Cinta Yuna

Cinta Yuna
I1/


__ADS_3

Egy pergi kekamar nya..bahkan dia hampir membanting pintu kamar nya karena kesal, rupanya dia juga harus menyadarkan ayah nya terlebih dahulu sebelum akhirnya menyingkirkan ibu tiri nya


Yuna yang tengah membersihkan ruang tengah itu terkejut, dia menatap pintu kamar Egy dari lantai bawah


"Apa dia begini karena penolakan ku??"


Telpon rumah berdering


Yuna mengangkat nya


"Ada yang salah dengan mu ..." ucap suara lantang dari seberang


"Fania??"


"Kau bukan sekedar pembantu dirumah itu!!"


"Apa maksudmu??"


"Bahkan kau menggagal kan semua yang sudah aku susun bertahun tahun..kau mengerti??"


"Kau ini kenapa??"


"Ingat, aku takkan membiarkan mu dan Egy begitu saja.!!!"


"aku tidak tuli...bicara lah pelan pelan"


"Bagus kalau kau tidak tuli, jadi dengarkan ini baik baik...walaupun Egy tidak menjadi pasangan ku, proyek perusahaan itu akan tetap menjadi miliku, bagaimanapun cara nya!"


"Apa??"


Telpon tertutup, Yuna tertegun


Ada apa ini sebenar nya, Egy juga kelihatan


emosi sekali, bahkan dengan Fania


Yuna mengetuk pintu kamar Egy


namun ,tidak ada jawaban


"Egy..."panggil Yuna


Namun tetap tak ada jawaban


Yuna mulai masuk kekamar Egy, dia mendapati Egy sedang berdiri di balkon kamar nya


"Huh..pantas saja dia tak menjawab" gerutu nya


Yuna mendekati Egy


"Tinggalkan aku sendiri dulu.."


"Apa??"


Egy menghela nafas, dia berbicara tanpa menoleh sedikitpun


Yuna berdiri dibelakang Egy, dia menatap Egy dari belakang Egy nampak gelisah dan sangat emosi, sebenarnya ada apa dengan mereka...?


Yuna berlalu dia meninggalkan kamar Egy


Yuna terduduk di kursi taman dia sendiri tak bisa tidur, rasa nya terlalu gelisah

__ADS_1


mengetahui Egy dan fania sama sama terbakar amarah


dia mencoba menelpon Rara,hanya Rara mungkin yang mau diajak berbicara saat ini


"Halo Yun...baru saja aku mau menelpon mu!"


"Ada apa?"


"kau tak ingat..lusa sudah hari ultah nenekmu!


Yuna terperanjat


Astaga..Yuna sampai lupa acara terpenting setiap tahun dihidup nya


"Tentu saja..aku ...menghubungimu untuk mengajak berbelanja..kita adakan pesta nya dirumah ku saja"


"Apa..kau bisa cuti?..Kalo aku sih oke oke saja!"


"Aku belum mengambil cuti minggu ini bahkan , kemarin aku harus menemani Egy kepesta dirumah nya"


"Wah..benarkah??, Pasti kau makan makanan yang enak, Haaaa...kenapa tidak mengajak aku??"celoteh Rara


"kamu ini...lusa kita jadi berbelanja??"


"Oke..kita akan makan sepuas nya !!!"


Telpon ditutup, Yuna tersenyum dia kembali bersemangat setelah mengalami beberapa masalah yang rumit di rumah mewah ini


"Aku harus memilih menu yang enak untuk pesta nanti"Gumam nya


dia menuju dapur, dia akan mencatat beberapa menu untuk pesta ulang tahun nenek nya


dia melihat Egy terduduk di meja makan sambil meminum secangkir teh hangat


"Kau dari mana saja??"


Yuna masih tertegun" Aku..hanya duduk duduk didepan.."


Yuna melihat cangkir teh nya" kau..membuat nya??"


"kau fikir..teh itu akan terbuat sendiri??"Egy histeris


Yuna terperanjat " Wah..galak sekali"


Egy meneguk teh nya " percuma aku membayarmu 24 jam"


"Kau bisa menelpon aku..apa susah nya??, kenapa kau semarah itu"


Yuna mengambil secarik kertas dari laci meja dapur, dia mulai memikirkan sesuatu


"kau sedang apa?" tanya Egy


Yuna menatap Egy


" Menurutmu aku sedang apa?!!"


"Galak sekali" Gumam Egy


Egy berlalu dia membiarkan Yuna sendiri di meja makan


Pagi begitu cerah , Yuna menuangkan susu kedalam gelas ,Egy menghampiri meja makan dia nampak segar setelah mandi ,rambut nya yang masih basah itu membuat nya terlihat sangat keren

__ADS_1


Yuna pura pura tak memperhatikan semua itu, Yuna melihat Egy memakai kaos oblong nya


"Kau tak pergi bekerja??"


Egy hanya menggeleng


"Aku ...aku mau minta izin untuk keluar hari ini"


"untuk apa??"


"Lusa nenek ku ulang tahun, aku dan Rara berencana merayakan dirumah ku saja..kami akan memasak dan makan bersama..."


"Apa maksudmu..kami??"


"Apa??...tentu saja aku dan Rara"


"Kau tidak mengundang tamu??"


Yuna nampak kebingungan "Setiap tahun kami selalu merayakan nya bertiga saja"


"Kau tidak mengundangku??"


Yuna bingung "Mana ada tamu minta diundang tuan rumah"ucap Yuna


"Apa..?, tapi selain tamu aku majikan mu aku berhak datang atau tidak!" ucap Egy


Yuna menghela nafas dia mulai kesal


"Baiklah jika kamu mau datang..datanglah, kenapa gampang sekali marah padaku??"


"Dan kau harus menemani aku pergi ke cabang perusahaan ku diluar kota untuk mengurusi beberapa bisnisku"


"Apa??"


Yuna berpikir kalo majikan nya keluar kota setidak nya dia bisa menggunakan waktu itu untuk cuti dan beristirahat


Tapi kali ini Egy malah mengajak nya


"Kau terlihat tidak senang?" Tanya Egy


Yuna hanya mendelik


"Aku..janji, tidak akan marah lagi.."


Egy nampak bingung


"Kau...bisa libur dipenginapan..kau tak harus ikut ke kantor bersama ku" bujuk Egy


Yuna hanya menatap Egy kesal


"Kau...akan dapat tiket kesebuah tempat wisata disana...selagi aku mengurus beberapa bisnisku...kau suka??" bujuk Egy lagi dengan beberapa tawaran menarik


Namun Yuna tetap diam


Egy menatap Yuna , dia berharap Yuna menjawab nya


"Apa kau mau?"


"Makan saja sarapan nya...keburu dingin"


Ucap Yuna

__ADS_1


Egy terkejut.."Oh..tentu saja aku...akan memakan nya"


Egy melahap roti nya sambil tersenyum penuh keraguan


__ADS_2