Cinta Yuna

Cinta Yuna
N/


__ADS_3

Sudah seminggu dia menempati rumah mewah ini


dan hampir tiap hari dia menghabiskan waktunya di depan laptop


sepertinya dia hanya fokus mencari masa lalu nya


Yuna menyajikan secangkir teh jahe,sore ini hujan gerimis yang lumayan deras mengguyur istana megah itu


Egy nampak serius mengamati laptop nya tanpa memalingkan muka nya sedikitpun dia menyeruput teh jahe nya


Egy tersentak,seolah ada sesuatu dalam secangkir teh jahe itu...


Tiba tiba sesosok bayangan muncul dalam ingatan nya..sosok itu tersenyum


"Minum lh selagi hujan,badan mu akan terasa hangat..kau tidak akan masuk angin.."


suara lembut itu begitu terngiang dalam ingatannya


Egy memegangi kepalanya


Dia tertegun


Yuna duduk didepannya


"Maaf,aku sempat membaca artikel tentang mu disebuah berita di internet..bahwa kau menyukai teh jahe di saat turun hujan.."


"Aku memang mengingat nya..namun sosok perempuan itu siapa..."


"Apa..?,apa secepat itu ingatan mu pulih??"


Bel pintu gerbang itu berbunyi,keduanya terkejut


dengan cepat Egy melihat layar yang ada didalam rumah nya,layar itu terhubung dengan layar yang ada diluar gerbang


Nampak nya itu Pak Yulis dengan sang ibu dan beberapa pengawalnya


Egy termenung sejenak


"biarkan saja mereka masuk..toh lambat laun mereka pasti tau keberadaan mu disini" ucap Yuna


Lalu Egy memutuskan untuk menemuinya


Egy membukakan pintu gerbang itu


dia menatap tamu yang datang dibawah payung nya


"Rupanya kau pulang kerumah mu?" tanya wanita itu sambil tersenyum


Yuna menuangkan dua cangkir teh dia menyajikan nya dimeja diruang keluarga itu


"Ibu mencemaskan mu...ibu pikir kau tinggal disini sendirian.." ucap nya sambil meneguk teh nya

__ADS_1


"Entahlah tiba tiba saja aku merindukan rumah ku.."jawab Egy datar


"Oh..apa kau sudah mengingat semuanya?" wanita itu tersenyum pak Yulis menatap Egy dalam dalam


"Entah lah.."


Wanita itu menatap Yuna yang sedang membersihkan meja dapur


"..Dan pembujuk itu.."


"Hanya dia satu satu nya orang yang aku kenal setelah Amnesia"


Yuna menatap Ibu Egy dari dapur lalu sang ibu hanya memalingkan muka


"Aku harap dia melayanimu dengan baik.."


Egy mengangguk penuh keraguan


"Itu pasti...kalian jangan khawatir.."


Sang ibu menghela nafas,dia menatap pak Yulis


"Kurasa kamu membutuhkan dia.." kata ibu nya


Egy menatap pak Yulis , dia hanya menundukan kepala


"Sebenarnya iya..aku membutuhkan nya ,ku rasa..aku akan mulai bekerja dan menata kembali kehidupan ku..."


",Aku..membutuhkan dia untuk membereskan rumah ku..."ucap Egy


Apa??!..jadi aku benar benar pembantu..bukan assisten ,..Oh astaga aku benar benar dibodohi si pria kaya itu!


Yuna menggumam kesal dia berlalu masuk kedalam kamar nya


"Kau bisa panggil pembantu dari yayasan yang lebih handal untuk menggantikan nya"Bujuk sang ibu


Egy menatap sang ibu


"Pak Yulis hanya akan bersama ki ketika aku dikantor saja.."


wanita itu menghela nafas


"Ibu kesini untuk mengantarkan mobil mu..."wanita itu terlihat agak sedikit kesal


Egy menatap hingga Tamu itu benar benar hilang dari pandangan nya


Kedatangan nya membuat suasana menjadi tegang


Egy kembali kedalam rumah,dia duduk dan menyalakan televisi


Namun sekejap dia menyadari Yuna tak ada di dapur

__ADS_1


Egy beranjak ,dia mencari nya kehalaman belakang, ketempat mencuci..dan ke balkon


hampir semua ruangan dirumah itu Egy cari tapi Yuna tak ada


Egy menatap pintu kamar Yuna,dia mendekati nya lalu mengetuk pintu nya


"Yunaaa...??"panggil nya


namun tidak ada jawaban dari dalam


pintu hanya terbuka sedikit, Egy membuka nya perlahan


"Yunaa??"


Yuna terlihat seperti sedang berkemas


"kamu sedang apa??"


Yuna berbalik,dia menatap Egy dan tersenyum


"aku kira..kau benar benar tak butuh assisten.."


"Maksudnya?"


"Dengar pak Egy,aku tak pandai untuk merawat rumah jadi carilah pembantu yang handal "


Astaga...Egy mengusap kening nya


"Dengar aku bilang begitu karna ibu mendesak pak yulis untuk menggantikan mu disini..jika aku bilang kamu asistenku..dia bisa menggantikan kau sebagai asisten..tapi ,dia tidak bisa menggantikan kau untuk merawat rumah..jadi maaf,aku bilang kau seorang pembantu..,itu agar pak Yulis tak bisa menggantikan mu..dan agar kau tetap disini..karna aku meragukan pak Yulis.."


Yuna terduduk


Egy memasukan pakaian Yuna yang sudah terlanjur nongkrong di koper


Astaga...aku tak percaya aku melakukan ini


..aku membujuk seseorang yang membuat hari hari ku kesal


Yuna berdiri,Egy terkejut..."kenapa??"


"Tetap saja ,aku tidak bisa tinggal disini..cari saja asisten yang lain.."


"kau akan mengembalikan sisa upah mu??"


Egy mulai kesal dengan yang dia lakukan


karna susah sekali untuk meyakinkan Yuna


Yuna terduduk


"pikirkan itu baik baik..Nona Yuna.."

__ADS_1


Egy menghilang dari balik pintu kamar Yuna.


__ADS_2