Cinta Yuna

Cinta Yuna
F/


__ADS_3

Kamar sudah dibereskan seperti sedia kala ,barang sang Vennus sudah di kemas..dipastikan tidak ada yang ketinggalan


sang Vennus cuma sibuk berias diri didepan cermin kecilnya


Yuna menatapnya sambil tersenyum, walau hari ini tidak ada jadwal untuk Yuna namun dia memutuskan untuk datang menemui sang Vennus


"Yuna..." panggilnya


"Ya..."


"Vennus adalah nama yang kubuat sendiri...entahlah aku suka nama itu...aku dengar dari sebuah film ditelevisi..Vennus adalah dewi kecantikan" ucap sang nenek Yuna terduduk di kursi


"Yuna...jangan kesal sama aku ya..aku begini mungkin karna aku kesepian Yuna,dihari tua ku anak anaku tetap mempunyai kesibukan sendiri sendiri..." keadaan berubah menjadi sedih


mereka saling berpelukan


"Aku suka Yuna ,walaupun kau bukan siapa siapa ku...akhir akhir ini kau seperti keluargaku..dan bahkan jika kita bertemu lagi suatu saat...mungkin aku akan menganggapmu benar benar keluarga!"


Tak berselang lama Bu Wika datang dia nampak santai dengan penampilan nya


mereka pun saling berpamitan


Yuna termenung,dia terduduk di lorong rumah sakit .Mungkin setelah ini,dia bisa menonton televisi seharian...


tiba tiba suster Lani memanggilnya


"Yunaaa..."


dia menhampiri Yuna,Suster lani mengatur nafas sejenak


""Ada yang ingin ketemu kamu..."


"Siapa??"


"Seorang yang pentiiiing sekali..."


"Siapa??,penting sekali??"


Suster lani tak banyak bicara dia bergegas menarik tangan Yuna "Ayo..." ajaknya


Yuna dibawa kesebuah kamar pasien VIP,kamar yang begitu mewah dan megah


lebih tepat nya itu seperti kamar Hotel


dia menemukan seorang pria yang terbaring di ranjang pasien..dia nampak terlelap ,dan seorang wanita berbadan tegap membelakangi Yuna mungkin dia seumuran ibu Yuna


"Slamat siang Nona Yuna..." ucap nya tegas


badan nya berbalik,Yuna baru melihat wajah nya,seperti nya dia rajin melakukan perawatan di wajah nya


"Ya..."


"Kau...seorang pembujuk itu.." ucap nya datar


"Pembujuk??"


Yuna menatap Lani,dia tersenyum meyakinkan Yuna


"aku membutuhkan jasa mu.."wanita itu menunjuk pada pria yang terbaring lemas diranjang


""Dia Putra ku...dia susah sekali untuk menuruti jadwal obat nya..dia Amnesia karna sebuah kecelakaan lalu lintas seminggu yang lalu"


Yuna memikirkan sebuah berita yang di tontonnya di televisi pagi itu..

__ADS_1


"Oh..." Dia baru menyadarinya


"Aku tidak bisa menunggu mu terlalu lama Nona Yuna...Aku tidak punya banyak waktu, aku akan membayar mu dua kali lipat dari si Nenek itu.."Wanita itu sungguh membuat kaki Yuna gemetar


"Baiklah..kapan aku mulai bekerja.." Tanya Yuna sembari memberanikan diri menatap wanita itu


"Detik ini juga..." ucap nya semakin tegas


"Haahhh..." Yuna tertegun penuh dengan kejutan


Seorang pengawal yang sedari tadi berdiri dengan jas hitam nya menyerahkan sebuah amplop sambil menundukan kepalanya


si wanita itu mengambilnya


dia meletakan nya di meja dikamar itu


"Itu Upah mu.. aku harap kau mau berusaha menyesuaikan diri dengan Putra ku...karna kau akan bekerja dalam jangka waktu yang sangat lama"


jelas nya


Yuna masih tertegun


"Kau akan bekerja melayani Putra ku hingga dia benar benar merasa sehat...dan ingat..!" wanita itu membenarkan letak kacamatanya


"Jangan membicarakan apapun mengenai kehidupan nya yang dulu...jika kau pernah mengetahuinya,kau hanya cukup memberinya obat ,memastikan dia istirahat dan..diam!"


