
pagi sekali Yuna bangun, dia membuka pintu kamar nya, dia melihat kamar sebelah nya pintu nya tertutup
apa mungkin Egy tengah olah raga pagi seperti biasa
Yuna penasaran, dia melihat pintu itu tak tertutup rapat.. yuna menatap kebawah
ada kaus kaki terselip di bawah pintu
dia membuka pintu
kamar nya begitu kacau
sepatu dan kaus kaki itu tergeletak berantakan di lantai
lampu kamar nya masih redup
Yuna menatap Egy yang masih tertidur dengan kemeja kerja nya
"Apa mungkin dia baru pulang?? " gumam nya dalam hati
Yuna memeriksa lebih dekat, Egy begitu terlelap dengan tidur nya, tirai kamar yang masih tertutup membuat suasana kamar itu seperti malam hari
Yuna menghela nafas, dia tak berniat membangunkan kekasih nya itu
Yuna berlalu
"Apa yang harus aku lakukan?.. bagaimana cara ku menghadapi semua ini... hmmm"
Egy mengigau, Yuna berbalik seketika
apa ada yang tidak beres dengan bisnis nya!?
Yuna terduduk di tepi tempat tidur Egy
dia menatap wajah lelah itu
perasaan nya mendadak merasa bersalah
seolah dendam itu musnah, melihat sang kekasih nya begitu kacau
Egy memincing kan matanya
Yuna tersentak
"Yuna? " bisik nya
Namun Egy masih tergeletak, dia nampak lelah dan tidak bersemangat
"Ada apa dengan mu? " tanya Yuna
"Aku yg seharus nya bertanya.. ada apa dengan mu? "tanya Egy
Yuna terkejut, dia memang sedang bimbang dengan kenyataan antara dia dan keluarga Egy
__ADS_1
Egy menggenggam tangan Yuna
" Apa kau mau kopi? " Tanya Yuna
Egy menggeleng "Boleh aku memeluk mu?? "
Yuna tersentak " apa?? "
Egy tersenyum dengan wajah lelah nya
"Tak mau.. tidak apa apa.. aku hanya berpikir, memeluk mu.. adalah sedikit semangat untukku" Egy kembali menarik selimut nya
Yuna terdiam sejenak, dia berpikir..
seberapa keras masalah yang dihadapi kekasih nya itu
Egy kembali terlelap
Yuna membereskan barang barang yang berserakan, dia pun keluar dari kamar Egy untuk membeli makanan
Yuna berjalan kedepan penginapan tak jauh dari situ dia mendapati kafe kecil,
Yuna menghampiri nya
dia melihat menu makanan yang dijual disitu
"Ada yang bisa saya bantu? "
Yuna tersenyum " Tentu.. aku mau pesan dua porsi bubur.. "
"Ouh... kau wanita yang bersama Tuan Egy?? "
wanita itu tersenyum
Yuna tersentak " kau tau?? "
"Tentu.. aku melihat mu datang bersama dia kemarin! " wanita itu sumringah
"Maksud ku kau mengenal Egy? "
"Egy?.. kukira kau pegawai nya? "
"Oh.. itu, maksud ku.. " Yuna terbata bata
namun wanita itu tertawa ramah
"Tuan Egy sudah bercerita hingga menjelang subuh.. " ucap wanita itu
"Subuh?? "
"Dulu dia sering menginap disini.. untuk mengurus bisnis nya, namun dia datang dengan supir nya.. dan mereka seperti teman.. begitu akrab, dan tadi malam sepulang dari pekerjaan nya dia duduk disini.. dan bercerita hingga subuh"
cerita sangat wanita paruh baya
__ADS_1
Yuna hanya menatap penuh dengan rasa penasarannya
"Dia amat menyayangimu.. bahkan dia rela melakukan apapun demi memilikimu, kau adalah seseorang yang dia tunggu.., dan sepengetahuanku dia memang tidak pernah bersama dengan seorang gadis sebelum nya.. selain Nona Fania"
" Kau tau Fania? "
wanita itu mengangguk "Mereka bersama atas kesepakatan sebuah proyek.. mereka tidak saling mencintai" wanita itu menatap Yuna
"Seharusnya kau lebih memperhatikan nya.. dia sedang dirundung masalah.. dana proyek yang dia tangani tiba tiba hilang semua, dia harus mengungkap semua nya.. sebelum dia menerima teguran dari para investor dan penduduk yang telah diberi janji sebelum kecelakaan itu terjadi"
"Kau.. sepertinya dekat sekali dengan Egy? " tanya Yuna
Wanita itu tersenyum "Anak itu terlalu sering ke tempat ku ini.. "
seorang pelayan wanita datang membawakan dua porsi bubur yang dipesan
Yuna melangkah memasuki kamar Egy, suasana nya masih sama, Egy masih terlelap
Yuna membuka tirai kamar itu
seketika cahaya itu masuk menembus kaca jendela kamar
Egy yang merasa terganggu itu membuka mata perlahan
"Kenapa?.. kenapa begitu silau?? " ucap nya
"ini sudah siang" ucap Yuna
Yuna menyajikan bubur nya kedalam mangkuk
Egy terduduk, dia nampak menggaruk kepalanya
"Astaga... sudah siang"
Egy beranjak ke kamar mandi dan mencuci mukanya
Yuna berpikir sejenak, dia memikirkan kata kata wanita itu
Egy menyeka air di wajah nya dengan handuk yang melingkar di leher nya, dia meneguk air putih di gelas
Yuna menghampiri Egy
Egy yang sedang minum itu terkejut menatap kekasih nya "kenapa? "
Yuna tersenyum "Hanya ingin memelukmu saja" Yuna melingkarkan kedua tangan nya di leher Egy, dia hanya terdiam
"kenapa?.. tidak ingin memelukku? " tanya Yuna
"Tentu.. " Egy melingkarkan kedua tangan nya di pinggang Yuna
Rasa nya begitu Damai dan tenang..rasa nya ingin terus begini
dan rasa nya masalah itu hilang sekejap mata...
__ADS_1