
Malam ini Yuna terlihat sibuk, dia memilah milah belanjaan yang tadi siang di beli nya bersama Rara,
"kau tak seharusnya memberi aku cuti hari ini"
Egy meminum teh nya "Kenapa?"
"Karna aku akan mengajukan cuti ku besok..."
"Besok kau akan mengurusi pesta kejutan untuk nenek mu?" tanya Egy
"Ya...tapi seperti nya..aku sudah tak mungkin mengambil cuti lagi"
"tidak ...tidak, kau bisa mengambil cuti lagi"
"Apa??"
"ini pesta kejutan setahun sekali bukan??"
Egy menatap Yuna , tatapan itu membuat Yuna bersimpatik pada Egy...
Aku yakin dia melakukan tatapan itu memang untuk menarik simpatik dari ku...
Yuna tersenyum masam " Terimakasih.."
"Apa....kau...tak mengundangku juga??"
"Apa??" Yuna tersenyum heran..
"Kau tak mengundangku?" ulang Egy
Kau nampak menyedihkan..sungguh..."Apa kau ingin sekali datang ke acara kami??"
Egy mengangguk
"Baiklah..datang lah"
Yuna berlalu dia mengepak semua bahan makanan yang di belinya
Akhir akhir ini kehidupan sang majikan begitu menyedihkan bahkan beberapa kekecewaan didapat nya setelah dia benar benar memulihkan ingatan nya
dan juga ...mungkin dia kecewa atas sikap Yuna padanya..
semua ini tadi nya Yuna lakukan hanya untuk membuat yuna tidak terlalu ikut lebih dalam ke keluarga Praditya...
dia tidak ingin terlibat apapun, termasuk jika dia harus mengorbankan rasa suka nya pada sang majikan..
Dia hanya ingin hidup dan memiliki sebuah bisnis kecil yang dapat menghidupi dia dan sang nenek...
Namun, sikap Egy belakangan ini dirasa nya malah membuat Yuna semakin tidak nyaman
, bahkan dia memberi kan beberapa kesempatan pada yuna untuk melakukan hal hal yang dia suka
Sulit untuk menghindari sikap Egy, terkecuali Yuna memang menyudahi kontrak yang dia buat sendiri...
Pagi itu Yuna menyiapkan barang yang akan di bawa nya, Egy baru saja lari pagi, Egy menyeka keringat nya dengan handuk kecil
"Kau mau kemana??"
Yuna sibuk memasukan bahan makanan itu
"Oh..kau sudah pulang??, aku akan kerumah ku.."
__ADS_1
" Kita akan pergi bersama..." ucap Egy
" Aku naik taksi saja..kau akan bekerja pagi ini..sarapan mu sudah ku siapkan"
Yuna menatap meja makan yang sudah rapih dengan sarapan pagi
"Aku..tak bisa sarapan sendirian" ucap Egy
"Apa??"
"Aku..harus ditemani..kau tunggu aku sarapan dulu"
"Baiklah"
Egy beranjak ke kamar nya
"Kau mau kemana?, bukan nya kau mau sarapan??"
"Aku mandi dulu"
Ya..ampun..Yuna menepak kening nya
"aku akan terlambat menyiapkan pesta!"
"Aku mandi hanya sebentar...aku makan roti satu suapan..dan aku akan membawa mobil secepat kilat...!" jelas Egy tergesa gesa
Yuna hanya mampu terdiam, rupanya Egy sangat menginginkan untuk mengantar Yuna
"Dengar...majikan mu itu sedang berusaha mengambil hatimu..jika kamu memang menyukai nya..biarkan saja, kecuali kau memang ..yah, tidak berniat sama sekali..untuk menjadi pasangan nya..kau bisa mengabaikan nya dan bahkan tak usah mengurusi nya..kau mengerti?!"
celoteh Rara saat berbelanja kemarin
"Ayo..."
ucap Egy
Yuna tersentak " sarapan mu??"
"aku bilang akan menghabiskan nya dalam satu suapan.."
"Apa??" Yuna menatap piring nya..roti nya benar benar sudah lenyap
Yuna melangkah masuk kedalam rumah nya
, rumah itu pengap sekali..
maklum sudah lama tidak terurus karena tidak berpenghuni
Yuna membersihkan rumah nya, sementara dia menunggu kedatangan Rara
"Tadaaa...."
Rara muncul dari balik pintu dengan senyum nya, "kita masak apa dulu Yuna?"
"Ra..aku mau merebus daging nya dulu , tolong cuciin ya"
ucap Yuna sembari mengeluarkan beberapa sayuran
"Ok"
Egy menatap jam di dinding ruangan kerja nya,dia lalu menghubungi sekretaris nya
__ADS_1
"Risa..janji sore ini cancel dulu..aku ada beberapa urusan mendadak.."
Risa mengangguk "Baik pak Egy"
"Oya...menurut mu..bagus yang mana..bunga atau coklat"
"Ya..??" Risa tertegun "Apa itu untuk seorang perempuan??...maaf.."
"Untuk seorang nenek" ucap Egy datar
"Apa?...Eehmmm,"Risa kaget
kenapa coklat harus dimasukan dalam list barang untuk nenek nenek? walaupun sudah amnesia bos muda satu ini masih belum bisa membedakan antara memberi kepada nenek nenek dan pada seseorang seusianya
Risa mengusap rambut nya sendiri
"Emm..lebih baik..bunga saja pak"
Egy menatap Risa "Oke..terimakasih ya"
Egy tersenyum, Risa membalasnya dengan senyum masam
Hari mulai beranjak sore, Egy bergegas menuju sebuah toko bunga dia membeli sebuah buket bunga dan sebuah kotak es krim yang di beri pita cantik sekali
dia kemudian melajukan mobilnya kerumah Yuna
Tak seberapa lama dia tiba dirumah Yuna, namun hanya ada Rara yang sedang sibuk menata meja
"selamat sore.."
Rara menoleh.." Oh..pak Egy?"
"pada kemana??"
"Yuna sedang menjemput nenek di panti"
Rara menyambut Egy
"Oh...aku membawakan ini untuk dia tapi seperti nya ini akan meleleh"
"Oh..masukan kedalam kulkas saja"
Rara memasukan es krim nya kedalam kulkas
Egy terduduk di sofa, Rara menghampiri nya
"Pak Egy, ingat kata kata ku?"
"Apa??"
"Haaa...kau ini, baru kemarin pagi kau memintanya dari ku"
Egy terperanjat
"Apa...yang aku minta darimu??"
"Hey..kenapa pikiran mu jadi sekotor itu!..ini tentang Yuna" Rara setengah kesal
"Oh..itu, tentu saja" Egy tersenyum
Majikan Yuna memang menyebalkan!
__ADS_1