal


"Ok..kita kerumah mu..."Egy menarik tangan Yuna berjalan menuju halte yang ada diseberang jalan


"Eh...eh..eeh...maksud ku..aku saja...",ucap Yuna


"Bagaimana aku bisa percaya kau akan kembali lagi padaku!?"


Yuna tersenyum manis.."Tenang saja..aku akan kembali padamu.."


Egy menghela nafas " Astaga..ini semua membuat kepala ku jadi pusing..." gumamnya


"Aku mendengar itu" ucap Yuna


Egy mendelik kesal.."Ayoo.."


Mereka menuruni Taksi online nya, tepat didepan rumah Yuna


Egy melihat sekeliling rumah Yuna


mereka berdua masuk kerumah


Oh...my...God...!!!


"Ini lebih mirip tempat pembuangan sampah" Gumam Egy


Yuna tersenyum dan berusaha menyingkirkan sampah sampah bungkus camilan


"Haaaa..jujur saja,pemecatan secara sepihak dari keluarga mu itu membuat ku stress..dan juga.."Yuna mengenang kejadian pahit di arena wahana permainan itu


"Dan apa?"


Yuna tersenyum "Aku hanya malas saja"


Egy duduk di sofa sambil melihat lihat majalah lama ,sementara Yuna membereskan rumah nya


Setelah berjam jam lamanya Yuna akhirnya selesai merapihkan rumah nya


Dia pun segera mengemas beberapa pakaian nya,"Aku kira aku akan menyewakan rumah ini dan aku akan menyewa ditempat yang lebih kecil...tapi,aku tak perlu menyewakan nya..karna aku tak perlu mencari uang tambahan.."


"Apa maksud mu??"


Yuna hanya tersenyum ",Pak Egy tak akan mengerti..sudah hitung saja berapa banyak uang mu akan berkurang untuk membayarku.." Yuna menuangkan syrup di gelas nya,ketika dia akan menuangkan ke gelas yang satu nya dia tidak sengaja menyenggol gelas yang terisi penuh


Yah..tumpah

__ADS_1


tumpahan itu mengenai baju nya


"sebentar..."


"Maaf..kau sebaik nya mandi dulu..Aroma mu..sugguh menganggu.."ucap Egy


"Benarkah??" Yuna menciumi badan nya


dia tersenyum lalu bergegas ke kamar mandi


Pintu rumah Yuna terbuka..


munculah Rara dengan tas jinjinganya


Rara terperanjat,dia mendapati Yuna yang habis mandi dan seorang lelaki tampan dengan tubuh yang tegap tengah duduk di sofa membaca majalah


"Kalian....."Rara terbata bata


"Haaah...Rara??"


"Kalian??!!...Oh,tidak..Ya..Tuhan..ampunilah mereka berdua"Gumam Rara agak keras


"Apa..??" Egy merasa aneh


"Oh..bukan begitu..kami hanya.."


"Aku hanya menyuruh nya mandi karena badan nya penuh dengan keringat dan dia terciprat air...."


"Haaaah,..keringat?? dia,dia terciprat air..."


"Ouw...ouw..ouw...kau salah paham terlalu jauh..kami tidak melakukan itu"


"Haaah...kalian berdua itu memang aneh..aku ragu apa ada yang mau mengencani kalian berdua" Gumam Egy


"Apa..!!!?" Rara emosinya mulai meledak


"Eitzzzz....aku bisa jelaskan"


Yuna mendudukan Rara di meja makan dirumah itu dia menjelaskan panjang lebar,,, dari awal tadi pagi saat bertemu


Rara manggut manggut


"Mengerti??"


Rara tersenyum


'kenapa malah tersenyum??"


"Eh yun,dia lebih tampan dari Rendi..dia juga lebih kaya dari Rendi..kenapa kamu tidak jadian aja sih??


"Haaa...kau ini,aku kira kau mengerti..malah makin ngelantur..."


"Kenapa tidak..kau kan akan tinggal serumah..lalu dirumah itu tidak ada siapa siapa selain kalian..apa bedanya dengan pengantin baru??"


"Kau dan sahabat mu sungguh membuat kepala ku semakin pusing.."


ucap Egy menyela pembicaraan kedua perempuan itu


"Kenapa dia bisa dengar..padahal kita berusaha sehening mungkin.."

__ADS_1


Egy hanya menepak kening nya...


Astagaaa......


__ADS_2