Cinta Yuna

Cinta Yuna
E/


__ADS_3

Yuna menunggui taksi Online nya didepan rumah..,komplek perumahan nya tak jauh dari pusat kota. Yuna berpikir sejenak di sela sela waktu nya menunggu sang Taksi Online


Masa kerja Yuna untuk nenek Vennus sudah selesai ,ini hari ketujuh Yuna menjaga nya ,selebih nya dia tetap harus mencari kerja lagi...dan mungkin dia harus kembali bekerja di restoran restoran seperti dulu...


Dengan gaji normal perbulannya,dan Yuna pun harus pintar pintar memutar otak nya untuk mencari uang tambahan


Dia menatap rumah peninggalan kedua orang tuanya


"Apa boleh buat..." gumamnya pada dirinya sendiri


Dia rupanya berencana menyewakan Rumah itu,dan dia menyewa rumah petakan yang lebih murah demi mendapatkan uang lebih


Yuna memandangi rumah nya


terlalu banyak kenangan dirumah ini


Yuna menghela nafas panjang


sekarang keadaan nya berbeda ,jika terus menerus mengingat kenangan itu ,tentu Yuna takkan sanggup untuk meninggalkan nya apa lagi membiarkan orang lain menempati nya


karna di saat terasa sepi..disaat itu seolah masih ada senyum ibu dan ayah yang mengisi Rumah ini


Hari ini Nenek Vennus meminta Yuna mengantar nya berjemur di taman Rumah Sakit...taman yang begitu indah dan sejuk...begitu luas dan mungkin Nenek Yuna akan suka kalo berjemur ditaman seperti ini


"Cepat sedikit Yuna ..nanti kita tidak kebagian matarhari pagi.."tukas sang Nenek agak Rewel


"Tenang nek masih jam 8 pagi...."


Yuna mendorong kursi roda nya memasuki Area taman


hari ini juga hari terakhir nenek dirumah sakit ,besok dia sudah boleh pulang karena memang kondisi nya sudah membaik


Bu Wika sempat menelpon Yuna untuk mengucapkan terimakasih, dia sedang tugas diluar kota dan nanti sore baru akan pulang karena besok harus menjemput sang Vennus


Yuna berhenti di sebuah bangku


sang Vennus menatapnya


"apa??"


"Kok berhenti disini Yuna??"


"Disini nyaman ,kita dapat sinar nya..dan aku bisa duduk"Yuna tersenyum


"Disana Yuna...Disanaa..." tunjuk sang Vennus dengan dagunya

__ADS_1


si nenek menunjuk kesebuah bangku panjang di bawah pohon rindang yang lumayan besar disana hanya ada seorang pria paruh baya dengan perban ditangan nya dan seorang pria muda yang terduduk di kursi roda dengan perban mengelilingi kepalanya


"Kenapa kita...harus kesana ??"


"Haaa. kamu ini,gadis macam apa tidak peka ..itu yang dinamakan 'kecengan' Yuna.." celetuk sang nenek pandangan nya tidak terlepas pada kedua pria itu


"Aapaa???!!!"


Hah..kali ini Yuna berhasil dibuat tertawa


dia mengibaskan tangan nya ke arah wajah nya seolah kegerahan..."Astagaaah..."


"Ayooo...cepat Yuna ,keburu pergi!" ucap sang Vennus


" Baik lah..."


Yuna mendorong kursi roda itu kearah pohon rindang itu,lalu si nenek pun melirik kearah keduanya


melihat gelagat sang nenek yang norak Yuna segera pura pura memainkan ponselnya


tiba tiba..." Yuna ..aku ingin berkenalan dengan nya..."bisik sang nenek lirih mulut nya sambil manyun manyun


"Apa??!,sebaiknya...jangan ,aku tak berani nek!"wajah Yuna terlihat cemas sambil terus pura pura memainkan hape nya


"Yuna ...cepat ih"


"Bukan bodoh...tapi pria yang duduk di kursi roda..." balas sang Vennus masih tetap berbisik dan muka nya terlihat tambah geregetan


"WWHHATT...."Yuna kaget bukan main


""Ini soal selera Yuna ...selera" nenek itu sekali lagi menegaskan


"apa. ?, selera?"Yuna setengah kesal di buat nya


Yuna menggerutu lirih "Bisa bisa nya dia bilang begitu...kalau aku harus mempertaruhkan harga diri...."


PLLAKKHH......


si nenek menepak ponsel Yuna sampai jatuh tepat didepan kursi roda pria itu


""Hahhhhh...bagaimana ini,bagaimana ini...oooh, ibuuuu...." Yuna cuma bisa merintih pelan


terlihat pria paruh baya itu menatap Yuna


" Cepat ambil sana..sudah ada sinyal..kita hampir mendapatkan target nya..."ucap sang Vennus se enak perut nya

__ADS_1


"Apa??..." Yuna makin kaget.." Sinyal??"


dia memandang pria paruh baya itu.."Target...??" lalu pandangan nya beralih pada pria muda dikursi roda yang masih diam tak bergeming


dan terakhir dia melayangkan pandangan kepada sang Vennus menyebalkan..


si Nenek lantas cuma senyum saja sambil memberi kode selanjutnya


"Astagaaah...."


Yuna nampak merintih pelan sambil menghela nafas


"Itu ponsel anda Nona??"


pria paruh baya itu tiba tiba membuka percakapan


"Oh...iya,itu ponsel ku" Yuna bergegas mengambil nya


saat Yuna membungkukan badan tepat didepan kursi roda pria itu Yuna menatap wajah pria itu sambil mengambil ponsel nya


Wajah putih pria itu nampak teduh lekuk wajah nya nampak sempurna ...dia sungguh Tampan!


Tanpa sadar tatapan itu berlangsung lama ,hingga membuat pria itu menatap Yuna


"Nona..." ucap sang pria paruh baya itu


Yuna tersadar dan....dia baru menyadari juga kalo pria itu juga menatapnya


sorot matanya yang tajam namun begitu hangat..


"Eh....iya"Yuna berdiri sambil menepuk nepuk lutut nya


"Maaf...pak"


"Tidak apa apa..."


"Maaf...Maaf..."


"Yunaa..."panggil sang Vennus"minta maaf terus kayak lebaran aja.." sang nenek sedikit sewot


Kursi roda itu kembali ke kamar,di iringi omelan dari sang Nenek karena gagal berkenalan dengan pria Tampan itu tadi


Yuna cuma menggeleng geleng kan kepalanya....


"Dengar tidak Yuna...jangan cuma iya iya aja!" ucap sang Vennus disela sela omelannya sambil mukanya manyun manyun di depan cermin kecilnya yang sedari tadi dipegangi nya sesekali dia menata rambut nya

__ADS_1


Astagaaa....Nagaaa.....


__ADS_2