
Egy masih terduduk di kursi balkon kamar nya
dia banyak menghabiskan waktunya sendirian entah mengapa kepulangan nya kerumah nya malah membuat nya semakin tidak betah
Bahkan dia enggan berbicara dengan orang orang dirumah ini,bahkan dengan ibu nya
Hanya ada pelayan yang bolak balik ke kamar nya untuk mengantarkan makanan nya
selebihnya dia tidak ingin menerima kunjungan dari siapa pun
Sejatinya badan nya sudah sehat bahkan dia sudah mampu untuk berjalan ,tanpa harus ditemani oleh kursi roda atau pun di awasi oleh pak Yulis,
Dan mungkin dia juga tak nyaman dengan keberadaan pak Yulis yang katanya dulu adalah asisten pribadi nya
Namun,setiap kali Egy menanyakan sesuatu dia selalu menjawabnya dengan penuh keterbatasan,alasan nya dia juga ikut sedikit lupa akibat dari kecelakaan itu.
Egy,lama lama merasa bahwa dia harus bergerak sendiri untuk mencari tau tentang diri nya..
Egy memberanikan diri berjalan kehalaman depan rumah
seorang pelayan menghampirinya
"Maaf..Tuan Egy,..mau kemana?" tanya sang pelayan itu terbata bata sambil menundukan kepala
"Aku hanya berjalan jalan saja"jawabnya singkat
pelayan itu mengangguk
Egy berlalu,dia menuju taman didepan rumah
halaman rumah nya selalu dipenuhi oleh para pengawal berpakaian rapi
dia melihat seorang kurir menyerahkan beberapa amplop pada salah satu pengawal itu
Egy bergegas menghampiri pengawal itu
"Berikan padaku.."kata Egy
pengawal itu menyerahkan nya
Egy,terduduk di kursi taman dia melihat satu persatu amplop itu
itu amplop amplop beberapa tagihan..air dan listrik..tapi tujuan alamat nya berbeda
Egy penasaran
Egy pergi, kembali ke kamar nya
dia segera membuka laptop di kamar nya
dia mencari alamat yang tertera di amplop tagihan itu
Ternyata....
Itu Rumah elite seorang pangusaha muda yang sukses,yang tak lain adalah dirinya sendiri
Semalaman dia memikirkan hal ini,ternyata pak Yulis sama saja dengan mereka
"Ini rumah mu pa Egy..kau tinggal bersama ibu dan adik adik mu sementara ayah mu mengurus bisnis nya diSingapore "
ucap nya
namun,kenyataan nya berbeda
Banyak hal yang terasa janggal dirumah,dan bahkan Egy tak pernah bisa merasakan tinggal dirumah sendiri karena kamar yang ditinggalinya,sama sekali tak ada barang barang pribadinya
keesokan paginya Egy berdalih untuk lari pagi karna dia sudah merasa sehat pada pak Yulis
"Tapi..apa benar anda tak perlu ditemani?..atau seorang pengawal??"
Tanya pak Yulis agak cemas
"Aku ingin sendiri dulu.."
"Apa..pak Egy,mengingat sesuatu?"tanya pak Yulis terlihat agak cemas
"Apa aku terlihat mengingat sesuatu?"tatapan mata Egy begitu dingin
"Oh...itu..."
__ADS_1
"Sayang nya aku tidak mengingat apapun"
potong Egy
"Apa kau tau kontak perawat bayaran ibuku?"
Lanjut Egy
"Maksud pak Egy...Nona Yuna?"tanya pak Yulis
Egy hanya mengangguk
"Ada masalah dengan Nona Yuna?"
Egy menggeleng "Syallku terbawa di tas nya sewaktu kami berjemur ditaman diRumah sakit itu"
""Biar saya saja Pak Egy,yang mengambilnya .."
"Ada yang musti aku bicarakan padanya.."
Pak Yulis menyerahkan ponsel nya
lalu Egy pun menghubungi kontak Yuna
"Hallo....dengan siapa??"suara Yuna terdengar sengau
"Aku Egy.."
"Egy??...maaf,aku tidak pesan nasgor..aku sudah sarapan..."jawab Yuna asal
"Aku pasien Amnesia dirumah sakit itu".
jawab Egy terdengar kesal
"OOOOH...."
