Cinta Yuna

Cinta Yuna
Q/


__ADS_3

Mentari pagi begitu hangat menyinari ,seperti biasa Egy lari pagi di sekitar rumah


dia menyeka keringat yang rutin keluar tiap pagi nya


Egy memasuki rumah nya,dia celingukan


"Yunaa..."


Egy beranjak ke dapur membuka kulkas dan menuangkan air putih kedalam gelas


"yunaaa...yuna!?"


Egy melihat sarapan yang sudah siap di meja makan


dia mendekat dan duduk ,lalu mengambil roti tawar nya , ketika membuka selai nya ...selainya telah berganti menjadi selai kacang, sejenak Egy termenung...


dia pun mengoleskan selai dirotinya


"Yuna....!?" Panggil nya


namun tak ada jawaban juga


Egy menatap ponsel nya


dia mendapat pesan dari sekretaris nya


"Pak Egy, ..waktu dan tempat Pak Egy bisa tentukan.."


Egy membalasnya


"Ok..di CoffeBreak..jam 10.."


Egy melanjutkan sarapannya


dia baru menyadari kalau Yuna tak menjawab panggilannya


"kemana dia.." gumam nya


Egy meminum susu nya,lalu dia mencoba menelfon nya


"Haloo...Yuna kamu dimana??"


"Ya pak Egy,aku di taksi ..aku sedang ada dalam perjalanan pulang.."


"kenapa kau tak pamit padaku??"


"Aku sudah bilang padamu kemarin...kata nya aku bisa pulang"


"iya..aku kira tak sepagi ini.."


"Maaf pak Egy,perjalanan kerumah ku akan memakan waktu lumayan lama..jadi kupikir kalau aku menunggu mu selesai lari pagi...mungkin siang hari baru sampai.."


"Ya sudah lah.."


Egy bersiap siap untuk pergi


hari ini dia sebenarnya tak ada tugas keluar kota..dia hanya ingin mencari masalalu nya


apa lagi Fania mengatakan bahwa ada seorang supir yang begitu dekat sekali dengan kehidupan Egy dulu


Yuna menuruni taksi online nya dia rupanya mengunjungi sang nenek di panti


sudah lama sekali semenjak dia menerima pekerjaan dari keluarga Egy, dia tak bisa menjenguk sang nenek


perawat itu tersenyum pada Yuna

__ADS_1


"Selamat ya..saya dengar kamu bekerja untuk keluarga Praditya.."perawat itu menyalaminya


Wah...


kabar berhembus begitu cepat!


"Dari mana ibu tau?" tanyanya pada perawat itu


"dari suster Lani,dia yang merawat nenek Vennus..pasien kamu" perawat itu tersenyum


"Oh ya ..nenek Vennus??"


"Dia sehat ,dia sedang liburan bersama keluarga nya untuk sepekan"


"Oooh..syukurlah," Yuna tersenyum


"Kau pasti akan menjenguk nenek mu??"


"Ya."


"Dia selesai berjemur dia ada dikamar nya"


"Yunaa..??"


Nenek menatap Yuna dengan perasaan yang amat senang


"Yuna..kemana saja??..Nenek rindu"


mereka saling berpelukan erat


"Maaf ..nek,tempat kerjaku jauh..aku sangat lelah..jadi aku jarang kesini.."


"tempat kerja mu jauh?" nenek mengerutkan dahi nya"Lalu..bagaimana dengan sekolah mu??"


"Aku sudah Lulus..aku sudah bekerja..nenek"


"Aku memang sudah lama lulus nek"


"kamu kerja di mana??"