"Apa..."


Wanita itu merapihkan blezer nya


"selebih nya...kau hanya harus menuruti kata Pak Yulis...assisten pribadi Putra ku!"


wanita itu berlalu begitu pun dengan pengawal nya


"Astagaaaaah...."


Lani menghampiri Yuna "Maaf Yun...aku mengagetkanmu..."


Yuna menghela nafas dalam


"Aku cuma berpikir ,kau akan dapat pekerjaan lagi.."


"Terimakasih suster lani..." ucap Yuna lirih


"Kau sudah makan??"


Yuna menggeleng


"aku akan bawakan makanan ,tunggu disini ya.." Suster lani menghilang dibalik pintu


Suasana kamarnya sangat hening, pria itu masih terlelap dalam tidur nya .Yuna berjalan menghampiri tempat tidur nya


perlahan dia memberanikan diri menatap wajah pasien itu


wajah nya mengkerut seperti nya dia pernah melihat pria itu.,..tapi dimana?


"Aissh...ingatanku sangat buruk"


pintu terbuka


"Makanan datang...," Suster lani muncul dibalik pintu


dia langsung menyajikan nya di atas meja

__ADS_1


"Waaaahhhh...."


"Cepat cepat..." mereka melahap nya bersama sama


"Yuna aku jadi merasa bersalah ...maaf ya??" ucap Lani yang terus menerus merasa bersalah


"Ya sudah lah...jangan terlalu dipikirin Lan.."


Yuna membuka amplop itu disela sela makan siang nya


Yuna menemukan sebuah kartu ATM beserta no PIN nya


Yuna hanya mengamatinya


"itu...upah kamu Yun.."


"Oh..."


"Kamu tau dia siapa??"


Yuna menggeleng pelan seolah tak peduli dia hanya terus melahap makanan nya


"Yang pasti masa kerja ku lebih panjang dari Nenek Vennus.."ucap nya singkat


"Dia Egy...Egy Praditya.." ucap lani


"Dia putra dari pengusaha tersukses di negara kita..anak cabang nya tersebar luas dimana mana...dan perusahaan nya begitu berpengaruh di Negara kita" jelas Lani


"Oo...ya??"Yuna melahap nasi goreng nya tiba tiba dia menatap pasien itu terduduk dan memandang kearah mereka berdua


"Uhukk...Uhukkk..."Yuna terkejut bukan main


"Kenapa Yun?"


Lani menoleh kearah pandangan Yuna


"Haaah...." Suster Lani segera berdiri dan mengemas makan siang nya.


"Maaf..."Lani melangkah menuju pintu kamar "Saya permisi dulu..." Dia pun menghilang di balik pintu itu


" Kamu...." Yuna melongo


"Gadis ditaman itu..." Ucap pria itu lirih


Astagah....benar juga,dia pria Tampan di taman itu!


Yuna menepak kening nya


"Kenapa kamu....disini...Akh..." pria itu tiba tiba merintih kesakitan


dia memegangi kepalanya sembari terus merintih kesakitan


Yuna menghampiri nya "Kamu tidak apa apa??"


"Tolong...kepalaku tiba tiba sakit.."


dia seolah meremas remas kepalanya


Yuna mengusap usap kepalanya ,dan pria itu perlahan bersandar di bahu nya karena tak kuat menahan sakit di kepala nya


"Tenang...,aku akan panggil kan dokter segera.." melihat wajah pria itu kesakitan tiba tiba hati Yuna merasa iba,air matanya terus menetes tak terhenti


pria itu menatap nya sambil terus merintih

__ADS_1


kesakitan.....


__ADS_2