GEDUBRAK!!!
Terdengar seperti sesuatu terjatuh
"Maaf..Pak Egy, maaf..."
"Aku ingin syall ku kembali.."Sahut Egy ragu
"Syall...??syall apa ya?"
"Ok...pagi ini aku berolah raga di taman dekat rumah ku..kau tau kan rumah keluarga ku?"
"Sya...syall apa?..oh,rumah yang mana??"
""Cari saja di laptopmu..."
"Ta..tapi,syall apa??"
"Ok..aku tunggu stengah jam dari sekarang"
"Ta..tapi,..."
Telpon terputus
"Apa dia mengingat syall nya??" tanya Pak Yulis memastikan
Egy sedikit terkejut,"Tentu..."
Egy duduk sambil celingukan mencari sosok Yuna,sambil berusaha mengingat ingat wajah gadis itu
Dari pintu masuk taman itu terlihat Yuna dengan penampilan yang begitu kacau dengan ponsel ditelinganya
"Semoga dia tidak ingat warna syall nya ra.."
"Masa kamu tidak ingat barang pasien kamu..kalo itu bukan barang kamu ..kamu pasti tau itu pasti milik pasien kamu..."
"Masalah nya dia memang tidak pernah meninggal kan barang itu padaku"
Yuna ngoceh sambil matanya celingukan mencari cari sang pasien
"Lalu kamu sekarang menemuinya dengan membawa syal siapa?"tanya Yuna
"Aku mendadak mampir ketoko syall..dan aku beli syall paling mahal dengan uang ku ..."
__ADS_1
GEDUBRAK..!!!
karna kurang fokus dia menabrak seorang lelaki hingga hampir terjatuh..untung saja lelaki itu menangkap nya alhasil mereka saling berpelukan dan saling menatap
tertegun....
Yuna kembali berdiri,sambil membenarkan rambut nya yang sedikit kacau
"Pak Egy..."Yuna menundukan kepalanya"maaf..maaf.."
Egy terhenyak dia juga seolah merapihkan baju nya
"Kau ini..benar kata pasien mu dulu itu,kau selalu minta maaf seperti sedang hari raya.."
kata Egy
Yuna menatapnya dalam dalam
pagi ini Egy terlihat lebih sangat tampan dari kemarin sewaktu dirumah sakit
Mungkin karena Egy sudah sehat kembali
"Maaf..,oh maksud ku syall mu.."Yuna menyerahkan tas kertas yang sedari tadi dibawa nya
Tanpa melihat isi nya Egy berlalu
"ikut aku.."
"Tap..tapi,dilihat dulu syal nya.." Yuna mengikuti Egy
mereka terduduk di sebuah bangku
"Bisa kah kau membelikan aku sebuah minuman?"pinta Egy
"Apa?" Yuna terkejut..masa beli minuman dia minta pada Yuna.bukan kah dia pengusaha muda kaya raya..seharusnya dua kaleng minuman tak jadi masalah buat nya
"oh..baik pak Egy" Yuna berlarian membeli minuman
Egy membuka kaleng minuman nya dia meneguk nya...
WOOOW...cara dia meneguk minuman pun juga sangat keren! Yuna cuma senyum senyum sendiri melihat Egy minum
Egy menoleh.."Kenapa?"
"Oh...tidak,ma..maksud saya.."
"Kau tau alamat ini??"Egy menunjukan sebuah
amplop yang dia bawa
Yuna mengamatinya dengan seksama
mata nya terbelalak,dia ingat alamat rumah ini..dia melihat nya saat dia mencari biodata tentang Egy di internet
"Ini ..alamat Rumah Pak Egy??!.."
"Kau tau??"
Yuna menghela nafas ragu
dia ingat untuk lebih baik diam jika ditanya mengenai Egy
"Maksud ku..aku bertanya apa ini rumah Pak Egy??"
"Apa kau bisa mengantar aku ke alamat ini?"
"Apa..?"
"Aku akan membayarmu..tenang saja"bujuk Egy
Yuna mengerutkan dahi dia menatap minumannya,Egy melihat itu
""Termasuk minuman yang kau minum..dan yang aku minum"
"Hanya mengantar saja??...kan??"
Yuna meyakinkan
"mengantar saja.."
__ADS_1
Egy meyakinkan Yuna