"Mmmm...di sebuah perusahaan dagang nek"


"Oh...syukurlah.."


mengobrol dengan nenek harus sedikit sabar karna penyakit pikun nya terkadang harus mengobrol beberapa kali baru bisa di mengerti


Namun..Yuna tetap senang bisa menjadi teman ngobrol sang Nenek


Egy memesan secangkir coffee late


"selamat pagi Pak Egy.."perempuan itu duduk didepan Egy


sekejap sang pelayan menghampiri meja itu kembali


"Aku sama mbak ..coffe late.."


pelayan itu mengangguk dan berlalu


"Maaf mengganggu waktu kerja mu.."


perempuan itu tersenyum sungkan " Tidak apa apa pak Egy ,Pak Egy sendiri tidak berangkat kekantor hari ini?"


"Aku bilang pada Pak Yulis....bahwa aku kurang enak badan hari ini.."


"Apa pak Egy baik baik saja??"

__ADS_1


"Aku baik baik saja"


"Ada yang bisa saya bantu Pak?"


Egy menghela nafas


seolah dia mempersiapkan banyak sesuatu untuk moment ini


"Apa kau tau mengenai supir pribadi ku?'


mendengar ucapan sang Atasan ,perempuan itu giliran yang menghela nafas


"Maaf..saya..."


"Jika kamu juga disuruh diam oleh ibu ku..lalu,waktu ini terbuang sia sia"


perempuan itu menatap Egy dengan penuh ragu


"Ibu Marina meminta kami untuk diam ,jika pak Egy benar benar kembali kekantor..maaf,dia akan benar benar memecat kami semua "


"Memecat??!,Apa kau tau itu perusahaan pribadi ku..aku sendiri yang merintisnya dari nol,apa hak nya memecat karyawan?"


perempuan itu menunduk "Selagi pak Egy menjalani perawatan di rumah sakit, Ibu Marina lah yang memegang alih perusahaan"


"Dan sekarang aku telah kembali...Anggap saja aku memohon pada mu,kecelakaan itu membuat ingatan ku kembali ke titik Nol lagi..dimana tidak ada siapa siapa yang kukenal.."


"Bu Marina...apa dia.."


"Sama seperti yang dilakukan pada perusahaan ku..ibuku juga membungkam mulut semua orang dirumah.."Egy menyeruput


minumannya


"Maaf..aku ingin bertanya tentang assisten pribadi mu yang berada satu rumah dengan Pak Egy.."


"Kalian ...Tau..???"Egy terperanjat


"Pak Egy adalah salah satu pengusaha muda yang tersohor..kabar tentang pak Egy..begitu mudah didapatkan.."


"Apa...??"


"Maaf...banyak orang telah mengikuti kabar berita pak Egy.."


"Sekarang apa bisa kau membantu ku??"


perempuan itu terdiam sejenak,dia berfikir keras mengenai resiko yang dia dapat kan dari Bu Marina jika dia membagi kabar kehidupan masa lalu Pak Egy


"Nona Risa.."sahut Egy membuyarkan lamunan perempuan itu


'Supir pribadi pak Egy itu Arga..dia pemuda yang begitu loyal terhadap pekerjaan nya..dia juga sangat dekat dengan anda..bahkan dia tinggal dan menginap dirumah anda"


"Tapi..aku tak bisa menemukan kamar tidur nya"


"Satu hari setelah kecelakaan itu,aku disuruh mengawasi orang orang yang membereskan kamar Arga..semua barang barang nya di kemas..tapi aku tak tau semua nya itu dikirim kemana..kamarnya tepat disamping kamar anda.."


"Disamping kamar ku.."


setelah kecelakaan itu dia dirawat di rumah sakit Graha santosa.."Risa tertegun "Dia masih hidup..dan setauku dia dipaksa pulang kekampung halaman nya dengan pesangon yang lebih dari cukup""


Risa menyodorkan ponsel nya,dia menunjukan sebuah foto di galeri ponselnya


Ada sebuah foto Rekreasi kantor Egy dahulu


"Ini..pak Arga.."Tunjuk nya pada salah satu pemuda disamping Egy


"Ponsel Pak Arga tidak aktif..aku pernah mencoba menghubunginya.."

__ADS_1


"Ini alamat Arga."


"Terimakaaih Ris.."


__ADS_2