
Sudah seminggu dia menempati rumah mewah ini
dan hampir tiap hari dia menghabiskan waktunya di depan laptop
sepertinya dia hanya fokus mencari masa lalu nya
Yuna menyajikan secangkir teh jahe,sore ini hujan gerimis yang lumayan deras mengguyur istana megah itu
Egy nampak serius mengamati laptop nya tanpa memalingkan muka nya sedikitpun dia menyeruput teh jahe nya
Egy tersentak,seolah ada sesuatu dalam secangkir teh jahe itu...
Tiba tiba sesosok bayangan muncul dalam ingatan nya..sosok itu tersenyum
"Minum lh selagi hujan,badan mu akan terasa hangat..kau tidak akan masuk angin.."
suara lembut itu begitu terngiang dalam ingatannya
Egy memegangi kepalanya
Dia tertegun
Yuna duduk didepannya
"Maaf,aku sempat membaca artikel tentang mu disebuah berita di internet..bahwa kau menyukai teh jahe di saat turun hujan.."
"Aku memang mengingat nya..namun sosok perempuan itu siapa..."
"Apa..?,apa secepat itu ingatan mu pulih??"
Bel pintu gerbang itu berbunyi,keduanya terkejut
dengan cepat Egy melihat layar yang ada didalam rumah nya,layar itu terhubung dengan layar yang ada diluar gerbang
Nampak nya itu Pak Yulis dengan sang ibu dan beberapa pengawalnya
Egy termenung sejenak
"biarkan saja mereka masuk..toh lambat laun mereka pasti tau keberadaan mu disini" ucap Yuna
Lalu Egy memutuskan untuk menemuinya
Egy membukakan pintu gerbang itu
dia menatap tamu yang datang dibawah payung nya
"Rupanya kau pulang kerumah mu?" tanya wanita itu sambil tersenyum
Yuna menuangkan dua cangkir teh dia menyajikan nya dimeja diruang keluarga itu
"Ibu mencemaskan mu...ibu pikir kau tinggal disini sendirian.." ucap nya sambil meneguk teh nya
__ADS_1
"Entahlah tiba tiba saja aku merindukan rumah ku.."jawab Egy datar
"Oh..apa kau sudah mengingat semuanya?" wanita itu tersenyum pak Yulis menatap Egy dalam dalam
"Entah lah.."
Wanita itu menatap Yuna yang sedang membersihkan meja dapur
"..Dan pembujuk itu.."
"Hanya dia satu satu nya orang yang aku kenal setelah Amnesia"
Yuna menatap Ibu Egy dari dapur lalu sang ibu hanya memalingkan muka
"Aku harap dia melayanimu dengan baik.."
Egy mengangguk penuh keraguan
"Itu pasti...kalian jangan khawatir.."
Sang ibu menghela nafas,dia menatap pak Yulis
"Kurasa kamu membutuhkan dia.." kata ibu nya
Egy menatap pak Yulis , dia hanya menundukan kepala
"Sebenarnya iya..aku membutuhkan nya ,ku rasa..aku akan mulai bekerja dan menata kembali kehidupan ku..."
",Aku..membutuhkan dia untuk membereskan rumah ku..."ucap Egy
Apa??!..jadi aku benar benar pembantu..bukan assisten ,..Oh astaga aku benar benar dibodohi si pria kaya itu!
Yuna menggumam kesal dia berlalu masuk kedalam kamar nya
"Kau bisa panggil pembantu dari yayasan yang lebih handal untuk menggantikan nya"Bujuk sang ibu
Egy menatap sang ibu
"Pak Yulis hanya akan bersama ki ketika aku dikantor saja.."
wanita itu menghela nafas
"Ibu kesini untuk mengantarkan mobil mu..."wanita itu terlihat agak sedikit kesal
Egy menatap hingga Tamu itu benar benar hilang dari pandangan nya
Kedatangan nya membuat suasana menjadi tegang
Egy kembali kedalam rumah,dia duduk dan menyalakan televisi
Namun sekejap dia menyadari Yuna tak ada di dapur
__ADS_1
Egy beranjak ,dia mencari nya kehalaman belakang, ketempat mencuci..dan ke balkon
hampir semua ruangan dirumah itu Egy cari tapi Yuna tak ada
Egy menatap pintu kamar Yuna,dia mendekati nya lalu mengetuk pintu nya
"Yunaaa...??"panggil nya
namun tidak ada jawaban dari dalam
pintu hanya terbuka sedikit, Egy membuka nya perlahan
"Yunaa??"
Yuna terlihat seperti sedang berkemas
"kamu sedang apa??"
Yuna berbalik,dia menatap Egy dan tersenyum
"aku kira..kau benar benar tak butuh assisten.."
"Maksudnya?"
"Dengar pak Egy,aku tak pandai untuk merawat rumah jadi carilah pembantu yang handal "
Astaga...Egy mengusap kening nya
"Dengar aku bilang begitu karna ibu mendesak pak yulis untuk menggantikan mu disini..jika aku bilang kamu asistenku..dia bisa menggantikan kau sebagai asisten..tapi ,dia tidak bisa menggantikan kau untuk merawat rumah..jadi maaf,aku bilang kau seorang pembantu..,itu agar pak Yulis tak bisa menggantikan mu..dan agar kau tetap disini..karna aku meragukan pak Yulis.."
Yuna terduduk
Egy memasukan pakaian Yuna yang sudah terlanjur nongkrong di koper
Astaga...aku tak percaya aku melakukan ini
..aku membujuk seseorang yang membuat hari hari ku kesal
Yuna berdiri,Egy terkejut..."kenapa??"
"Tetap saja ,aku tidak bisa tinggal disini..cari saja asisten yang lain.."
"kau akan mengembalikan sisa upah mu??"
Egy mulai kesal dengan yang dia lakukan
karna susah sekali untuk meyakinkan Yuna
Yuna terduduk
"pikirkan itu baik baik..Nona Yuna.."
__ADS_1
Egy menghilang dari balik pintu kamar Yuna.