
Suasana ditaman malam hari di istana itu ternyata sangat indah,Yuna terduduk disamping Tedy
"Aku tidak menyangka disini akan menjadi tempat pertama kencan kita" ucap Tedy masih dengan senyum nya
Yuna hanya menatap Tedy
"Majikan mu bahkan membawamu kepesta keluarga nya"
"Kau salah satu kolega bisnis keluarga ini?"
tanya Yuna
Tedy memincingkan mata nya yang nampak selalu teduh itu..." Aku rasa begitu..aku baru tau"
"Ayah mu juga pasti seorang yang sukses.."
"Kau peramal yang jitu.."
Yuna tertawa kecil " Tamu disini bukan sembarangan..mungkin mereka diundang bukan karena keinginan untuk saling bertemu...tapi karena semata hanya untuk pencitraan di bisnisnya saja...bukan kah begitu?"
Tedy menatap Yuna dalam dalam " kau terlalu berani..."
" Kau bilang aku ini lucu..dan sekarang aku ini berani??"tanya Yuna sedikit sinis
Tedy tertawa lebar "Aku mulai menyukai nya"
"Apa??"
Tedy menghela nafas "Sejak aku melihat mu di kafe itu..."
Yuna tersentak " Aah..sudahlah sebaiknya tidak usah di bicara kan lagi..." Yuna tersipu malu
"Kau pikir...sudah tak ada lagi yang mau??"
"Apa??"
"Aku baru tau..kau menemui pria itu lewat biro perjodohan.." tebak Tedy
"Ku bilang jangan dibicarakan..."Yuna mengibaskan tangan nya seolah mengajak Tedy untuk tidak menghiraukan hal itu lagi
Tangan itu kemudian di genggam oleh Tedy
"Tidak apa apa ...itu bukan sesuatu yang buruk"
Dari kejauhan Egy memperhatikan nya, dia merasa sedikit kesal dengan keduanya
"Kenapa dia selalu mudah bergaul dengan pria manapun...dan dia bisa tertawa lepas dengan nya..."Gumam nya kesal
Egy berjalan mendekati keduanya
"Yuna..!!" panggil Egy
__ADS_1
Yuna menoleh "Astaga...kau mengagetkan ku..kau berdiri dalam gelap..kau seperti hantu"
" Tolong ambilkan handphone ku di mobil"
Tedy menatap Egy, "Dia sedang bersama ku"
"Tapi, dia asisten ku..aku membawa nya kesini bukan untuk berbincang denganmu"
Ucap Egy ketus
Tedy tersenyum "Kau sendiri yang mengusulkan agar aku mengatur kembali kencan ku dengan nya"
"Ini rumah orang tua ku..bukan tempat untuk berkencan" jawab Egy tak mau kalah
Yuna segera berlalu menuju mobil sang majikan, Tedy terdiam
"Baiklah lain kali aku akan membawa nya kesebuah tempat, agar aku benar benar berkencan dengan nya" Tedy berlalu
" kau tak bisa membawanya" ucap Egy
Tedy menghentikan langkahnya
"Kenapa?...bukan kah dia hanya seorang asisten yang belum memiliki pasangan ??"
ucap Tedy
"Iya..tapi sebaik nya jangan dia.."
"Dia terlalu sibuk bekerja..aku membayar nya mahal ,karna aku membutuhkan nya 24jam!"
jelas Egy
Tedy tersenyum"24 jam??"
"Oh...tentu saja , maksudku rumah ku cukup luas, dia takkan mampu membersihkan nya hanya di waktu siang dan aku sering mengerjakan pekerjaan ku dirumah sepulang dari kantor..aku malas untuk mengambil sesuatu sendiri"
"Tapi, dia punya hidup nya sendiri..dan tidak mungkin dia menjadi asisten mu selamanya..dia sama seperti gadis pada umumnya.."
"Aku harap kau mau mengerti..."ucap Egy singkat
" Dan aku mulai menyukai asisten mu... suatu saat dia akan pergi bersama ku sebagai milikku...bukan asisten mu..selamat malam Pak Egy, ." Tedy mengulurkan tangan nya
Namun Egy tak menyambut jabatan tangan itu
Tedy tertawa kecil "Hmmm...Tak apa"
Tedy berlalu
Perasaan untuk mempertahan kan Yuna semakin kuat, bukan karena kata kata dari Tedy, namun karena masa kecil nya..jika Yuna masih sendiri..ada yang ingin dia tanya kan pada Yuna
"Apa kah dia menunggunya??"
__ADS_1
Egy hanya menatap kepergian Tedy dengan wajah yang amat kesal
Egy melangkah, Yuna menghampiri nya
"Pak Egy...aku tak menemukannya!"
Egy menoleh..." Mmm..itu.."
Yuna mengeluarkan ponsel nya" coba di misscall..."
"Eee..jang..."
Ponsel berdering tepat di saku jas Egy
Yuna yang menyadari itu menjadi sedikit kesal
Egy salah tingkah ,dia menggaruk kepala nya walau tak terasa gatal
"Akhirnya kau menemukan ponsel ku...haaa, Yunaku memang cerdas" ucap Egy sembari tersenyum masam
namun Yuna tak bergeming sedikit pun, melihat itu Egy pun terdiam
"kepala ku akhir akhir ini sedikit terasa pusing..." Egy berlalu sambil mengusap kepala nya
Lama lama aku benar benar muak dengan amnesia nya...!
Egy mengetuk pintu ruang kerja ayah nya
"Masuk.."
Egy menatap ruangan itu, penuh dengan buku yang tertata rapih di lemari yang menutupi hampir seluruh dinding ruangan itu..
dan meja kerjanya dipenuhi dengan tumpukan berkas berkas yang juga sangat tertata rapih disana ada sang ibu tiri yang tersenyum dingin ke arah Egy yang muncul dari balik pintu
"Apa kabar mu nak??" sapa sang ibu
" Aku baik baik saja"
" Maaf , selama ayah di singapore..ayah tak memberi mu kabar bahkan sekedar mananyakan keadaan mu disaat kamu sedang mengalami kecelakaan itu"
"Tidak apa apa" Egy terduduk di sofa diruangan itu
" kau harus tau..perusahaan keluarga kita di sana sedang mengalami beberapa krisis karna hal itu mungkin kau merasa ayah mengabaikan mu...namun ibu mu selalu memberi tau keadaan mu padaku"
Egy menatap senyum sang ibu tiri yang penuh kepalsuan itu
"lain kali..cek kendaraan mu sendiri..bagaimana pun kita membutuhkan dia selalu dalam keadaan baik untuk bisa mengantarkan kita ketempat tujuan...,Egy bagaimana dengan ingatan mu..ku dengar kau sudah mengurus kembali bisnis mu sendiri..."
" Tapi kenapa aku tidak di perbolehkan melanjutkan untuk mengurus bisnis ayah yang sudah kutangani dulu..." sahut Egy karena semenjak dia kembali, cabang perusahaan keluarga yang berada diluar kota itu ditangani sepenuhnya oleh Pak Yullis
"kau sudah mengingat semua ??"
__ADS_1