
Egy melajukan mobil menuju istana sang ibu tiri, hati nya kesal bercampur penasaran
pikiran nya hanya tertuju pada sang ibu tiri
"Perempuan itu benar benar menyebalkan"
Kencan nya bersama Yuna seolah terlupakan, Egy hanya memikirkan nasib proyek itu, proyek yang dia tangani sendiri sebelum kecelakaan itu terjadi..proyek yang sempat diduga tertunda karena kondisi nya namun ternyata seseorang mengambil alih nya tanpa seizinnya...
padahal dia berharap banyak pada proyek itu..karena lokasi nya yang sangat cocok untuk area produksi, disamping itu...dia dapat memberdayakan masyarakat sekitar sebagai buruh,...
Egy juga sudah menjalin kesepakatan dengan perangkat desa setempat tentang jatah masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja utama
Tapi...
sekarang nyatanya proyek itu terhenti karena dana yang terkirim berhasil digelapkan oleh seseorang...,Egy teringat kenapa pak Yulis menghilang secara tiba tiba...
Dan kenapa proyek yang berada diluar kota itu diambil alih oleh sang ibu tiri, proyek yang sudah cukup berkembang pesat...
bahkan berencana akan memperluas area nya
Lalu..kenapa ayah berencana mengalihkan cabang perluasan area itu kepada kedua adik tiri nya??
Egy terhenti di depan gerbang istana itu..
mata nya menatap penuh dendam, dia menganggap sama sekali tak ada yang menghargai jerih payah nya selama ini
Ayah hanya memandang semua nya dari kabar kabar sang ibu tiri..tanpa pernah meninjau sendiri keadaan nya
Egy menuruni mobil nya, beberapa pengawal disitu terlihat menundukan kepala nya memberi hormat pada Egy
namun tanpa peduli Egy melangkah masuk
"Aku ingin bertemu dengan dia!!"
Ucap Egy pada kepala pelayan yang menjumpainya di pintu depan
"Baik.."
pelayan itu berlalu
Egy nampak gelisah , hati nya diliputi oleh amarah
"Duduklah dahulu..biarkan pelayan membuatkan teh hangat untuk mu!" ucap sang ibu tiri dengan santai
Egy membalikan badan nya
"Apa kau yang mengambil alih proyek Pak Henry??" tanya Egy tanpa basa basi
wanita itu menghela nafas, dia tersenyum getir "Aku pikir kondisi mu tidak memungkinkan untuk bekerja saat itu"
"Lalu..kenapa sampai sekarang pembangunan itu malah terhenti begitu saja?!!"
wanita itu terduduk dengan menumpangkan kaki nya
"Semua itu sudah aku alokasikan ke tempat seharusnya kita dahulukan...misalkan proyek diluarkota itu.."
__ADS_1
"Seharusnya kau tidak usah ikut campur!!"
"kenapa tidak??, aku hanya ingin membantu mu...pekan depan kau akan kesana ..ku bisa lihat sendiri..kenapa reaksi mu berlebihan??"
Egy hanya dapat menatap dan diam ...dia sebenar nya ingin mengatakan kalau proyek luar kota itu sudah dia curigai juga diambil alih..namun Egy belum cukup bukti untuk mengatakan nya
Dan baru pekan depan dia akan kesana
Egy menghela nafas, berusaha menenangkan dirinya
"Aku harap aku sehebat dulu...dan akan ku ungkap semua nya!"
Egy berlalu
"Egy..!!"panggil sang ibu tiri
Egy terhenti sesaat
"Aku harap gosip itu hanya gosip murahan..."
Egy terdiam
"Kau tak benar benar mengencani asisstenmu"
Egy tersentak , Egy rasa dia tak perlu mencampuri urusan pribadi nya
sang ibu tiri menghampiri nya
"Karna kita akan benar benar kehilangan aset di singapore..., ingat itu cabang pertama Pt Praditya.."
Egy menatap ibu tiri nya dengan tatapan penuh amarah
dia teringat Yuna , mungkin dia menunggunya
"Kenapa bisa lupa..." hujan mengguyur jalanan , hari beranjak gelap
mungkinkah yuna masih menunggunya disupermarket?
Egy menepikan mobil nya di depan supermarket itu, dia turun dan masuk kedalam nya dia mencarinya
dia berusaha menelfonya namun tidak diangkat, kemana Yuna ??
apa mungkin dia telah pulang kerumah??
Egy kembali melajukan mobil nya dan....
dia melihat seseorang berteduh di halte Bus
Terlihat Yuna dengan dress pendek nya terduduk sendiri di halte..ditengah guyuran hujan, Egy memandangi nya
Keadaan Yuna sangat menyedihkan..
dia terduduk bersama kantong belanjaan nya
Egy keluar dari mobil nya ,dia membuka payung nya
__ADS_1
dan menghampiri Yuna yang berada di halte
"Maaf..."
Yuna menatap nya, raut muka nya begitu kecewa
"Maaf.." ucap Egy kembali
Egy memakaikan jas nya pada Yuna , lalu dia membawa masuk kedalam mobil
Egy memasukan belanjaan nya ke bagasi mobil nya
"Kau baik baik saja??" Egy membelai wajah Yuna yang nampak basah
"Ada beberapa masalah yang harus aku urus"
Yuna tetap diam
"Yuna ...apa kau memaafkan ku??"
Yuna menatap Egy
"Sepertinya memang kita tidak usah kencan saja"
"Ouh...ini sungguh tidak sengaja, aku mohon maaf kan aku"Egy mendadak gelisah
"Bagaimana ini .kau terus memperlakukan aku seperti ini, ..kau seolah sedang mempermainkan aku.." Emosi Yuna seolah meledak
"Aaaa ..bukan , bukan begitu..maksudku.."
"Sudah kubilang bukan..sepertinya kita tak perlu berkencan...anggap saja kita sudah berkencan"
"Oh..oh..oh,besok..besok kita akan seharian berkencan..aku tidak akan bekerja..oke??"
Yuna menghela nafas
"Egy dengar..aku tak marah, aku hanya kecewa dan kesal karna merasa dipermainkan .besok atau lusa..sebaik tak usah berkencan, lagi pula kita sudah bertemu setiap hari..oke??"
"Tidak...bagaimana pun kita harus berkencan"
"Kau ini..."
"Dengar..yang ku tau..di media sosial..mereka pergi berkencan setelah resmi berpacaran"
Yuna tersentak "Haaaa...tidak usah serumit itu, tidak semua perempuan sama..harus berkencan"
"Tapi aku mau.."
"Tidak..!!!"
"Aku tetap mau.."
"Tidak!!"
"setidak nya biarkan aku mengalami nya..ini benar benar kencan pertama ku...sebelum nya aku belum pernah sama sekali!!"raut muka Egy berubah menjadi ragu ragu
__ADS_1
"Whaatttt????!"
Menurut mu sekuno apa Tuan Muda ini??!