Cinta Yuna

Cinta Yuna
G1/


__ADS_3

Sang ibu tiri duduk di sebelah nya


Egy terdiam , tentu saja sekarang dia mengingat nya kenapa ibu tiri begitu khawatir kalau Egy mengingat semuanya


Cabang perusahaan itu sangat maju dan berkembang pesat bahkan memiliki potensi lagi untuk memperluas area nya..


di sisi lain ,di tempat yang sama juga sedang direncanakan pembangunan proyek untuk cabang baru...dan itu semua berkat kerja keras Egy, dia dapat memajukan perusahaan ayah nya selagi dia mengembang kan beberapa bisnis nya sendiri...hal yang luar biasa..


Itu sebab nya sang ibu tiri berambisi untuk menguasai bisnis cabang perusahaan dan proyek pembangunan itu dia ingin supaya kedua anak nya lah yang mengurusnya kelak setelah mereka menyelesaikan kuliah nya..


Oleh karena itu, dia tidak ingin Egy terus menerus mengurus bisnis disana


mungkin bahkan tadi nya dia menargetkan agar kecelakaan itu benar benar merenggut nyawa Egy...


sehingga dia banyak menyumpal mulut agar setiap orang yang mengenal Egy bisa diam , termasuk pada Yuna ...Gadis itu menerima begitu banyak uang untuk diam...


"Aku permisi dulu ayah...aku merasa kurang enak badan"


"Baik lah..besok kita lanjutkan pembicaraan nya..aku ingin membicarakan tentang kau dan Fania.."


Egy tertegun , bahkan dia tak ingin mencari Fania diperjamuan makan malam ini


Egy berlalu


Sang ibu tiri mengejar Egy


"Tunggu..."


Egy menghentikan langkah nya


"apa kau mengingat semua nya??"


"Yang aku ingat..kau tak pernah menyayangiku"


" Apa yang dilakukan gadis bodoh itu!!"


wanita itu seperti sedang menahan emosi nya


"Dia assistenku"


Egy kembali melangkah pergi


Dia menelpon Yuna dan mengajak nya pulang


Egy menghampiri mobil nya ,saat dia membuka pintu mobilnya Fania datang menghampirinya


" Kau tergesa gesa sekali??, aku baru datang..kau mau pulang??"


"Aku kurang enak badan"


"Aku bisa merawat mu.." ucap Fania


" Tidak usah ..aku cuma mau istirahat saja"


Egy menutup pintu mobil nya, Fania menatap Yuna yang sedang berlari ke arah mobil dengan penampilan yang amat berantakan


" Kau...??"


Yuna tersenyum dan menyapa Fania..

__ADS_1


"Hallo..selamat malam"


Egy menyalakan mobil nya


"Oh maaf aku harus masuk ke mobil"


Yuna meninggalkan Fania dengan wajah kesal nya


"Kau lama sekali.." ucap Egy tanpa memperdulikan Yuna


"Maaf..aku sedang makan kue bersama para pelayan itu.."


mobil terhenti tak jauh dari rumah mewah itu


"Makan kue?"


" Iya..kata nya..itu kue untuk para pelayan..kepala pelayan ibu Hayati, dia baik sekali..dia yang sengaja membuat nya..kau tau kue nya enak sekali??"


Egy menatap Yuna , wajah nya sungguh berantakan


"Kau ini....makan kue seperti anak kecil saja.."


Egy mengambil tyssu di mobil itu


dan mengusapkan nya pada wajah Yuna


Yuna terdiam menatap Egy


"Biar aku saja"


yuna mengambil tyssu nya dan membersihkan wajah nya


Egy menatap Yuna,


kenapa tatapan nya seperti itu? jantung yuna mulai berdegub kencang lagi


"apakah kue nya benar benar enak?" Tanya Egy


Yuna mengangguk


lalu Egy semakin mendekat seolah dia akan mencium Yuna lagi


Ooooh ..Tuhan ,bagaimana ini jangan sampai kejadian lagi karena yang kemarin itu saja yuna masih belum bisa melupakan nya


Wajah Egy mendekat..namun di hanya menyentuh sudut bibir Yuna


namun demikian Yuna tetap saja panas dingin


"Terlalu manis..seperti nya mereka menaruh banyak gula"


Rupanya ada sisa kue di sudut bibir Yuna yang belum di bersih kan


"Sebaik nya kau meminta nya..bukan dengan cara begitu..., ibu Hayati membungkuskan nya untukku" ucap Yuna menunjukan bungkusan yang di bawa nya


"kalau begitu..boleh aku mencium mu lagi??"


Ucap Egy


"Apa?..maksud ku ..bu..bukan itu.."

__ADS_1


"Tapi maksud ku memang itu" Egy mendekat kan wajah nya kembali


Yuna menutupi bibir nya dengan tyssu


dan..perlahan Egy mengambil tyssu nya dengan pelan..hingga bibir Yuna terlihat


dan Egy mulai mencium nya


tangan Egy membelai wajah Yuna membuat Yuna terlarut bersama suasana itu


Yuna menyudahi nya dia menatap Egy


"Maaf..keadaan seperti ini..membuat ku sulit untuk selalu berada di dekat mu.."ucap Yuna


" Apa karna Fania??"


Yuna terdiam, mungkin itu lah salah satu nya


Egy menghela nafas berat


" Maaf..aku mencintai mu Yuna "


Ucap Egy


"Apa..?"


Egy memalingkan muka nya dan kembali untuk melajukan mobil nya


"Haaaa ..kadang kadang aku sendiri tak ingin melakukan ini..tapi aku benar benar tak bisa melepaskan mu"


seiring mobil melaju Yuna tak henti henti nya bertanya tentang perasaan Egy pada nya, hingga membuat Egy menjadi sedikit kesal karena Yuna selalu mengingat kan posisi nya bahwa dia adalah asisten dan Egy adalah majikan persis sama dengan apa yang dilakukan Egy dulu pada Yuna


Hingga mobil itu masuk garasi rumah Egy


"Kenapa kau ini begitu berisik ..kau tau, bahkan kau lebih berisik dari vacum cleaner dirumah!"ucap Egy keluar dari mobil nya


"Apa..va..vacum cleaner..aku hanya minta untuk kamu tidak seperti ini.."


Yuna mengikuti langkah Egy yang tergesa gesa


"yang seperti ini bagai mana?" Egy berbalik seketika Yuna menabrak tubuh Egy,


Egy menahan Yuna yang nyaris terjatuh


"Kau tau..kau selalu ceroboh seperti ini..."


Egy mendekap Yuna


"Apa???"


"Sebaik nya jangan ceroboh seperti ini hati hati lah berjalan di dekat seseorang..."


"Apa yang kau maksud?" Yuna masih dalam pelukannya


"Apa kau mencintai Tedy??"


Egy melepaskan pelukan itu, dia menatap Yuna


"Apa kau menungguku??" lanjut Egy

__ADS_1


"Aku...."


__ADS_2